Kabar positif datang dari Timur Tengah setelah lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali berjalan normal menyusul penandatanganan perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun, alih-alih menguat, Bitcoin (BTC) justru masih bergerak melemah dan bertahan di sekitar $62.800 pada Jumat (19/6).

Sumber: TradingView
Padahal sebelum konflik, sekitar 20% pasokan minyak global melewati Selat Hormuz. Dibukanya kembali jalur strategis tersebut sempat memunculkan harapan bahwa sentimen pasar akan membaik dan aset berisiko seperti Bitcoin ikut terdorong naik.
Selat Hormuz Kembali Aktif, Tapi Bitcoin Tetap Tertekan

Sumber: CNN
Menurut data Marine Traffic yang dikutip CNN, sedikitnya tujuh kapal berhasil melintasi Selat Hormuz setelah kesepakatan damai AS-Iran mulai diterapkan.
Dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara, lalu lintas komersial disebut akan segera berjalan kembali.
Pembukaan kembali jalur perdagangan ini membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Risiko lonjakan harga minyak juga mulai menurun seiring kembalinya aktivitas pengiriman di kawasan tersebut.
Meski begitu, pasar kripto tidak memberikan respons yang sama. Harga Bitcoin justru masih berada di bawah tekanan karena investor lebih fokus pada faktor makroekonomi yang dianggap lebih berpengaruh terhadap aset digital saat ini.
Baca juga: Trump Sahkan MoU Damai dengan Iran, Harga 7 Altcoin Ini Melonjak Tajam
The Fed dan Arus Keluar ETF Jadi Pemicu Utama
Salah satu faktor terbesar yang membebani Bitcoin adalah hasil rapat Federal Reserve di bawah Ketua baru Kevin Warsh.
Meski suku bunga tidak berubah, The Fed memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat lebih lama.
Proyeksi median suku bunga tahun 2026 bahkan naik menjadi 3,8%, dari sebelumnya 3,4%. Sinyal ini mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dan membuat aset berisiko kehilangan sebagian daya tariknya.

Sumber: SoSoValue
Dampaknya langsung terlihat pada produk ETF Bitcoin spot. Data menunjukkan terjadi arus keluar sebesar $29.37 miliar pada Rabu (17/6) zona waktu EST.
Ketika dana institusi keluar dari pasar, tekanan jual biasanya meningkat karena sebagian investor memilih aset yang menawarkan imbal hasil lebih stabil di tengah suku bunga tinggi.
Kesimpulan
Pembukaan kembali Selat Hormuz dan meredanya konflik AS-Iran memang menjadi kabar positif bagi pasar global.
Namun untuk saat ini, Bitcoin masih lebih dipengaruhi oleh faktor makro seperti kebijakan The Fed, arus dana institusi, dan aktivitas perdagangan derivatif.
Selama sentimen suku bunga tinggi masih mendominasi, pergerakan Bitcoin kemungkinan akan tetap sensitif terhadap data ekonomi dan aliran dana institusional.
Area $62.000 kini menjadi level penting yang akan menentukan arah pergerakan BTC dalam jangka pendek dan sering dianalisis menggunakan konsep support dan resistance Bitcoin.
FAQ
1. Kenapa Bitcoin turun meski Selat Hormuz kembali dibuka?
Karena pasar lebih fokus pada kebijakan Federal Reserve dan arus keluar dana dari ETF Bitcoin dibanding sentimen geopolitik yang membaik.
2. Apa dampak Selat Hormuz terhadap pasar kripto?
Secara tidak langsung, Selat Hormuz memengaruhi harga energi dan inflasi global. Jika harga energi stabil, tekanan inflasi dapat berkurang dan berpotensi membantu aset berisiko.
3. Apa arti ETF Bitcoin mengalami outflow?
Outflow berarti lebih banyak dana keluar daripada masuk. Kondisi ini sering dianggap sebagai sinyal melemahnya minat investor institusional dalam jangka pendek.
4. Mengapa kebijakan The Fed memengaruhi harga Bitcoin?
Suku bunga yang tinggi membuat aset berisiko seperti Bitcoin kurang menarik dibanding instrumen yang menawarkan imbal hasil tetap.
5. Level berapa yang harus diperhatikan investor Bitcoin saat ini?
Area $62.000 menjadi support penting. Jika bertahan, Bitcoin berpotensi rebound. Jika tembus, pasar berisiko menguji area yang lebih rendah.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
