Bitcoin mining resmi memasuki era zetahash pada akhir 2025. Laporan GoMining mencatat hashrate jaringan menembus 1 zetahash per detik (ZH/s) secara konsisten, bukan sekadar lonjakan sesaat.
Pencapaian ini menandai perubahan struktural. Aktivitas mining kini menyerupai infrastruktur energi skala industri, dengan pusat data besar dan investasi perangkat keras agresif.
Namun, di balik skala yang membesar, isu profitabilitas justru jadi masalah untuk miner kelas menengah.
Hashrate Naik, Pendapatan Miner Justru Terjepit
Meski kapasitas komputasi meningkat, pendapatan per unit hashrate turun ke salah satu level terketat dalam sejarah.

Sumber: GoMining
GoMining mencatat margin miner kini hampir sepenuhnya bergantung pada harga Bitcoin dan tingkat kesulitan jaringan.
Bantalan pendapatan lain semakin menipis. Lonjakan fee transaksi nyaris tidak ada, bahkan mempool Bitcoin beberapa kali kosong penuh pada 2025, pertama sejak April 2023.
Artinya, transaksi bisa diproses instan dengan fee terendah. Miner nyaris tidak memperoleh pendapatan tambahan dari fee, dan sepenuhnya bergantung pada block reward.
Baca juga: Investor Veteran: Anjloknya Bitcoin Ancam Emas & Perak Dijual Besar-besaran
Dampak Halving: Fee Gagal Menutup Celah
Pasca-halving, block reward turun menjadi 3,125 BTC. Data menunjukkan fee transaksi menyumbang kurang dari 1% total pendapatan block sepanjang 2025.
Kondisi ini membuat bisnis mining sangat sensitif terhadap harga Bitcoin. Jika harga melemah, tekanan margin langsung terasa tanpa penyangga internal.
Situasi tersebut tercermin pada hashprice, metrik pendapatan harian per unit hashrate. Pada November, hashprice sempat menyentuh $35 per PH per hari, lalu bertahan lemah di sekitar $38, jauh di bawah rata-rata historis.
Harga Shutdown Jadi Titik Tekanan Ekonomi
Dengan biaya listrik sekitar $0,08 per kWh, banyak mesin seri S21 berada di titik impas pada $69.000 – $74.000 per BTC. Di bawah rentang ini, sebagian operasi mulai kehilangan profit operasional.

Sumber: Antpool
Mesin kelas atas masih bertahan di harga lebih rendah. Namun miner kelas menengah menghadapi risiko langsung, termasuk penjualan cadangan Bitcoin atau penghentian mesin.
Level harga ini bukan lantai teknikal. Namun ia menjadi ambang perilaku ekonomi yang bisa memperbesar volatilitas saat likuiditas pasar menipis.
Kesimpulan
Bitcoin mining kini lebih kuat dan lebih besar dari sebelumnya, tetapi juga lebih rapuh terhadap pergerakan harga. Saat hashrate melonjak dan fee memudar, harga Bitcoin menjadi penentu utama stabilitas jaringan.
Level seperti $70.000 menjadi penting bukan karena analisis grafik, melainkan karena struktur biaya nyata di balik jaringan Bitcoin.
FAQ
1. Apa itu era zetahash dalam Bitcoin mining?
Era zetahash menandakan hashrate jaringan Bitcoin melampaui 1 ZH/s, mencerminkan skala industri mining yang jauh lebih besar.
2. Kenapa hashrate naik tapi keuntungan miner turun?
Karena kompetisi meningkat, sementara fee transaksi rendah dan block reward berkurang akibat halving.
3. Apa itu hashprice Bitcoin?
Hashprice adalah pendapatan harian miner per unit hashrate, yang menunjukkan seberapa menguntungkan aktivitas mining secara real time.
4. Kenapa harga $70.000 penting bagi miner?
Di kisaran itu, banyak miner berada di titik impas biaya listrik dan operasional, sehingga tekanan ekonomi meningkat.
5. Apakah mining rugi berarti Bitcoin akan jatuh?
Tidak selalu. Namun tekanan miner bisa memicu penjualan cadangan atau shutdown, yang berpotensi menambah volatilitas pasar.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto — Bitcoin Mining Enters the Zetahash Era as Profitability Tightens, diakses pada 5 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
