Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level US$65.000 setelah Amerika Serikat merilis data Producer Price Index (PPI) Juni 2026 yang lebih rendah dari perkiraan pasar.
Laporan tersebut meningkatkan keyakinan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Juli, sehingga mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) juga ikut menguat dan kembali diperdagangkan di atas US$1.900, mencerminkan membaiknya sentimen pasar setelah dua indikator inflasi AS berturut-turut menunjukkan perlambatan.
Inflasi Produsen AS Melambat di Bawah Perkiraan

Sumber Gambar: TradingEconomics
Data Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan PPI tahunan Amerika Serikat berada di 5,5%, lebih rendah dari proyeksi ekonom sebesar 6,2%. Sementara itu, Core PPI, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, tercatat 4,7%, juga lebih rendah dibandingkan ekspektasi 5,2%.
Secara bulanan, PPI turun 0,3%, menjadi penurunan pertama sejak Agustus 2025 sekaligus yang terdalam sejak April 2025. Data bulan Mei pun direvisi dari kenaikan 1,1% menjadi 0,6%.
Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh turunnya harga bensin sekitar 12%, yang menyumbang sebagian besar pelemahan harga barang di tingkat produsen.
Hasil ini memperkuat data Consumer Price Index (CPI) yang sehari sebelumnya juga menunjukkan inflasi konsumen melambat lebih cepat dari perkiraan.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Sentuh US$64.000 Setelah CPI AS Melandai, Reli Bisa Berlanjut?
Peluang The Fed Menahan Suku Bunga Semakin Besar
Meredanya tekanan inflasi langsung tercermin pada ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan 29 Juli meningkat menjadi 87,7%. Sebaliknya, peluang kenaikan suku bunga turun menjadi 12,3%.
Perubahan ini tergolong signifikan mengingat sekitar sepekan sebelumnya pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga berada di kisaran 31%.
Kombinasi data CPI dan PPI yang sama-sama lebih rendah dari perkiraan membuat investor mulai menilai tekanan inflasi tidak sekuat yang sebelumnya dikhawatirkan.
Bitcoin Menguat, tetapi Pasar Masih Mewaspadai Risiko
Setelah data tersebut dirilis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$65.256, naik sekitar 2,5% dalam 24 jam.
Sementara itu, Ethereum menguat sekitar 3,6% ke level US$1.930, sekaligus menjadi kali pertama kembali menembus US$1.900 sejak awal Juni.
Kenaikan harga yang berlangsung cepat turut memicu likuidasi posisi short senilai hampir US$100 juta dalam waktu sekitar 30 menit. Kondisi ini menunjukkan banyak trader yang sebelumnya bertaruh harga akan turun terpaksa menutup posisinya ketika pasar bergerak berlawanan.
Meski sentimen pasar membaik, sejumlah faktor masih berpotensi memicu volatilitas. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak dunia yang kembali bergerak di atas US$85 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz.
Jika harga energi kembali naik dalam beberapa waktu ke depan, tekanan inflasi dapat meningkat lagi dan memengaruhi arah kebijakan The Fed.
Di sisi teknikal, area US$66.000 kini menjadi level resistance berikutnya yang akan dicermati pelaku pasar untuk melihat apakah momentum penguatan Bitcoin dapat berlanjut.
Baca berita lainnya: ChatGPT dan 4 AI Ini Diminta Ungkap Siapa Satoshi Nakamoto, Begini Hasilnya
Kesimpulan
Data PPI yang lebih rendah dari perkiraan menjadi sinyal terbaru bahwa tekanan inflasi di Amerika Serikat mulai mereda. Kondisi tersebut mendorong pasar memperbesar ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli, sehingga memberikan sentimen positif bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Meski demikian, arah pergerakan pasar selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh perkembangan inflasi, harga energi, serta kebijakan bank sentral.
Selama faktor-faktor tersebut masih berubah, volatilitas Bitcoin diperkirakan tetap tinggi meskipun sentimen jangka pendek cenderung membaik.
FAQ
- Apa itu PPI dan mengapa penting bagi pasar kripto?
Producer Price Index (PPI) adalah indikator yang mengukur perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen. Data ini sering digunakan untuk melihat arah inflasi sebelum berdampak ke konsumen dan dapat memengaruhi sentimen di pasar kripto. - Mengapa data inflasi AS bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Inflasi menjadi salah satu pertimbangan utama The Fed dalam menentukan suku bunga. Ketika inflasi melambat, pasar cenderung memperkirakan suku bunga tidak akan naik, sehingga minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin biasanya meningkat. - Apa itu CME FedWatch Tool?
CME FedWatch Tool adalah indikator yang memperkirakan probabilitas keputusan suku bunga The Fed berdasarkan pergerakan kontrak futures. Banyak investor menggunakannya untuk membaca ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. - Apa yang dimaksud dengan likuidasi posisi short?
Likuidasi posisi short terjadi ketika trader yang bertaruh harga akan turun dipaksa menutup posisinya karena harga justru naik. Kondisi ini sering mempercepat kenaikan harga karena memicu aksi beli tambahan. - Faktor apa saja yang masih dapat memengaruhi harga Bitcoin setelah rilis data PPI?
Selain data inflasi, harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh kebijakan The Fed, pergerakan harga minyak, kondisi ekonomi global, arus investasi institusi, serta sentimen geopolitik yang dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


