Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis mulai membahas peluang terciptanya all time high (ATH) baru pada 2026.
Meski pergerakannya masih tertahan dalam range sempit, kombinasi faktor teknikal, regulasi, dan arus dana institusi dinilai mulai memperkuat sentimen bullish.
Saat ini, XRP bergerak di kisaran US$1,42 hingga US$1,46. Pergerakan sideways yang berlangsung selama beberapa pekan justru dianggap sebagai fase akumulasi sebelum breakout besar terjadi.
Analis Cheeky Crypto menyebut kondisi ini sebagai “coiled spring”, yaitu fase ketika harga terus terkompresi dalam area sempit sebelum akhirnya bergerak agresif ke salah satu arah.
Level US$1,50 Jadi Fokus Utama Market
Perhatian trader kini tertuju pada area US$1,50 yang dianggap sebagai resistance paling penting untuk XRP.
Level tersebut disebut menjadi neckline pola inverse head and shoulders pada timeframe empat jam, pola teknikal yang sering diasosiasikan dengan pembalikan arah bullish.
Jika XRP berhasil breakout di atas US$1,50 dengan volume kuat, analis memperkirakan momentum kenaikan dapat meningkat signifikan dan membuka peluang menuju rekor harga baru.
Di saat yang sama, open interest XRP di pasar derivatif juga terus naik dan kini dilaporkan telah melampaui US$3 miliar. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas trader leverage mulai meningkat menjelang potensi breakout.
Kondisi tersebut juga memunculkan risiko short squeeze. Jika harga melonjak tiba-tiba, trader yang memasang posisi short bisa terkena likuidasi dan terpaksa membeli kembali XRP, sehingga kenaikan harga menjadi semakin cepat.
Baca berita lainnya: CNBC Juluki Ripple “New Money”, XRP Kini Masuk Top 20 Disruptor Global
Regulasi dan ETF Jadi Pembeda Siklus XRP Kali Ini
Optimisme terhadap XRP tahun ini dinilai berbeda dibanding siklus sebelumnya karena adanya perkembangan besar dari sisi regulasi.
Kasus hukum Ripple melawan SEC yang selesai pada Agustus 2025 menjadi salah satu faktor utama. Putusan pengadilan yang menyatakan penjualan XRP di secondary market bukan sekuritas dianggap menghilangkan hambatan terbesar yang selama ini menekan minat institusi.
Pasar juga mulai menyoroti perkembangan CLARITY Act di Amerika Serikat yang berpotensi menghadirkan kerangka hukum lebih jelas untuk industri aset digital.
Selain regulasi, arus dana institusi melalui ETF XRP ikut memperkuat sentimen pasar. Produk ETF berbasis XRP dilaporkan telah mengumpulkan aset lebih dari US$1,5 miliar.
Goldman Sachs bahkan disebut memiliki eksposur sekitar US$153,8 juta melalui beberapa produk ETF XRP milik Bitwise, Franklin Templeton, dan Grayscale.
Lonjakan inflow produk investasi XRP juga disebut meningkat tajam pada awal Mei, menandakan minat investor institusional mulai tumbuh lebih agresif dibanding periode sebelumnya.
Supply XRP Dinilai Mulai Menipis
Analis juga menyoroti potensi supply squeeze yang mulai terbentuk di market XRP. Setiap XRP yang masuk ke ETF umumnya disimpan dalam kustodian institusional dan tidak langsung kembali beredar di pasar terbuka.
Jika permintaan terus meningkat sementara suplai di exchange berkurang, tekanan kenaikan harga bisa menjadi lebih besar.
Narasi ini mirip dengan kondisi Bitcoin setelah ETF spot mulai menyerap pasokan BTC dari market.
Selain itu, sebagian besar holder XRP saat ini disebut memiliki rata-rata harga beli di area konsolidasi US$1,42 hingga US$1,46.
Investor yang masih bertahan dinilai memiliki conviction lebih kuat setelah melewati tekanan regulasi dan fase sideways berkepanjangan.
Baca juga: Bikin Heboh! Eks Goldman Sachs Prediksi XRP Bisa Tembus $1.000
Target XRP US$10 Mulai Ramai Dibahas
Munculnya ETF, kejelasan regulasi, dan meningkatnya minat institusi membuat sebagian analis mulai membahas kemungkinan XRP mencapai US$10 dalam jangka panjang.
Namun, target tersebut masih bersifat spekulatif dan belum menjadi kepastian. Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih sangat bergantung pada kemampuan harga menembus resistance US$1,50.
Jika breakout gagal terjadi, XRP berpotensi kembali bergerak sideways dalam jangka pendek.
Kesimpulan
XRP sedang berada di fase krusial yang bisa menentukan arah tren berikutnya. Tekanan bullish mulai terbentuk dari kombinasi pola teknikal, pertumbuhan ETF, kejelasan regulasi, dan meningkatnya aktivitas institusi.
Namun, level US$1,50 tetap menjadi area kunci yang harus ditembus sebelum market benar-benar mengonfirmasi peluang menuju ATH baru.
Selama resistance itu belum berhasil dilewati, volatilitas dan konsolidasi masih menjadi skenario yang paling realistis dalam jangka pendek.
FAQ
- Apa itu ATH dalam aset kripto?
ATH atau all time high adalah harga tertinggi yang pernah dicapai sebuah aset kripto sejak pertama kali diperdagangkan. - Kenapa level US$1,50 penting untuk XRP?
Karena area tersebut dianggap sebagai resistance utama sekaligus neckline pola bullish inverse head and shoulders yang sedang diamati trader. - Apa pengaruh ETF XRP terhadap harga?
ETF XRP dapat meningkatkan permintaan institusional karena investor besar bisa mendapatkan eksposur XRP tanpa membeli langsung di exchange crypto. - Kenapa gugatan SEC berdampak besar pada XRP?
Kasus SEC selama bertahun-tahun membuat banyak institusi menahan diri masuk ke XRP. Setelah kasus selesai, sentimen pasar mulai berubah lebih positif. - Apa itu short squeeze dalam market crypto?
Short squeeze terjadi ketika trader short terpaksa membeli aset kembali akibat harga naik tajam, sehingga kenaikan harga menjadi semakin agresif. - Apakah XRP benar-benar bisa mencapai US$10?
Target tersebut masih berupa spekulasi analis dan sangat bergantung pada kondisi market, adopsi institusi, serta perkembangan regulasi crypto global. - Kenapa harga XRP masih sideways meski ada sentimen bullish?
Karena market masih menunggu breakout di area resistance utama sebelum menentukan arah tren berikutnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


