Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ) menilai kurangnya privasi transaksi on-chain menjadi salah satu hambatan utama adopsi kripto sebagai alat pembayaran.
Menurutnya, transparansi yang menjadi ciri khas blockchain justru membuat banyak perusahaan ragu menggunakan crypto untuk kebutuhan operasional.
CZ menyebut bahwa tanpa mekanisme perlindungan data yang memadai, bisnis dan institusi besar enggan memproses pembayaran melalui jaringan publik.

Sumber Gambar: X.com
Transparansi Blockchain Dinilai Jadi Hambatan
CZ memberi contoh sederhana, kika sebuah perusahaan membayar gaji karyawan menggunakan crypto secara on-chain, publik dapat melihat seluruh transaksi hanya dengan mengklik alamat pengirim. Dalam kondisi saat ini, siapa pun bisa mengetahui jumlah transfer dan frekuensinya.
“Dengan sistem sekarang, Anda bisa melihat berapa besar gaji setiap orang hanya dari alamat wallet,” ujar CZ dikutip dari Cointelegraph.
Bagi perusahaan, kondisi ini bukan sekadar isu teknis. Informasi transaksi dapat membuka data sensitif seperti struktur pengeluaran, relasi bisnis, hingga kondisi arus kas. Dalam persaingan usaha, data semacam itu berpotensi dimanfaatkan kompetitor.
Karena itu, menurut CZ, privasi bisa menjadi “missing link” dalam mendorong crypto payments ke tahap adopsi massal.
Baca juga berita terbaru: Daftar Negara Bebas Pajak Kripto di 2026, Ini Detailnya
Risiko Keamanan dan Analisis Data
Selain aspek bisnis, CZ juga menyinggung risiko keamanan individu. Transparansi blockchain memungkinkan siapa pun melacak nilai aset dalam suatu wallet. Jika alamat tersebut terhubung dengan identitas tertentu, potensi penyalahgunaan meningkat.
Isu ini makin relevan seiring berkembangnya teknologi analitik blockchain dan kecerdasan buatan. Data transaksi yang terbuka dapat dianalisis secara masif untuk memetakan pola aktivitas finansial, hubungan antar entitas, hingga estimasi kondisi keuangan.
Data on-chain dianggap bisa mengungkap alur kerja perusahaan, mitra dagang, bahkan strategi bisnis. Dalam konteks ini, transparansi absolut dinilai kurang kompatibel dengan kebutuhan korporasi.
Kembali ke Akar Ideologi Kripto
Pernyataan CZ muncul di tengah meningkatnya kembali diskusi soal privasi digital dan prinsip cypherpunk.
Sejak awal, kripto dirancang sebagai sistem pembayaran peer-to-peer tanpa perantara. Namun, perlindungan privasi juga menjadi bagian penting dari filosofi tersebut.
Beberapa proyek blockchain kini mengembangkan teknologi seperti zero-knowledge proof dan shielded transactions untuk meningkatkan kerahasiaan transaksi tanpa mengorbankan keamanan jaringan.
Di sisi lain, transparansi tetap dianggap sebagai kekuatan utama blockchain untuk auditabilitas dan pencegahan manipulasi.
Baca berita selanjutnya: Mantan CTO Ripple Sebut Bitcoin (BTC) Bisa Kolaps Tanpa Quantum Fork
Kesimpulan
Pernyataan Changpeng Zhao menyoroti dilema mendasar dalam ekosistem kripto. Transparansi yang selama ini dipuji sebagai fondasi kepercayaan justru menjadi tantangan ketika crypto ingin digunakan sebagai alat pembayaran skala besar.
Jika industri ingin mendorong adopsi crypto payments oleh perusahaan dan institusi, solusi privasi on-chain perlu berkembang lebih matang.
Tanpa itu, kripto mungkin tetap dominan sebagai aset investasi, tetapi belum sepenuhnya siap menjadi medium of exchange yang digunakan secara luas.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan privasi on-chain dalam crypto?
Privasi on-chain merujuk pada tingkat kerahasiaan data transaksi di jaringan blockchain publik. Dalam banyak blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum, detail transaksi dapat dilihat publik meski tanpa mencantumkan nama asli pengguna. - Mengapa transparansi blockchain bisa jadi masalah untuk bisnis?
Transaksi yang terbuka memungkinkan pihak luar menganalisis arus kas, pola pembayaran, hingga relasi bisnis suatu perusahaan. Bagi korporasi, data ini termasuk informasi sensitif yang seharusnya tidak dapat diakses publik. - Apakah semua cryptocurrency tidak memiliki privasi?
Tidak semua. Beberapa proyek kripto mengembangkan fitur tambahan seperti zero-knowledge proof atau teknologi enkripsi untuk meningkatkan kerahasiaan transaksi. Namun, sebagian besar blockchain utama masih bersifat transparan secara default. - Bagaimana dampak kurangnya privasi terhadap adopsi crypto payments?
Kurangnya perlindungan data dapat membuat institusi besar ragu menggunakan crypto sebagai alat pembayaran. Risiko kebocoran informasi finansial dan keamanan menjadi pertimbangan utama sebelum mengintegrasikan blockchain dalam sistem pembayaran mereka. - Apakah peningkatan privasi bertentangan dengan regulasi?
Ini menjadi tantangan tersendiri. Regulator membutuhkan transparansi untuk mencegah pencucian uang dan aktivitas ilegal. Di sisi lain, pelaku usaha membutuhkan kerahasiaan transaksi. Industri kripto saat ini mencari pendekatan yang bisa menyeimbangkan keduanya. - Apa itu zero-knowledge proof dalam konteks blockchain?
Zero-knowledge proof adalah teknologi kriptografi yang memungkinkan suatu transaksi diverifikasi tanpa membuka detail sensitifnya. Teknologi ini sering disebut sebagai solusi potensial untuk meningkatkan privasi on-chain tanpa mengurangi keamanan jaringan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Blockchain, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
