Harga Ethereum (ETH) masih berada di bawah tekanan setelah anjlok sekitar 60% dari puncaknya di 2025.
Namun, sejumlah indikator on-chain terbaru justru menunjukkan pasar kemungkinan sudah mendekati titik terendah pada siklus ini.
Empat metrik utama mulai membentuk pola yang sebelumnya selalu muncul di fase akhir penurunan. Meski begitu, belum semua sinyal mendukung kenaikan cepat dalam waktu dekat.
1. Holder Lama Mulai Kehilangan Keuntungan

Sumber Gambar: Glassnode
Data dari Glassnode menunjukkan bahwa long-term holders (LTH) Ethereum kini berada di ambang kerugian.
Indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) turun drastis dari zona optimisme di kisaran 0,65 saat ETH masih diperdagangkan di atas $4.900 pada 2025, menjadi hanya sekitar 0,05–0,15 saat ini.
Angka tersebut sangat dekat dengan nol, yang berarti sebagian besar holder lama sudah tidak lagi menikmati keuntungan signifikan.
Secara historis, kondisi ini sering muncul saat pasar mendekati titik terendah. Ketika investor jangka panjang hampir tidak memiliki profit, tekanan jual biasanya mulai mereda karena tidak ada lagi insentif untuk panic selling.
Baca juga berita lainnya: Ethereum Semakin Melemah, 3 Indikator Ini Harus Ditembus untuk Rally
2. Harga ETH Kini Setara Biaya Rata-rata Investor

Sumber Gambar: Glassnode
Selain itu, data realized price memperlihatkan kondisi yang tidak kalah penting.
Saat ini, realized price Ethereum berada di kisaran $2.000–$2.100, sementara harga pasar ETH diperdagangkan sekitar $2.044. Artinya, rata-rata investor berada di posisi impas.
Fenomena ini sangat jarang terjadi dan sebelumnya hanya muncul di fase bear market besar seperti 2018 dan 2022.
Pada dua periode tersebut, harga sempat bertahan di sekitar realized price sebelum akhirnya memasuki fase akumulasi besar yang diikuti kenaikan jangka panjang.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa Ethereum sedang berada di area kritis: bertahan di atas level ini bisa menguatkan indikasi bottom, sementara penurunan di bawahnya berpotensi memicu fase kapitulasi lanjutan.
3. Mayoritas Investor Masih Rugi

Sumber Gambar: Santiment
Indikator lain yang memperkuat narasi ini adalah Market Value to Realized Value (MVRV).
Saat ini, MVRV Ethereum berada di level -11,33%. Ini berarti rata-rata holder ETH sedang mengalami kerugian lebih dari 11%.
Angka negatif seperti ini tergolong jarang dan dalam banyak kasus sebelumnya menjadi sinyal bahwa aset sedang undervalued.
Sebagai perbandingan, pada puncak siklus 2025, MVRV sempat berada di atas 90%, mencerminkan euforia pasar. Kini, kondisi tersebut berbalik total.
Meski begitu, MVRV negatif tidak selalu berarti harga langsung naik. Dalam beberapa kasus, fase ini bisa berlangsung cukup lama sebelum tren benar-benar berbalik.
4. Permintaan Retail Melemah, Jadi Faktor Penahan

Sumber Gambar: CryptoQuant
Di tengah sinyal bottom yang semakin kuat, satu indikator justru memberikan peringatan.
Korea Premium Index, yang sering digunakan untuk mengukur minat retail Asia, berada di zona negatif antara -1 hingga -2.
Sebelumnya, indeks ini sempat berada di level positif +3 hingga +4 pada awal 2026, menandakan adanya permintaan tinggi dari investor Korea.
Kini, kondisi tersebut berbalik. Harga di Korea justru lebih rendah dibanding pasar global, yang menunjukkan tekanan jual dan minimnya minat beli.
Situasi ini penting karena pasar retail, khususnya dari Asia, sering menjadi pendorong utama kenaikan harga dalam jangka pendek.
Tanpa dorongan permintaan baru, potensi kenaikan ETH cenderung lebih lambat dan tidak agresif.
Baca berita selanjutnya: Ethereum Sudah Lewati Fase Terburuk? BitMine Mulai Borong Besar-Besaran
Apakah Ethereum Sudah Benar-benar Bottom?
Jika keempat indikator tersebut digabungkan, gambaran yang muncul cukup jelas.
Ethereum saat ini berada dalam fase kapitulasi, di mana:
- Holder jangka panjang hampir tidak untung
- Harga mendekati biaya rata-rata pasar
- Mayoritas investor mengalami kerugian
- Sentimen retail masih lemah
Dalam siklus sebelumnya, kombinasi seperti ini hampir selalu muncul di sekitar titik terendah. Namun, perbedaan utama kali ini adalah lemahnya permintaan baru.
Tanpa katalis tambahan, baik dari sisi makro, institusional, maupun sentimen pasar, kenaikan kemungkinan tidak akan terjadi secara cepat.
Kesimpulan
Data on-chain menunjukkan bahwa Ethereum berada di fase paling tertekan dalam siklusnya, kondisi yang secara historis sering menjadi dasar pembentukan bottom.
Namun, absennya minat beli dari investor retail menjadi faktor yang bisa memperlambat pemulihan.
Dengan kata lain, ETH mungkin sudah mendekati titik terendah, tetapi fase kenaikan berpotensi berlangsung bertahap, bukan lonjakan cepat.
FAQ
- Apa itu bottom dalam siklus harga kripto?
Bottom adalah titik terendah harga dalam satu siklus pasar sebelum tren berbalik naik. Biasanya ditandai dengan sentimen negatif dan banyak investor mengalami kerugian. - Apakah Ethereum sudah pasti mencapai bottom?
Belum ada kepastian. Meski indikator on-chain menunjukkan sinyal kuat mendekati bottom, harga masih bisa bergerak sideways atau turun sebelum benar-benar naik. - Apa arti MVRV negatif pada Ethereum?
MVRV negatif berarti rata-rata investor sedang rugi. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda aset undervalued dan berpotensi rebound dalam jangka panjang. - Kenapa realized price penting dalam analisis Ethereum?
Realized price menunjukkan harga rata-rata beli seluruh investor. Jika harga pasar mendekati level ini, berarti mayoritas investor berada di titik impas, yang sering menjadi area akumulasi. - Apa pengaruh Korea Premium terhadap harga ETH?
Korea Premium mencerminkan minat investor retail Asia. Jika negatif, artinya permintaan lemah dan bisa menghambat kenaikan harga dalam jangka pendek. - Kapan Ethereum bisa mulai naik lagi?
Kenaikan biasanya membutuhkan katalis seperti peningkatan demand, sentimen positif, atau faktor makro. Tanpa itu, harga cenderung bergerak naik secara perlahan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CCN – These 4 Charts Suggest That Ethereum (ETH) Price Has Hit Peak Pain This Cycle, diakses pada 30 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


