Ketegangan geopolitik di Asia Barat mulai menahan laju pasar kripto. Setelah sempat pulih hampir 10% dalam beberapa hari terakhir, harga Bitcoin (BTC) kini kehilangan momentum dan bergerak stagnan di sekitar level $70.000.
Investor memilih menahan diri sambil memantau perkembangan konflik yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global. Ketidakpastian ini membuat pasar kripto kembali memasuki fase kehati-hatian.
Bitcoin Tertahan Setelah Reli Dipicu Penurunan Harga Minyak
Bitcoin sebelumnya mencatat pemulihan signifikan setelah harga minyak global turun tajam. Pada akhir pekan lalu, harga minyak turun dari lebih dari $100 per barel menjadi sekitar $85.
Penurunan tersebut terjadi setelah Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan siap melepas cadangan minyak strategis jika blokade di Selat Hormuz berlanjut.
Selat ini merupakan jalur penting distribusi minyak global, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar energi.

Sumber Gambar: TradingView via AMBCrypto
Turunnya harga minyak sempat meredakan tekanan pasar dan membantu Bitcoin kembali menembus level $70.000.
Namun reli tersebut tidak bertahan lama karena ketegangan geopolitik masih menjadi faktor risiko utama.
Baca juga berita terkait: Data Inflasi AS Naik, Tapi Bitcoin Tetap Tangguh di Tengah Tekanan
Sentimen Investor Masih Diliputi Ketakutan
Indikator sentimen pasar menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya kembali ke mode risk-on. Crypto Fear and Greed Index saat ini berada di level 25, yang termasuk kategori fear.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Level ini menunjukkan pelaku pasar masih menghindari risiko besar dan menunggu kepastian dari perkembangan konflik di Asia Barat. Kondisi tersebut membuat pergerakan Bitcoin cenderung terbatas meskipun sebelumnya sempat menunjukkan tanda pemulihan.
ETF XRP Catat Inflow Besar Meski Harga Turun
Di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, produk ETF berbasis XRP justru menunjukkan ketahanan yang cukup kuat.

Sumber Gambar: Bloomberg via AMBCrypto
Sejak diluncurkan pada November tahun lalu, ETF XRP telah mencatat arus dana kumulatif sekitar $1,4 miliar. Angka ini menarik perhatian karena selama periode yang sama harga XRP justru turun lebih dari 40%.
Analis ETF Bloomberg Eric Balchunas menilai arus dana tersebut kemungkinan besar berasal dari investor ritel yang memiliki loyalitas tinggi terhadap XRP.
“Seperti Solana, ini sangat mengesankan mengingat ETF ini diluncurkan saat pasar mengalami penurunan tajam hingga 45%. Biasanya hampir mustahil bagi ETF baru untuk tetap mencatat arus dana masuk ketika daya tarik awalnya mulai memudar. Dugaan saya, sebagian besar dana tersebut datang dari penggemar setia XRP, bukan investor ritel biasa,” tulis Eric.
Data pengungkapan kepemilikan melalui laporan 13F menunjukkan bahwa investor institusi hanya menyumbang sekitar 16% dari total kepemilikan ETF XRP. Sebagian besar kepemilikan masih didominasi investor ritel.
Baca selanjutnya: Goldman Sachs Jadi Pemegang Terbesar ETF XRP, Harga Siap Terbang?
Fokus Pasar Beralih ke Pertemuan AS–China
Dalam waktu dekat, perhatian pasar global akan tertuju pada pertemuan persiapan antara Amerika Serikat dan China pada 14 hingga 15 Maret.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal menuju rencana pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini.
Hasil pembicaraan tersebut diperkirakan akan memberikan sinyal penting bagi arah kebijakan ekonomi global sekaligus memengaruhi sentimen pasar.
Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi, pergerakan Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan kemungkinan tetap berada dalam fase konsolidasi.
Kesimpulan
Pergerakan Bitcoin yang tertahan di sekitar $70.000 menunjukkan bagaimana faktor geopolitik masih memainkan peran penting dalam dinamika pasar kripto. Penurunan harga minyak sempat memicu pemulihan, tetapi sentimen investor belum cukup kuat untuk mendorong reli lanjutan.
Di tengah kondisi tersebut, arus dana ke ETF XRP serta ekspansi Hyperliquid menunjukkan bahwa aktivitas dalam ekosistem kripto tetap berjalan.
Namun untuk jangka pendek, pasar tampaknya masih menunggu kepastian dari perkembangan geopolitik global sebelum kembali menunjukkan momentum yang lebih kuat.
FAQ
- Mengapa konflik geopolitik dapat memengaruhi harga Bitcoin?
Konflik geopolitik meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Dalam kondisi seperti ini, banyak investor memilih mengurangi aset berisiko, termasuk kripto, sehingga pergerakan harga Bitcoin bisa tertahan. - Apa arti Crypto Fear and Greed Index berada di level extreme fear?
Level extreme fear menunjukkan investor sedang sangat berhati-hati. Biasanya kondisi ini muncul ketika pasar diliputi ketidakpastian, tekanan harga, atau sentimen negatif. - Mengapa harga minyak bisa memengaruhi pasar kripto?
Harga minyak sering menjadi indikator stabilitas ekonomi global. Ketika harga energi melonjak atau terjadi gangguan pasokan, pasar keuangan secara keseluruhan bisa mengalami tekanan, termasuk aset kripto. - Mengapa ETF XRP tetap menerima arus dana meskipun harga XRP turun?
Arus dana ETF XRP didorong oleh minat investor ritel yang memiliki keyakinan tinggi terhadap aset tersebut. Hal ini membuat produk ETF tetap menerima inflow meskipun harga XRP mengalami penurunan. - Apa itu prediction market dalam ekosistem kripto?
Prediction market adalah platform yang memungkinkan pengguna membuat taruhan atau prediksi terhadap suatu peristiwa di masa depan, seperti harga aset atau hasil pemilu, menggunakan teknologi blockchain.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- AMBCrypto – What happened in crypto today – West Asia crisis stalls Bitcoin & more, diakses pada 12 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Crypto ETF, #Berita Timur Tengah Terkini, #Berita Donald Trump





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


