Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan sinyal bottom pertama setelah mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi ini mengindikasikan pasar sedang menjalani proses market reset atau pembersihan internal yang kerap terjadi sebelum tren naik kembali terbentuk.
Meski begitu, analis dari CoinPedia mengingatkan bahwa saat ini belum pasti merupakan harga titik terendah karena berdasarkan pola siklus sebelumnya, harga masih berpotensi naik dan turun cukup tajam.
Bitcoin Mulai Menunjukkan Tanda Tekanan Jual Mereda

Sumber: x.com/@cryptoquant_com
Analis melihat munculnya pola yang dikenal sebagai bottoming flag, yaitu pola grafik yang sering muncul ketika tekanan jual mulai berkurang setelah harga turun dalam waktu lama.
Sederhananya, kondisi ini menunjukkan pasar mulai “membersihkan diri” dari aksi jual yang berlebihan. Proses tersebut biasanya membuat pergerakan harga menjadi lebih stabil sebelum menentukan arah berikutnya.
Namun, analis menegaskan bahwa satu pola grafik saja belum cukup untuk memastikan Bitcoin akan segera memasuki tren naik. Pada beberapa siklus sebelumnya, harga masih sempat turun lagi sebelum akhirnya benar-benar pulih.
Baca juga: Bukan Bitcoin, Sektor Kripto Ini Justru Tumbuh Paling Cepat Sepanjang 2026
Mengapa Bitcoin Masih Bisa Bergejolak?
Menurut analis, proses mencari titik terendah harga biasanya tidak berlangsung cepat. Justru dalam fase ini, Bitcoin sering mengalami kenaikan dan penurunan harga yang cukup tajam.
Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi tersebut dianggap sebagai bagian dari proses pasar yang normal. Setelah tekanan jual berkurang dan minat beli kembali meningkat, pasar umumnya memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak naik.
Data Apa yang Perlu Dipantau Investor?
Analis menyarankan investor tidak hanya melihat pola grafik, tetapi juga memperhatikan beberapa indikator lain sebelum menyimpulkan bahwa tren turun telah berakhir.
Beberapa data yang perlu dipantau antara lain:
- Aktivitas on-chain, yaitu data transaksi yang tercatat langsung di blockchain untuk melihat pergerakan investor.
- Volume perdagangan, yang menunjukkan seberapa besar minat beli dan jual di pasar.
- Kondisi ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dan sentimen pasar yang masih memengaruhi harga Bitcoin.
Jika ketiga faktor tersebut mulai menunjukkan perbaikan, peluang Bitcoin membentuk titik terendah yang lebih kuat akan semakin besar.
Namun, analis tetap mengingatkan bahwa belum ada indikator yang bisa memastikan secara pasti kapan harga benar-benar menyentuh titik bottom.
Kesimpulan
Kemunculan bottoming flag menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual Bitcoin mulai mereda dan pasar sedang mencari titik keseimbangan baru.
Walau demikian, kondisi ini belum bisa dijadikan bukti bahwa tren bullish telah dimulai.
Karena itu, investor masih perlu mencermati perkembangan data on-chain, volume perdagangan, dan kondisi ekonomi global sebelum menyimpulkan bahwa fase penurunan Bitcoin benar-benar telah berakhir.
FAQ
1. Apa itu bottoming flag pada Bitcoin?
Bottoming flag adalah pola teknikal yang dapat muncul ketika harga mulai membentuk dasar setelah mengalami penurunan. Pola ini sering dianggap sebagai sinyal awal pemulihan, tetapi bukan jaminan harga akan langsung naik.
2. Apakah sinyal bottom berarti Bitcoin sudah memasuki bull market?
Belum. Menurut analis, sinyal bottom hanya menunjukkan kemungkinan pasar sedang membentuk dasar harga. Konfirmasi bull market tetap membutuhkan indikator lain.
3. Mengapa Bitcoin masih bisa turun meski muncul sinyal bottom?
Berdasarkan pola historis, pembentukan titik terendah biasanya disertai volatilitas tinggi dan beberapa kali koreksi sebelum tren naik yang lebih kuat terbentuk.
4. Apa yang dimaksud dengan market reset?
Market reset adalah proses penyesuaian pasar ketika spekulasi berlebihan mulai berkurang sehingga struktur pasar menjadi lebih sehat untuk pertumbuhan berikutnya.
5. Indikator apa yang perlu dipantau setelah muncul bottoming flag?
Investor umumnya memantau aktivitas on-chain, volume perdagangan, serta kondisi makroekonomi untuk memperoleh konfirmasi tambahan mengenai arah pergerakan harga Bitcoin.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinPedia – Bitcoin Bottoming Flag Appears as Market Resets, diakses pada 30 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
