Hollywood kembali mengangkat misteri terbesar di industri kripto ke layar lebar.
Film thriller berjudul Killing Satoshi dikabarkan dibintangi Gal Gadot dan diproduksi dengan pendekatan tidak biasa, yakni memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam hampir seluruh proses visualnya.
Proyek ini disutradarai Doug Liman, sosok di balik film The Bourne Identity, dan turut menghadirkan aktor seperti Casey Affleck serta Pete Davidson.
Film ini langsung mencuri perhatian karena bukan hanya mengangkat sosok Satoshi Nakamoto, tetapi juga mengubah cara produksi film skala besar.
Produksi Cepat, Biaya Dipangkas Drastis
Salah satu hal paling mencolok dari Killing Satoshi adalah durasi produksinya. Film ini hanya menjalani proses syuting selama 20 hari, jauh lebih cepat dibandingkan film Hollywood pada umumnya yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Teknologi AI digunakan untuk menggantikan sebagian besar elemen produksi tradisional, termasuk latar dan pencahayaan.
Tim produksi membangun panggung sederhana dengan dinding kosong, lalu seluruh set visual ditambahkan pada tahap pascaproduksi menggunakan AI. Pendekatan ini memberikan dampak signifikan pada anggaran.
Jika diproduksi secara konvensional, film dengan skenario yang mencakup sekitar 200 lokasi global seperti Antartika, Las Vegas, dan Antigua diperkirakan membutuhkan biaya hingga US$300 juta. Dengan bantuan AI, anggaran tersebut berhasil ditekan menjadi sekitar US$70 juta.
Meski begitu, penggunaan AI dalam industri kreatif masih memunculkan perdebatan, terutama terkait aspek orisinalitas, lapangan kerja, dan kualitas artistik.
Baca juga berita terbaru: Halving Bitcoin 2028 Sudah 50%, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Skala Produksi Tetap Besar Meski Berbasis AI
Meski mengandalkan teknologi, proyek ini tetap melibatkan banyak tenaga manusia. Tercatat ada 107 pemeran dan 154 kru yang terlibat selama proses syuting.
Selain itu, sekitar 55 seniman AI akan bekerja dalam tahap pascaproduksi selama kurang lebih 30 minggu.
Pihak produksi menegaskan bahwa penggunaan AI bukan berarti menggantikan manusia sepenuhnya, melainkan mengubah cara kerja industri film dengan kombinasi teknologi dan kreativitas manusia.
Misteri Satoshi Kembali Jadi Sorotan
Di luar aspek teknis, kekuatan utama film ini tetap terletak pada ceritanya. Killing Satoshi berpusat pada topik yang sudah lebih dari satu dekade belum terjawab mengenai siapa sebenarnya pencipta Bitcoin (BTC).
Minat publik terhadap topik ini kembali meningkat setelah laporan investigasi dari New York Times yang menyebut Adam Back, CEO Blockstream, sebagai kandidat kuat Satoshi Nakamoto.
Laporan tersebut mengacu pada kesamaan gaya bahasa, timeline, serta kontribusi awal Back dalam pengembangan Hashcash.
Namun, Adam Back secara tegas membantah klaim tersebut dan menyebutnya tidak memiliki bukti kriptografis yang kuat.
Selain Back, nama-nama lain seperti Hal Finney, Nick Szabo, hingga Peter Todd juga pernah disebut dalam berbagai teori sebelumnya.
Kesimpulan
Killing Satoshi bukan sekadar film thriller tentang Bitcoin, tetapi juga representasi perubahan besar dalam industri film.
Di satu sisi, film ini mengangkat kembali misteri Satoshi Nakamoto yang belum terpecahkan. Di sisi lain, penggunaan AI dalam produksi membuka babak baru dalam cara cerita besar diciptakan dan disajikan.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin film-film di masa depan akan lebih banyak diproduksi dengan pendekatan serupa, menggabungkan teknologi dan kreativitas dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
FAQ
- Apa itu film Killing Satoshi?
Killing Satoshi adalah film thriller bertema Bitcoin yang mengangkat misteri identitas Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin yang hingga kini belum diketahui secara pasti. - Siapa saja pemeran dalam film Killing Satoshi?
Film ini dibintangi Gal Gadot, Casey Affleck, dan Pete Davidson, serta disutradarai oleh Doug Liman yang dikenal lewat film aksi populer. - Bagaimana AI digunakan dalam produksi film ini?
AI digunakan untuk membuat latar, pencahayaan, dan berbagai elemen visual lainnya. Proses syuting dilakukan di studio sederhana, sementara detail visual ditambahkan saat pascaproduksi. - Kenapa film ini hanya butuh 20 hari syuting?
Karena banyak elemen produksi digantikan oleh AI, proses syuting jadi lebih sederhana dan cepat. Lokasi yang biasanya membutuhkan perjalanan bisa dibuat secara digital. - Kenapa misteri Satoshi Nakamoto kembali ramai dibahas?
Minat publik meningkat setelah muncul laporan terbaru yang mencoba mengaitkan identitas Satoshi dengan tokoh tertentu, meski belum ada bukti kuat yang mengonfirmasi hal tersebut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- YellowNews – Killing Satoshi: Bitcoin Thriller Starring Gal Gadot Was Shot In Just 20 Days Using AI, diakses pada 17 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Satoshi Nakamoto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
