Harga Ethereum (ETH) kembali kehilangan momentum setelah sempat menyentuh area $2.200. Data terbaru menunjukkan Ether kini berada di sekitar $2.072, turun sekitar 6% dalam waktu singkat seiring meningkatnya tekanan pasar global dan melemahnya aktivitas jaringan.
Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang lebih berhati-hati. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah WTI naik ke level tertinggi sejak Juli 2024, sementara pasar saham Amerika Serikat ikut melemah.
Perubahan sentimen tersebut membuat investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Di tengah kondisi ini, sejumlah indikator pasar menunjukkan bahwa reli Ethereum menuju $2.500 tidak akan berjalan semulus yang diperkirakan sebelumnya.
Data Derivatif Menunjukkan Sikap Hati-Hati Trader Besar

Sumber Gambar: Laevitas.ch via Cointelegraph
Salah satu sinyal penting datang dari pasar derivatif Ethereum. Kontrak futures ETH untuk periode 30 hari saat ini menunjukkan premium tahunan di bawah 5%, yang biasanya dianggap sebagai batas netral antara sentimen bullish dan pasar yang lebih defensif.
Ketika premium futures berada di bawah level tersebut, artinya permintaan leverage untuk posisi beli tidak terlalu kuat.

Sumber Gambar: Laevitas.ch via Cointelegraph
Sinyal tambahan terlihat dari indikator options skew, yang mengukur keseimbangan antara permintaan opsi jual dan opsi beli. Nilainya sempat mencapai sekitar 7%, sedikit di atas level netral.
Dalam praktiknya, kondisi ini sering muncul ketika trader institusional mulai membeli perlindungan terhadap potensi penurunan harga.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar besar memilih mengamankan posisi mereka daripada mengejar kenaikan harga lebih lanjut.
Baca juga berita lainnya: Ethereum Gagal Tembus Level Supertrend Sejak 2025, Akankah Kali Ini Berhasil?
Aktivitas Ekosistem Ethereum Ikut Melemah
Selain sinyal dari pasar derivatif, tekanan juga datang dari penurunan aktivitas jaringan Ethereum.

Sumber Gambar: DefiLlama
Data dari DefiLlama menunjukkan bahwa volume perdagangan DEX di jaringan Ethereum turun menjadi sekitar $12,6 miliar dalam satu minggu, dibandingkan sekitar $20,2 miliar sebulan sebelumnya.
Pendapatan dari aplikasi terdesentralisasi juga mengalami penurunan signifikan. Dalam tujuh hari terakhir, pendapatan DApps hanya sekitar $14,1 juta, atau turun sekitar 47% dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan ini penting karena aktivitas jaringan memengaruhi mekanisme ekonomi Ethereum. Semakin tinggi aktivitas transaksi, semakin besar pula biaya gas yang dibakar melalui mekanisme burn, yang dapat membantu menekan pasokan ETH.
Tren Penurunan Aktivitas Terjadi di Beberapa Blockchain
Menariknya, pelemahan aktivitas tidak hanya terjadi di Ethereum. Blockchain lain juga mengalami penurunan serupa.
Dalam periode 30 hari terakhir, volume DEX di jaringan Solana tercatat turun sekitar 50%. Hal ini menunjukkan bahwa perlambatan aktivitas DeFi saat ini kemungkinan dipengaruhi kondisi pasar kripto secara keseluruhan, bukan hanya faktor spesifik Ethereum.
Dengan kata lain, penurunan penggunaan jaringan kemungkinan berkaitan dengan berkurangnya minat spekulasi dan aktivitas perdagangan selama fase pasar yang lebih berhati-hati.
Dominasi Ethereum di DeFi Masih Sulit Tergeser
Walaupun aktivitas jangka pendek melemah, posisi Ethereum dalam ekosistem DeFi masih jauh di depan kompetitornya.

Sumber Gambar: DefiLlama
Jika dihitung bersama jaringan layer-2, ekosistem Ethereum saat ini menguasai sekitar 65% total nilai terkunci (TVL) di seluruh pasar blockchain.
Pada layer utama Ethereum saja, nilai TVL mencapai sekitar $55,4 miliar, jauh lebih besar dibandingkan Solana yang berada di sekitar $6,8 miliar.
Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa banyak investor institusional masih memilih Ethereum karena tingkat desentralisasi dan keamanan jaringannya.
Fondasi ini membuat Ethereum tetap menjadi pusat utama aktivitas DeFi meskipun persaingan dari blockchain lain terus berkembang.
Baca berikutnya: Vitalik Buterin Tegas Tolak Ethereum Terlibat Politik, Ini Alasannya
Level Harga yang Menjadi Perhatian Pasar
Dalam jangka pendek, arah harga Ethereum masih sangat dipengaruhi sentimen pasar global.
Beberapa analis pasar menilai bahwa area $2.400 menjadi level penting yang perlu ditembus untuk membuka kembali momentum kenaikan yang lebih kuat.
Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang menuju $2.500 dapat kembali terbuka. Namun selama sentimen risk-off masih mendominasi pasar global, pergerakan ETH kemungkinan tetap bergerak dalam fase konsolidasi.
Kesimpulan
Ethereum saat ini berada di persimpangan antara tekanan jangka pendek dan kekuatan fundamental jangka panjang. Sentimen global yang defensif, sikap hati-hati trader derivatif, serta penurunan aktivitas jaringan membuat reli harga ETH tertahan.
Namun dominasi Ethereum dalam sektor DeFi dan besarnya nilai aset yang terkunci di ekosistemnya menunjukkan bahwa jaringan ini masih menjadi fondasi utama bagi banyak aplikasi blockchain.
Jika aktivitas jaringan kembali meningkat dan sentimen pasar global membaik, momentum kenaikan Ethereum berpotensi kembali muncul.
FAQ
- Mengapa aktivitas DApps bisa memengaruhi harga Ethereum?
Aktivitas DApps berkaitan dengan penggunaan jaringan Ethereum. Ketika banyak pengguna bertransaksi, biaya gas meningkat dan sebagian ETH dibakar melalui mekanisme burn. Proses ini dapat membantu mengurangi pasokan ETH di pasar. Jika aktivitas jaringan menurun, jumlah ETH yang dibakar juga berkurang sehingga efek deflasi terhadap pasokan menjadi lebih kecil. - Apa arti indikator options skew dalam pasar Ethereum?
Options skew menunjukkan keseimbangan antara permintaan opsi jual dan opsi beli. Jika nilainya meningkat di atas level netral, biasanya berarti investor mulai membeli perlindungan terhadap potensi penurunan harga. Indikator ini sering digunakan untuk membaca sentimen trader profesional di pasar derivatif kripto. - Apa itu Total Value Locked (TVL) dalam ekosistem DeFi?
Total Value Locked atau TVL adalah nilai total aset kripto yang disimpan dalam berbagai protokol DeFi seperti lending, staking, atau decentralized exchange. TVL sering digunakan sebagai indikator ukuran dan kepercayaan terhadap suatu ekosistem blockchain. Semakin besar TVL, semakin besar pula aktivitas ekonomi yang terjadi di jaringan tersebut. - Mengapa Ethereum masih dominan di sektor DeFi?
Ethereum memiliki ekosistem aplikasi yang luas dan infrastruktur yang telah berkembang selama bertahun-tahun. Banyak proyek DeFi besar dibangun di jaringan ini sehingga likuiditas dan pengguna cenderung terkonsentrasi di Ethereum. Faktor keamanan dan desentralisasi juga membuat banyak institusi lebih nyaman menggunakan jaringan ini. - Apa faktor yang bisa mendorong harga Ethereum naik kembali?
Beberapa faktor yang dapat memicu kenaikan harga Ethereum antara lain meningkatnya aktivitas DeFi, pertumbuhan penggunaan DApps, masuknya investasi institusional, serta membaiknya sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Ether’s path to $2.5K may be trickier than expected: Here’s why, diakses pada 6 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


