Analis kripto Michaël van de Poppe menyoroti pola makro yang dinilai berulang: emas reli lebih dulu, lalu Bitcoin mencatat kenaikan besar setelahnya.
Analisis ini didasarkan pada perbandingan siklus historis dan pergeseran aliran modal saat ketegangan makro meningkat.
Menurutnya, emas dan Bitcoin bukan aset yang saling meniadakan. Keduanya justru bergerak berurutan, mencerminkan perubahan preferensi investor dari aset defensif ke aset berisiko lebih tinggi ketika selera risiko kembali.
Bukti Historis: 2016 – 2017 dan 2020
The best representation in the space.
It’s just not only #Bitcoin and Gold, it’s a whole shift of macroeconomic momentum.
During the run in 2017, prior to that, Gold consolidated for a little, after reaching its high in 2016.
After that, an enormous rally on #Bitcoin.
In… pic.twitter.com/NZ555to4mM
— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) January 4, 2026
Van de Poppe menunjuk periode 2016 – 2017 sebagai contoh jelas. Saat itu, emas mencapai puncak lebih dulu dan memasuki fase konsolidasi, lalu Bitcoin memulai bull run yang menjadi penanda siklus.
Pola serupa muncul pada 2020. Emas mencetak rekor tertinggi, berhenti sejenak, dan setelahnya Bitcoin memasuki fase ekspansi multi-tahun.
Dalam kedua kasus, modal defensif “diserap” emas lebih dahulu sebelum berotasi ke kripto.
Baca juga: Pasar Kripto Hijau Lagi! Kenapa Harga Bitcoin, Ethereum, dan XRP Melonjak?
Sinyal Saat Ini: Jendela Rotasi Terbuka
Data terbaru menunjukkan emas kembali berada di level tinggi dan terlihat semakin extended. Secara historis, fase ini kerap diikuti ambil untung dan konsolidasi, bukan kelanjutan reli instan.
Van de Poppe menekankan bahwa sinyal ini bukan spesifik Bitcoin, melainkan gambaran pergeseran makro. Ketika ketidakpastian mereda, likuiditas cenderung bergerak dari safe haven menuju aset pertumbuhan.
Ia memperkirakan 1,5 hingga 2 tahun ke depan bisa menjadi periode penting bagi Bitcoin dan pasar kripto jika pola lama terulang.
Intinya sederhana: emas sering bergerak lebih dulu, namun Bitcoin kerap mencatat pergerakan yang lebih besar setelah rotasi dimulai.
Kesimpulan
Analisis ini menegaskan bahwa reli emas bukan akhir cerita bagi kripto.
Jika sejarah berulang, konsolidasi emas justru membuka jalan bagi fase ekspansi Bitcoin, seiring arus modal global berpindah dari defensif ke pertumbuhan.
FAQ
- Apa maksud “emas naik dulu, Bitcoin menyusul”?
Itu menggambarkan urutan pergerakan modal: investor masuk ke emas saat defensif, lalu beralih ke Bitcoin ketika selera risiko pulih. - Kenapa emas sering jadi pemicu awal?
Karena emas berfungsi sebagai safe haven saat ketidakpastian makro meningkat, sehingga menyerap modal lebih cepat. - Apakah pola ini selalu terjadi?
Tidak selalu, namun dua siklus besar (2016–2017 dan 2020) menunjukkan pola yang konsisten. - Apa arti konsolidasi emas bagi Bitcoin?
Konsolidasi emas sering menandai ruang rotasi modal ke aset berisiko lebih tinggi seperti kripto. - Kapan dampaknya bisa terlihat?
Menurut analisis, 1,5–2 tahun ke depan menjadi jendela yang krusial jika pola historis berulang.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
ETHNews – Gold Rallies First – Then Bitcoin Takes Over, Analyst Says, diakses pada 5 Januari 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
