Apa Itu Demurrage Crypto? Cara Kerja & Dampaknya
icon search
icon search

Top Performers

Demurrage Crypto: Mengapa Ada Token yang Nilainya Terus Berkurang?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Demurrage Crypto: Mengapa Ada Token yang Nilainya Terus Berkurang?

Apa Itu Demurrage Crypto? Cara Kerja & Dampaknya

Daftar Isi

Sebagian besar orang membeli aset kripto dengan harapan nilainya akan meningkat seiring waktu. Namun, ternyata ada model token yang justru dirancang agar jumlah atau nilainya terus berkurang jika terlalu lama disimpan. Mekanisme ini dikenal sebagai demurrage.

Sekilas konsep tersebut terdengar bertentangan dengan tujuan investasi. Padahal, dalam dunia blockchain, demurrage bukan dibuat untuk merugikan pemilik token, melainkan sebagai strategi tokenomics agar aset terus digunakan di dalam ekosistem, bukan hanya ditimbun sebagai alat spekulasi.

Memahami cara kerja demurrage penting karena menunjukkan bahwa tidak semua proyek kripto memiliki tujuan yang sama. 

Perbedaan tersebut merupakan bagian dari tokenomics crypto, yaitu cara sebuah proyek merancang fungsi dan insentif token di dalam ekosistemnya. 

Ada blockchain yang dirancang sebagai penyimpan nilai (store of value), ada yang berfokus pada utilitas jaringan, dan ada pula yang sengaja mendorong perputaran aset melalui mekanisme seperti demurrage.

 

Mengapa Demurrage Menjadi Topik Penting dalam Crypto?

Selama ini, sebagian besar diskusi mengenai tokenomics lebih banyak membahas burning token, staking, halving, atau inflasi. Padahal, demurrage menawarkan pendekatan yang berbeda.

Alih-alih memberikan insentif kepada pengguna untuk menyimpan aset selama mungkin, demurrage justru mendorong token agar terus berpindah tangan dan digunakan dalam aktivitas ekonomi.

Konsep ini menjadi relevan karena salah satu tantangan terbesar banyak proyek blockchain adalah rendahnya tingkat penggunaan token setelah distribusi awal. Ketika sebagian besar token hanya disimpan dalam dompet, aktivitas ekonomi di dalam ekosistem ikut melambat.

Melalui demurrage, pengembang mencoba mengubah perilaku tersebut dengan menciptakan insentif agar pengguna lebih aktif melakukan transaksi, pembayaran, atau berpartisipasi dalam layanan yang tersedia di jaringan.

Singkatnya, demurrage bukan hanya soal penyusutan nilai, tetapi tentang bagaimana desain token dapat memengaruhi perilaku penggunanya.

 

Cara Kerja Demurrage dalam Blockchain

Berbeda dengan biaya administrasi yang dibayar secara manual, demurrage biasanya diterapkan melalui smart contract, yaitu program yang secara otomatis menjalankan aturan yang telah ditetapkan di dalam protokol blockchain tanpa memerlukan campur tangan pihak ketiga

Secara sederhana, sistem akan mengenakan biaya kepemilikan (holding cost) terhadap token yang disimpan dalam periode tertentu. Akibatnya, jumlah efektif token akan berkurang secara bertahap sesuai aturan yang telah ditentukan.

Sebagai ilustrasi sederhana:

  • Hari pertama: 100 token
  • Setelah periode tertentu: 99,8 token
  • Beberapa bulan kemudian: 99 token
  • Setelah satu tahun: jumlah token menjadi lebih kecil dibanding saat pertama diterima

Besarnya pengurangan dapat berbeda pada setiap proyek. Ada yang menerapkan penyusutan harian, mingguan, hingga tahunan.

Yang perlu dipahami, tujuan mekanisme ini bukan sekadar mengurangi saldo pengguna, melainkan menciptakan biaya karena tidak menggunakan aset tersebut.

 

Mengapa Ada Token yang Sengaja Kehilangan Nilai?

Pertanyaan terbesar justru bukan “bagaimana”, melainkan mengapa ada proyek yang memilih desain seperti ini?

Jawabannya berkaitan dengan konsep velocity of money, yaitu seberapa cepat suatu aset berpindah dari satu pengguna ke pengguna lain.

Semakin sering token digunakan, semakin tinggi aktivitas ekonomi yang terjadi di dalam ekosistem blockchain tersebut.

Sebaliknya, apabila seluruh pengguna hanya menyimpan token tanpa pernah menggunakannya, maka fungsi token sebagai alat transaksi menjadi berkurang. Blockchain mungkin tetap berjalan, tetapi utilitas ekonominya menjadi rendah.

Dengan kata lain, demurrage mencoba menggeser fokus token dari sekadar aset investasi menjadi alat pertukaran yang aktif digunakan.

 

Kapan Demurrage Menjadi Relevan?

Tidak semua blockchain membutuhkan mekanisme ini. Demurrage lebih relevan diterapkan pada proyek yang mengutamakan aktivitas ekonomi dibanding penyimpanan nilai.

Beberapa contohnya meliputi:

  • jaringan pembayaran komunitas;
  • proyek Universal Basic Income (UBI);
  • token ekonomi lokal berbasis blockchain;
  • ekosistem DAO yang menginginkan perputaran dana lebih aktif;
  • proyek eksperimental yang menguji model ekonomi alternatif.

Sebaliknya, blockchain yang mengusung narasi kelangkaan aset biasanya tidak menggunakan pendekatan ini.

 

Mengapa Bitcoin dan Ethereum Tidak Menggunakan Demurrage?

Inilah perbandingan yang sering terlewat dalam banyak pembahasan.

Bitcoin (BTC to IDR) dibangun dengan filosofi kelangkaan digital. Pasokannya dibatasi maksimal 21 juta BTC sehingga banyak investor melihatnya sebagai penyimpan nilai dalam jangka panjang.

Ethereum juga tidak menerapkan demurrage. Fokus utamanya adalah menyediakan infrastruktur bagi aplikasi terdesentralisasi, sementara pengelolaan pasokan dilakukan melalui mekanisme lain seperti biaya transaksi yang dibakar (burning) dan perubahan jumlah ETH yang beredar sesuai aktivitas jaringan.

Artinya, kedua blockchain tersebut memiliki tujuan ekonomi yang berbeda dibanding proyek yang memilih menggunakan demurrage.

 

Dampak Demurrage terhadap Pengguna

Mekanisme ini dapat memberikan dampak yang berbeda tergantung tujuan penggunaan token.

Bagi pengguna yang aktif bertransaksi, demurrage dapat mendorong ekosistem menjadi lebih hidup karena token terus beredar.

Namun, bagi investor yang terbiasa membeli lalu menyimpan aset dalam jangka panjang, model seperti ini tentu menjadi kurang menarik karena kepemilikan mereka dapat berkurang seiring waktu.

Dari sisi proyek, demurrage juga dapat meningkatkan utilitas token apabila benar-benar diimbangi dengan layanan yang membuat pengguna memiliki alasan untuk terus menggunakannya.

Sebaliknya, jika utilitas ekosistem masih rendah, penyusutan token justru berpotensi membuat pengguna meninggalkan proyek tersebut.

Dengan kata lain, demurrage bukan solusi universal, melainkan salah satu pilihan desain tokenomics.

 

Kesalahan yang Sering Dipahami tentang Demurrage

Masih banyak anggapan yang kurang tepat mengenai konsep ini.

Kesalahan pertama adalah menganggap demurrage sama dengan inflasi. Padahal keduanya berbeda.

Inflasi berkaitan dengan bertambahnya jumlah uang yang beredar, sedangkan demurrage merupakan biaya atas kepemilikan aset dalam jangka waktu tertentu.

Kesalahan kedua adalah menganggap demurrage sebagai bug atau kesalahan sistem. Faktanya, mekanisme tersebut justru dirancang sejak awal sebagai bagian dari aturan ekonomi token.

Kesalahan lainnya adalah mengira seluruh aset kripto dapat menerapkan model ini. Pada kenyataannya, penerapan demurrage sangat bergantung pada tujuan ekonomi masing-masing proyek blockchain.

 

Insight yang Jarang Dibahas: Demurrage Bukan Soal Harga, tetapi Perilaku

Banyak artikel berhenti pada penjelasan bahwa demurrage membuat token terus berkurang. Padahal inti konsep ini jauh lebih dalam.

Demurrage sebenarnya merupakan alat untuk mengubah perilaku pengguna.

Dalam tokenomics modern, setiap mekanisme dirancang untuk menciptakan insentif tertentu. Staking mendorong pengguna mengunci aset demi menjaga keamanan jaringan. Burning bertujuan mengelola pasokan agar lebih langka. 

Sementara itu, demurrage dirancang agar pengguna memiliki alasan untuk terus memakai token, bukan sekadar menyimpannya.

Artinya, yang sedang dirancang bukan hanya ekonomi sebuah aset, melainkan juga perilaku para penggunanya.

Inilah alasan mengapa demurrage masih menjadi eksperimen menarik dalam dunia blockchain. Model ini mungkin tidak cocok diterapkan pada aset yang berfungsi sebagai penyimpan nilai, tetapi bisa menjadi pilihan bagi ekosistem yang lebih mengutamakan transaksi dan utilitas.

 

Kesimpulan

Demurrage menunjukkan bahwa tidak semua aset kripto dibuat dengan filosofi yang sama

Jika Bitcoin berfokus pada kelangkaan dan penyimpanan nilai, maka demurrage justru mengedepankan sirkulasi aset agar aktivitas ekonomi di dalam ekosistem tetap berjalan.

Karena itu, memahami demurrage bukan sekadar mengenal istilah baru dalam blockchain. 

Konsep ini membantu kita melihat bahwa desain tokenomics adalah cara pengembang membentuk perilaku pengguna, mulai dari mendorong orang menyimpan aset, berpartisipasi dalam jaringan, hingga aktif menggunakan token dalam berbagai transaksi. 

Memahami perbedaan filosofi tersebut akan memudahkan investor maupun pengguna menilai apakah suatu proyek memang sesuai dengan tujuan dan cara penggunaan yang mereka harapkan.

 

Itulah informasi menarik tentang Demurrage yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

 

FAQ

Apakah demurrage berarti harga token pasti turun?

Tidak. Demurrage berkaitan dengan mekanisme penyusutan kepemilikan atau biaya atas penyimpanan token, sedangkan harga di pasar tetap dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran.

Apakah Bitcoin menggunakan demurrage?

Tidak. Bitcoin dirancang sebagai aset dengan pasokan terbatas yang lebih berfokus pada penyimpanan nilai (store of value).

Apa perbedaan demurrage dengan burning token?

Burning mengurangi jumlah token yang beredar secara permanen, sedangkan demurrage mengenakan biaya atau penyusutan terhadap token yang disimpan sesuai aturan protokol.

Mengapa proyek blockchain menggunakan demurrage?

Tujuan utamanya adalah mendorong token terus digunakan dalam aktivitas ekonomi sehingga sirkulasinya tetap tinggi dan utilitas ekosistem meningkat.

Apakah semua proyek kripto cocok menggunakan demurrage?

Tidak. Mekanisme ini lebih sesuai untuk ekosistem yang mengutamakan penggunaan token sebagai alat transaksi atau utilitas, bukan sebagai aset yang diharapkan terus disimpan dalam jangka panjang.

 

Author: AL 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
ACE/IDR
Fusionist
2.471
102.21%
PROM/IDR
Prom
31.282
33.01%
AVA/IDR
AVA
185
32.14%
SENT/IDR
Sentient
298
26.9%
PUMP/IDR
Pump.fun
36
24.45%
Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
DVI/IDR
Dvision Ne
1
-50%
UW3S/IDR
Utility We
2
-33.33%
FLOKI/USDT
Floki
0
-22.04%
D/IDR
DAR Open N
41
-21.15%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Commingling dalam Crypto: Risiko Tersembunyi di Balik Shared Wallet 
20/07/2026
Commingling dalam Crypto: Risiko Tersembunyi di Balik Shared Wallet 

Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana sebuah crypto exchange dapat menyimpan aset

20/07/2026
Demurrage Crypto: Mengapa Ada Token yang Nilainya Terus Berkurang?
20/07/2026
Demurrage Crypto: Mengapa Ada Token yang Nilainya Terus Berkurang?

Sebagian besar orang membeli aset kripto dengan harapan nilainya akan

20/07/2026
Bitstream dalam Blockchain: Bagaimana Data Transaksi Crypto Dikirim?
17/07/2026
Bitstream dalam Blockchain: Bagaimana Data Transaksi Crypto Dikirim?

Pernahkah kamu bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi setelah menekan tombol

17/07/2026