Perusahaan manajer aset, Grayscale, menilai sejumlah protocol crypto penghasil pendapatan masih diperdagangkan pada valuasi yang menarik meski memiliki fundamental yang kuat.
Menurut perusahaan tersebut, potensi disahkannya CLARITY Act dalam waktu dekat dapat menjadi katalis yang mendorong nilai berbagai aset tersebut.
“Sebagian besar aplikasi onchain dengan pendapatan tertinggi tersebut telah menghasilkan arus kas nyata, memiliki biaya operasional yang rendah, serta diperdagangkan pada kelipatan valuasi satu digit (single-digit multiples). Dengan potensi disahkannya CLARITY Act dalam beberapa pekan ke depan, kami menilai kondisi saat ini menjadi titik masuk (entry point) yang menarik bagi investor,” tulis Grayscale.
Hyperliquid Pimpin Daftar Protocol Berpendapatan Terbesar

Sumber Gambar: Grayscale
Berdasarkan data Grayscale yang mengacu pada DeFiLlama dan Artemis per 24 Juni 2026, Hyperliquid (HYPE) menjadi protocol dengan pendapatan terbesar dalam 12 bulan terakhir, yakni mencapai US$871 juta.
Di bawahnya terdapat Pump.fun (PUMP) dengan pendapatan sekitar US$459 juta, disusul PancakeSwap (CAKE) sebesar US$322 juta dan Sky (SKY) sebesar US$248 juta.
Posisi berikutnya ditempati Jupiter (JUP) dengan pendapatan US$130 juta, Aave (AAVE) sebesar US$125 juta, Aerodrome (AERO) sebesar US$124 juta, serta World Liberty Financial (WLFI) yang mencatat pendapatan sekitar US$105 juta.
Sementara itu, daftar 15 besar juga diisi oleh Lido Finance (LDO), Meteora (MET), Ether.fi (ETHFI), Lighter (LIT), Collector Crypt (CARDS), Uniswap (UNI), dan Raydium (RAY).
Baca juga berita terkait: Whale Borong 3 Altcoin Ini Saat Memasuki Juli 2026, Ada Favorit Baru?
Banyak Protocol Diperdagangkan dengan Valuasi Rendah
Grayscale menilai sebagian besar protocol tersebut masih diperdagangkan pada trailing 12-month revenue multiple yang relatif rendah.
Beberapa bahkan hanya berada di kisaran 1x hingga 9x, seperti Pump.fun, PancakeSwap, Meteora, Collector Crypt, Aerodrome, Jupiter, dan Lido Finance.
Sebagai perbandingan, revenue multiple merupakan rasio yang membandingkan nilai pasar suatu aset dengan total pendapatan yang dihasilkannya selama 12 bulan terakhir.
Semakin rendah angkanya, semakin murah valuasi aset tersebut relatif terhadap kemampuan menghasilkan pendapatan, meski faktor lain tetap perlu diperhitungkan.
Menurut Grayscale, banyak protocol blockchain juga tidak memiliki biaya operasional yang besar. Karena itu, jika dinilai berdasarkan laba maupun arus kas, valuasinya dinilai masih cukup menarik dari sisi fundamental.
CLARITY Act Berpotensi Jadi Katalis Baru
Selain faktor valuasi, Grayscale juga menyoroti potensi disahkannya CLARITY Act sebagai katalis yang dapat membuka nilai lebih besar bagi sektor ini.
“Secara spesifik, CLARITY akan membantu mendorong pertumbuhan aset tokenisasi dan keuangan onchain,” sebut laporan Grayscale.
Apabila regulasi tersebut disahkan, industri crypto diperkirakan akan memiliki kerangka hukum yang lebih jelas, terutama bagi aset digital yang digunakan dalam layanan keuangan.
Hal ini diyakini dapat mempercepat pertumbuhan aset tokenisasi (tokenized assets) serta aktivitas on chain finance.
Grayscale menambahkan bahwa hampir seluruh protocol dengan pendapatan terbesar saat ini bergerak di sektor layanan keuangan blockchain atau infrastruktur pendukung, seperti staking dan utilitas jaringan.
Peningkatan aktivitas transaksi on chain setelah CLARITY Act berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan mereka lebih lanjut.
Meski demikian, peluang tersebut masih bergantung pada proses pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan regulasi tersebut akan resmi disahkan.
Baca selanjutnya: Roadmap Bitcoin Q3 2026: Juli Bullish, Agustus Merah, Target US$39.000
Kesimpulan
Laporan Grayscale menunjukkan bahwa sejumlah protocol crypto kini tidak hanya mengandalkan pertumbuhan pengguna, tetapi juga telah menghasilkan pendapatan yang signifikan.
Di sisi lain, valuasi beberapa protocol tersebut masih dinilai relatif rendah dibandingkan fundamental bisnisnya.
Jika CLARITY Act benar-benar disahkan, Grayscale meyakini regulasi yang lebih jelas dapat menjadi pendorong pertumbuhan aktivitas onchain sekaligus meningkatkan prospek berbagai protocol penghasil pendapatan.
Namun, realisasi potensi tersebut tetap bergantung pada perkembangan regulasi dan kondisi pasar crypto secara keseluruhan.
FAQ
- Apa itu protocol crypto penghasil pendapatan?
Protocol crypto penghasil pendapatan adalah aplikasi blockchain yang memperoleh pemasukan dari aktivitas pengguna, seperti biaya transaksi, perdagangan, staking, atau layanan keuangan terdesentralisasi. - Mengapa Grayscale menilai valuasi protocol crypto masih murah?
Grayscale menilai beberapa protocol memiliki pendapatan besar, tetapi kapitalisasi pasarnya belum sepenuhnya mencerminkan fundamental tersebut berdasarkan rasio revenue multiple. - Apa itu revenue multiple?
Revenue multiple adalah rasio yang membandingkan nilai pasar suatu aset dengan total pendapatan yang dihasilkan selama periode tertentu, biasanya 12 bulan terakhir. - Mengapa CLARITY Act penting bagi industri crypto?
CLARITY Act bertujuan memberikan kepastian regulasi terhadap aset digital di Amerika Serikat sehingga dinilai dapat mempercepat pertumbuhan tokenisasi aset dan layanan keuangan berbasis blockchain. - Protocol crypto apa yang memiliki pendapatan terbesar menurut Grayscale?
Berdasarkan data Grayscale per 24 Juni 2026, Hyperliquid menempati posisi pertama dengan pendapatan sekitar US$871 juta dalam 12 bulan terakhir, diikuti Pump.fun dan PancakeSwap.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


