Waspada DarkGate Malware, Ancaman Baru bagi User Crypto
icon search
icon search

Top Performers

Waspada DarkGate Malware, Ancaman Baru bagi User Crypto

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Waspada DarkGate Malware, Ancaman Baru bagi User Crypto

Waspada DarkGate Malware, Ancaman Baru bagi User Crypto

Daftar Isi

Ancaman terhadap pengguna crypto hari ini tidak selalu datang dalam bentuk pesan mencurigakan yang mudah dikenali. Banyak serangan justru dimulai dari hal yang terlihat biasa, seperti file ZIP yang dikirim lewat email, installer aplikasi yang tampak resmi, tautan meeting kerja, dokumen PDF palsu, atau software trading yang terlihat meyakinkan.

Bagi sebagian orang, risiko terbesar dalam crypto mungkin masih dianggap sebatas lupa password, salah kirim aset, atau terkena phishing.Padahal, modus seperti phishing crypto terus berkembang dan kini sering dipadukan dengan malware yang mampu mencuri akses perangkat secara diam-diam. Malware modern bisa masuk ke perangkat, membaca aktivitas browser, mencuri data login, mengambil session cookie, hingga memberi akses jarak jauh kepada penyerang tanpa disadari korban.

Salah satu nama yang makin sering dibahas dalam ranah keamanan siber adalah DarkGate Malware. Malware ini bukan sekadar program berbahaya biasa. DarkGate dikenal sebagai malware loader dan Remote Access Trojan yang bisa membuka akses ke perangkat korban, mencuri data, menjalankan perintah berbahaya, hingga menjadi pintu masuk bagi serangan lanjutan.

Bagi user crypto, ancaman seperti ini perlu mendapat perhatian lebih serius. Aset digital bergerak cepat, transaksi sulit dibatalkan, dan banyak aktivitas crypto dilakukan melalui browser, wallet extension, aplikasi exchange, email, hingga perangkat pribadi. Ketika perangkat utama sudah terinfeksi, risiko yang muncul bukan hanya kehilangan satu akun, tetapi juga kehilangan akses ke banyak layanan digital sekaligus.

 

Apa Itu DarkGate Malware?

DarkGate Malware adalah jenis malware yang dirancang untuk menyusup ke perangkat korban dan memberi penyerang kemampuan untuk mencuri data, menjalankan perintah, serta mengontrol sistem dari jarak jauh. Dalam banyak laporan keamanan, DarkGate sering disebut sebagai loader dan RAT. Loader berarti malware ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengunduh atau menjalankan malware lain, sedangkan RAT memungkinkan penyerang mengakses perangkat korban secara diam-diam.

Cara kerja seperti ini membuat DarkGate lebih berbahaya dibanding malware sederhana. Malware biasa mungkin hanya menjalankan satu fungsi tertentu, misalnya mencuri password atau merusak file. DarkGate lebih fleksibel karena bisa dipakai untuk berbagai tujuan, mulai dari pencurian kredensial, pencurian data browser, cryptotheft, cryptomining, sampai akses awal sebelum serangan ransomware.

DarkGate juga dikenal karena model penyebarannya yang berkembang seperti layanan. Dalam ekosistem kejahatan siber, model seperti ini sering disebut Malware-as-a-Service. Artinya, malware tidak selalu dipakai langsung oleh pembuatnya. Pihak lain bisa memanfaatkan alat tersebut untuk menjalankan campaign serangan dengan target, metode, dan tujuan yang berbeda.

Bagi user crypto, bagian paling mengkhawatirkan bukan hanya nama malware itu sendiri, tetapi kemampuan yang melekat di dalamnya. DarkGate bisa digunakan untuk mencuri informasi login, membaca aktivitas perangkat, mengambil data browser, dan membuka celah terhadap akses crypto yang tersimpan di perangkat korban.

Karena banyak aktivitas crypto terhubung dengan browser, email, wallet extension, dan aplikasi exchange, satu perangkat yang terinfeksi bisa berubah menjadi titik lemah terbesar. Setelah memahami definisinya, pembahasan berikutnya perlu masuk ke cara DarkGate bisa sampai ke perangkat korban.

 

Cara Kerja DarkGate Malware

Serangan DarkGate biasanya tidak dimulai dengan tampilan yang menyeramkan. Justru sebaliknya, malware seperti ini sering masuk melalui interaksi yang terlihat normal. Korban bisa saja menerima file kerja, membuka tautan palsu, mengunduh aplikasi tiruan, atau mengikuti instruksi dari pihak yang mengaku sebagai tim IT, rekan kerja, klien, atau penyedia layanan.

Pada tahap awal, penyerang berusaha membuat korban melakukan satu tindakan kecil. Misalnya membuka file ZIP, menjalankan installer, mengklik dokumen, atau mengunduh aplikasi remote desktop. Tindakan kecil ini menjadi celah awal bagi malware untuk mulai berjalan di sistem.

DarkGate diketahui sering memakai teknik yang membuat file berbahaya terlihat tidak terlalu mencurigakan. Beberapa campaign menggunakan script seperti AutoIt, payload terenkripsi, obfuscation, atau metode lain untuk menyamarkan aktivitasnya dari sistem keamanan. Tujuannya sederhana, yaitu membuat malware punya waktu cukup untuk aktif sebelum terdeteksi.

Setelah berhasil masuk, malware bisa mulai mengumpulkan informasi dari perangkat. Data yang dicari tidak selalu berupa file besar. Dalam kasus user crypto, data kecil justru bisa sangat bernilai. Cookie browser, token login, password yang tersimpan, riwayat akses, clipboard, session aplikasi, dan informasi wallet extension bisa menjadi target.

Konsep yang perlu kamu pahami adalah session hijacking. Dalam banyak layanan digital, setelah kamu berhasil login, browser menyimpan session agar kamu tidak perlu memasukkan password berulang kali. Jika session ini dicuri, penyerang bisa mencoba masuk sebagai pengguna yang sudah terverifikasi, tanpa harus selalu mengetahui password secara langsung.

Inilah alasan mengapa 2FA tidak selalu cukup jika perangkat sudah terinfeksi. 2FA tetap sangat penting, tetapi perlindungan ini bisa melemah ketika penyerang sudah berada di perangkat yang sama, mencuri session, atau menyalahgunakan browser yang dianggap sebagai perangkat tepercaya.

Setelah melihat cara kerja tersebut, risiko DarkGate bagi user crypto menjadi lebih jelas. Ancamannya bukan hanya soal malware masuk ke laptop, tetapi bagaimana malware itu bisa menyentuh akses yang berkaitan langsung dengan aset digital.

 

Risiko DarkGate bagi Pengguna Crypto

Risiko terbesar DarkGate bagi pengguna crypto adalah kemampuannya untuk menyerang titik yang paling sering dipakai dalam aktivitas crypto sehari-hari, yaitu perangkat dan browser. Banyak orang menjaga password dengan baik, tetapi masih menyimpan banyak akses penting di laptop atau browser yang sama.

Jika malware mencuri data browser, penyerang bisa mendapatkan informasi yang lebih luas dari sekadar username dan password. Mereka dapat melihat session login, cookie, riwayat akses, data autofill, bahkan indikasi layanan crypto apa saja yang sering kamu gunakan.

Pada hot wallet atau browser extension wallet, risikonya bisa lebih sensitif. Wallet yang terhubung ke browser bergantung pada keamanan perangkat. Jika perangkat sudah tidak bersih, setiap interaksi dengan wallet bisa berisiko, mulai dari approval transaksi palsu, manipulasi clipboard, sampai pencurian data yang berkaitan dengan akses wallet.

Akun exchange juga tidak lepas dari risiko. Walaupun exchange biasanya memiliki sistem keamanan berlapis, perangkat pengguna tetap menjadi titik awal yang penting. Jika email, browser, dan device authorization sudah dikuasai penyerang, peluang penyalahgunaan akun bisa meningkat.

Selain aset crypto, data pribadi juga bisa ikut bocor. File identitas, screenshot, email, nomor telepon, data KYC, dokumen kerja, hingga percakapan pribadi bisa menjadi target tambahan. Data seperti ini dapat dipakai untuk serangan lanjutan, social engineering, atau percobaan pengambilalihan akun lain.

Risiko lain yang sering luput adalah perangkat korban bisa dipakai untuk aktivitas berbahaya berikutnya. DarkGate dapat menjadi akses awal bagi penyerang untuk menjalankan malware tambahan, menghubungkan perangkat ke server command-and-control, atau mempersiapkan serangan yang lebih besar.

Karena dampaknya bisa menyebar ke banyak sisi, user crypto tidak cukup hanya tahu nama malware ini. Kamu juga perlu mengenali tanda-tanda awal ketika perangkat mulai menunjukkan aktivitas tidak normal.

 

Tanda Device Kamu Terinfeksi Malware

Malware modern sering bekerja diam-diam. Perangkat yang terinfeksi tidak selalu langsung rusak, mati total, atau menampilkan pesan aneh. Justru banyak malware dirancang agar tetap tersembunyi selama mungkin, karena semakin lama bertahan, semakin banyak data yang bisa diambil.

Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah munculnya aktivitas login yang tidak kamu kenali. Misalnya, akun email memberi notifikasi login dari lokasi asing, browser tiba-tiba logout dari beberapa layanan, atau muncul device baru pada pengaturan keamanan akun.

Tanda lain bisa muncul dari performa perangkat. Laptop terasa lebih lambat, kipas bekerja lebih sering, penggunaan CPU atau memori meningkat tanpa alasan jelas, atau koneksi internet terasa aktif padahal kamu tidak membuka aplikasi berat. Gejala ini tidak selalu berarti malware, tetapi tetap layak diperiksa jika muncul bersamaan dengan aktivitas akun yang mencurigakan.

Pada pengguna crypto, tanda yang lebih serius bisa terlihat dari aktivitas wallet atau exchange. Misalnya, ada approval transaksi yang tidak kamu lakukan, perubahan pengaturan keamanan, email konfirmasi yang tidak kamu minta, atau percobaan withdrawal yang terasa asing.

Kamu juga perlu curiga jika antivirus, Windows Security, browser protection, atau fitur keamanan lain tiba-tiba mati. Beberapa malware memang berusaha melemahkan perlindungan perangkat agar aktivitasnya lebih sulit terdeteksi.

Jika beberapa tanda ini muncul, langkah paling aman adalah menghentikan aktivitas crypto dari perangkat tersebut. Jangan langsung membuka wallet, jangan login ke exchange, dan jangan memasukkan seed phrase. Gunakan perangkat lain yang bersih untuk mengamankan akun, mengganti password, mencabut session aktif, dan mengecek riwayat aktivitas.

Setelah memahami tanda-tandanya, langkah berikutnya adalah membangun kebiasaan keamanan yang lebih kuat agar risiko seperti DarkGate bisa ditekan sejak awal.

 

GooglXIDR - XStocks 2

 

Cara Melindungi Akun Crypto dari DarkGate Malware

Perlindungan terhadap DarkGate tidak bisa hanya bergantung pada satu fitur keamanan. Dalam crypto, keamanan terbaik datang dari kombinasi kebiasaan digital, pengaturan akun, pemisahan perangkat, dan kehati-hatian saat berinteraksi dengan file atau aplikasi.

Langkah pertama adalah menghindari download file dan software asal-asalan. Banyak infeksi malware dimulai dari aplikasi yang terlihat berguna, seperti software trading, aplikasi chart, tool AI, file invoice, dokumen kerja, atau installer palsu. Hindari software bajakan, crack, aplikasi tidak resmi, dan file yang dikirim dari sumber yang tidak jelas.

Langkah kedua adalah memisahkan aktivitas crypto dari aktivitas browsing harian. Jika memungkinkan, gunakan browser khusus untuk crypto dan jangan campur dengan aktivitas umum seperti membuka email acak, mengunduh file, streaming, atau menginstal extension yang tidak perlu. Semakin sedikit exposure, semakin kecil ruang serangan.

Langkah ketiga adalah jangan menyimpan seed phrase, private key, atau backup wallet di browser, notes online, screenshot, chat pribadi, atau folder yang mudah diakses.  Banyak kasus pencurian aset crypto terjadi karena seed phrase tersimpan di perangkat yang sudah terinfeksi malware. Seed phrase sebaiknya disimpan secara offline dengan metode yang aman. Jika seed phrase pernah tersimpan di perangkat yang dicurigai terinfeksi, anggap akses tersebut sudah tidak aman.

Untuk akun exchange, aktifkan lapisan keamanan tambahan. Selain memakai password kuat, penggunaan 2FA juga penting untuk membantu mengurangi risiko pengambilalihan akun saat terjadi kebocoran data login. Gunakan 2FA berbasis authenticator, bukan hanya SMS. Aktifkan anti-phishing code jika tersedia, gunakan whitelist address untuk withdrawal, periksa device aktif secara berkala, dan cabut session yang tidak dikenal.

Hardware wallet juga bisa menjadi pilihan untuk menyimpan aset jangka panjang. Namun, hardware wallet tetap harus digunakan dengan disiplin. Jangan sembarang menyetujui transaksi, jangan memasukkan seed phrase ke website apa pun, dan selalu cek detail transaksi sebelum konfirmasi.

Update sistem operasi, browser, dan aplikasi keamanan juga tidak boleh diabaikan. Banyak serangan memanfaatkan celah lama yang sebenarnya sudah ditambal. Dengan menjaga sistem tetap terbaru, kamu mengurangi peluang malware memanfaatkan kelemahan yang sudah diketahui publik.

Semua langkah ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru kebiasaan sederhana yang sering menentukan apakah sebuah serangan berhasil atau gagal. Apalagi, pola malware di 2026 bergerak semakin cepat dan makin mudah diakses oleh pelaku kejahatan siber.

 

Kenapa Malware Crypto Semakin Berbahaya di 2026?

Malware crypto semakin berbahaya karena nilai aset digital, kebiasaan online pengguna, dan model bisnis kejahatan siber kini saling bertemu. Penyerang tidak harus selalu menjadi ahli teknis tingkat tinggi untuk menjalankan serangan. Dengan model Malware-as-a-Service, alat berbahaya bisa dipakai oleh lebih banyak pelaku dengan modal dan kemampuan yang berbeda-beda.

Selain itu, target serangan juga bergeser. Dulu banyak orang fokus pada pencurian password. Sekarang, penyerang semakin tertarik pada browser session, cookie, token login, dan akses perangkat tepercaya. Hal ini membuat serangan terasa lebih sulit dikenali karena korban mungkin merasa sudah memakai password kuat dan 2FA.

User crypto menjadi target menarik karena transaksi blockchain memiliki karakter yang berbeda dari sistem keuangan tradisional. Ketika aset sudah berpindah ke alamat lain, proses pemulihan tidak mudah. Tidak ada tombol undo di blockchain. Inilah yang membuat serangan terhadap wallet dan akun crypto punya dampak besar.

Perkembangan AI, social engineering, dan fake software juga memperluas permukaan serangan. Penipuan bisa dibuat lebih meyakinkan, pesan phishing bisa terlihat lebih natural, dan halaman palsu bisa menyerupai layanan resmi. Jika user tidak berhati-hati, batas antara file aman dan file jebakan bisa semakin sulit dibedakan.

DarkGate menjadi contoh bahwa ancaman crypto modern tidak hanya berada di website palsu atau link phishing. Ancaman bisa bersembunyi di perangkat, browser, file kerja, software palsu, dan akses remote yang terlihat normal.

Karena itu, keamanan crypto perlu dilihat sebagai kebiasaan harian, bukan tindakan darurat setelah terjadi masalah. Semakin aktif kamu menggunakan crypto, semakin penting untuk menjaga perangkat, browser, email, dan akun utama tetap bersih dari celah yang bisa dimanfaatkan malware.

 

Kesimpulan

DarkGate Malware menunjukkan bahwa ancaman terhadap user crypto sudah bergerak ke level yang lebih senyap dan kompleks. Serangan tidak selalu dimulai dari halaman phishing yang mudah dikenali. Kadang, semuanya bermula dari satu file, satu installer, satu tautan, atau satu instruksi yang terlihat biasa.

Bagi pengguna crypto, perangkat pribadi adalah bagian dari sistem keamanan. Password kuat dan 2FA tetap penting, tetapi keduanya tidak cukup jika laptop, browser, atau session login sudah dikuasai malware. Ketika perangkat menjadi titik lemah, akun exchange, wallet, email, dan data pribadi bisa ikut terdampak.

DarkGate juga menjadi pengingat bahwa keamanan crypto tidak hanya membahas cara menyimpan aset, tetapi juga cara menjaga lingkungan digital tempat aset itu diakses. Browser yang terlalu banyak extension, software bajakan, file sembarangan, dan kebiasaan menyimpan data sensitif di perangkat bisa membuka celah besar.

Cara paling realistis untuk mengurangi risiko adalah membangun disiplin keamanan sejak awal. Gunakan sumber resmi, pisahkan aktivitas crypto, aktifkan proteksi akun, periksa session secara berkala, dan jangan pernah memasukkan seed phrase di perangkat atau website yang tidak benar-benar kamu percaya.

Semakin luas penggunaan crypto, semakin besar pula insentif bagi penyerang untuk mencari celah dari sisi pengguna. DarkGate hanyalah salah satu contoh. Ancaman berikutnya bisa datang dengan nama berbeda, tetapi pola dasarnya tetap sama: menyerang titik yang paling lengah.

 

FAQ

1. Apa itu DarkGate Malware?

DarkGate Malware adalah malware yang dapat berfungsi sebagai loader dan Remote Access Trojan. Sebagai loader, DarkGate bisa membuka jalan bagi malware lain untuk masuk ke perangkat. Sebagai RAT, malware ini dapat memberi penyerang akses jarak jauh untuk menjalankan perintah, mencuri data, dan memantau aktivitas korban.

Bagi user crypto, DarkGate berbahaya karena perangkat yang terinfeksi bisa menyimpan banyak akses penting, mulai dari email, browser session, wallet extension, hingga akun exchange.

2. Apakah DarkGate bisa mencuri wallet crypto?

DarkGate berpotensi membahayakan wallet crypto jika perangkat korban menyimpan akses wallet, session browser, password, atau data sensitif lain. Risiko paling besar biasanya terjadi pada hot wallet atau wallet extension yang terhubung langsung dengan browser.

Malware seperti ini dapat mencuri data browser, memantau aktivitas, membaca input keyboard, atau membantu penyerang mengambil akses yang berkaitan dengan akun crypto. Karena itu, seed phrase dan private key tidak boleh disimpan di browser, notes online, screenshot, atau file lokal yang mudah diakses.

3. Apakah akun crypto tetap bisa dibobol meski memakai 2FA?

Bisa, terutama jika perangkat yang dipakai sudah terinfeksi malware. 2FA tetap penting, tetapi perlindungan ini bisa melemah jika penyerang berhasil mencuri session login, cookie browser, atau mengakses perangkat yang sudah dianggap tepercaya oleh sistem.

Dalam beberapa kasus, penyerang tidak selalu perlu mengetahui password secara langsung. Jika session aktif berhasil dicuri atau perangkat korban bisa dikontrol, akun tetap berisiko disalahgunakan.

4. Bagaimana cara mengetahui laptop terkena malware?

Beberapa tanda yang bisa diperhatikan adalah performa laptop tiba-tiba lambat, muncul login asing, browser sering logout sendiri, antivirus mati tanpa alasan, CPU tinggi saat tidak membuka aplikasi berat, atau muncul aktivitas akun crypto yang tidak kamu lakukan.

Namun, malware modern tidak selalu menunjukkan gejala jelas. Jika kamu merasa pernah membuka file mencurigakan atau mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, sebaiknya segera scan perangkat, ganti password dari device yang bersih, dan cabut session aktif dari akun penting.

5. Apa jenis malware paling berbahaya bagi pengguna crypto?

Jenis malware yang paling berbahaya bagi pengguna crypto biasanya adalah infostealer, RAT, clipboard malware, dan loader. Infostealer bisa mencuri password, cookie, dan data browser. RAT bisa memberi akses jarak jauh kepada penyerang. Clipboard malware bisa mengganti alamat wallet saat kamu menyalin tujuan transaksi. Loader bisa membuka pintu untuk malware lain.

DarkGate berbahaya karena memiliki karakter yang dekat dengan beberapa kategori tersebut, terutama sebagai loader dan RAT yang dapat dipakai untuk pencurian data dan akses awal.

6. Apakah DarkGate menyerang Android dan iPhone?

DarkGate lebih dikenal sebagai malware yang menargetkan sistem Windows melalui file, script, installer, dan teknik social engineering tertentu. Namun, pengguna mobile tetap harus waspada karena serangan terhadap crypto tidak hanya bergantung pada satu nama malware.

Di Android, risiko bisa datang dari APK palsu, aplikasi trading tiruan, fake wallet, atau permission berlebihan. Di iPhone, risiko biasanya lebih banyak muncul dari phishing, profile mencurigakan, pencurian akun, atau social engineering. Jadi, walaupun pola teknisnya berbeda, prinsip keamanannya tetap sama: jangan instal aplikasi dari sumber tidak resmi dan jangan masukkan seed phrase ke halaman apa pun.

7. Kenapa user crypto sering jadi target hacker?

User crypto sering jadi target karena aset digital dapat dipindahkan dengan cepat dan transaksi blockchain sulit dibatalkan. Jika penyerang berhasil mengambil akses wallet atau akun, proses pemulihan bisa jauh lebih rumit dibanding layanan digital biasa.

Selain itu, banyak user crypto memakai browser, email, Telegram, wallet extension, dan exchange dalam satu perangkat yang sama. Kebiasaan ini membuat perangkat pribadi menjadi target bernilai tinggi bagi malware.

8. Bagaimana cara melindungi wallet crypto dari malware?

Cara terbaik adalah memisahkan aktivitas crypto dari aktivitas browsing harian, menggunakan sumber resmi saat mengunduh aplikasi, menghindari software bajakan, tidak menyimpan seed phrase secara digital, dan memakai 2FA berbasis authenticator untuk akun penting.

Untuk aset jangka panjang, pertimbangkan penggunaan hardware wallet. Selain itu, rutin cek session aktif, aktifkan whitelist withdrawal jika tersedia, update sistem, dan lakukan scan keamanan secara berkala. Keamanan wallet tidak hanya bergantung pada wallet itu sendiri, tetapi juga pada kebersihan perangkat yang kamu pakai untuk mengaksesnya.

 

Itulah informasi menarik tentang DarkGate yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
ALITAS/IDR
Alitas
3
50%
EDENA/IDR
Edena
696
33.85%
SYN/IDR
Synapse
6.661
32.69%
FUN/IDR
FUNToken
48
31.65%
Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
CHT/IDR
CyberHarbo
2
-33.33%
GXC/IDR
GXChain
1.434
-28.62%
DEFI/IDR
DeFi
3
-25%
KERNEL/IDR
KernelDAO
600
-24.53%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

GBTC vs Bitcoin: Kenapa Harganya Bisa Berbeda?
25/06/2026
GBTC vs Bitcoin: Kenapa Harganya Bisa Berbeda?

Di pasar crypto, ada satu fenomena yang sering bikin bingung

25/06/2026
Trust Wallet vs Atomic, Siapa Lebih Unggul?
25/06/2026
Trust Wallet vs Atomic, Siapa Lebih Unggul?

Di tengah berkembangnya ekosistem crypto yang semakin bergerak ke arah

25/06/2026
Uniswap vs MetaMask: DEX vs Wallet yang Saling Terhubung

Perkembangan ekosistem kripto dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi sekadar