Peluang pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami government shutdown sebelum 14 Februari 2026 melonjak ke 85%.
Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto yang membuat Bitcoin (BTC) bertahan di kisaran US$67.000 dan total kapitalisasi pasar turun ke sekitar US$2,3 triliun.
Data tersebut berasal dari prediction market Polymarket, yang menunjukkan lonjakan signifikan dari sebelumnya 66%. Kenaikan probabilitas ini memperkuat sentimen negatif pasar, terutama terhadap aset berisiko seperti kripto.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Di saat yang sama, Fear and Greed Index turun ke level 8, menandakan kondisi fear ekstrem. Angka ini memperlihatkan pelaku pasar cenderung defensif dan menahan eksposur terhadap aset volatil.
Baca juga berita terkait: CEO Canary Beberkan Prediksi Bitcoin (BTC) dan Potensi XRP di 2026
Kenapa Risiko Shutdown Meningkat?
Risiko shutdown muncul karena pendanaan federal AS mendekati tenggat waktu. Jika Kongres gagal menyepakati rancangan anggaran baru, sebagian layanan pemerintah akan berhenti sementara.
Kondisi ini memicu ketidakpastian fiskal dan memperbesar risiko gejolak pasar. Di tengah negosiasi yang belum mencapai kesepakatan, sebagian trader menilai peluang legislasi lolos dalam waktu dekat semakin kecil.
Ketidakpastian politik semacam ini biasanya memicu aksi jual di pasar saham dan kripto. Investor cenderung mengurangi posisi pada aset berisiko tinggi hingga arah kebijakan menjadi lebih jelas.
Baca selanjutnya: Grayscale Sebut Bitcoin (BTC) Mirip Saham Tech, Bukan Safe Haven
Bitcoin Tertekan di Tengah Sentimen Fear

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$67.000 setelah sebelumnya gagal menembus area resistance US$95.000 hingga US$100.000 pada awal 2026. Adapun harga 1 bitcoin ke rupiah saat ini berada di kisaran Rp1.132 miliar.
Secara teknikal, Bitcoin juga telah turun dari area konsolidasi US$85.000 sampai US$90.000. Breakdown ini mempercepat penurunan menuju zona support US$60.000 hingga US$70.000.
Sejumlah analis memperingatkan, jika tekanan jual berlanjut dan support gagal bertahan, harga berpotensi turun lebih dalam bahkan mendekati US$50.000. Namun, tidak semua pelaku pasar sepakat dengan skenario tersebut.
Kesimpulan
Dengan total kapitalisasi pasar kripto turun menjadi sekitar US$2,3 triliun dan sentimen fear ekstrem kembali muncul, kondisi pasar masih tergolong rapuh.
Kombinasi antara ketidakpastian fiskal AS dan tekanan teknikal membuat pergerakan Bitcoin sensitif terhadap berita makro. Jika negosiasi anggaran gagal dan shutdown benar-benar terjadi, volatilitas berpotensi meningkat.
Sebaliknya, apabila kesepakatan tercapai sebelum tenggat, sentimen bisa membaik dan membuka ruang pemulihan jangka pendek.
Untuk saat ini, pasar berada dalam fase menunggu kejelasan arah kebijakan, sementara Bitcoin bertahan di zona support yang menentukan.
FAQ
- Apa itu government shutdown di Amerika Serikat?
Government shutdown adalah kondisi ketika pemerintah federal AS berhenti beroperasi sebagian karena tidak adanya kesepakatan anggaran di Kongres. Dampaknya meliputi penghentian layanan publik tertentu dan meningkatnya ketidakpastian pasar. - Mengapa peluang shutdown AS bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Ketidakpastian fiskal dan politik biasanya membuat investor menghindari aset berisiko seperti kripto. Saat risiko meningkat, pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual sehingga harga Bitcoin tertekan. - Apa arti Fear and Greed Index di level 9?
Fear and Greed Index mengukur sentimen pasar kripto. Level 9 menunjukkan fear ekstrem, artinya mayoritas pelaku pasar sedang khawatir dan cenderung defensif terhadap volatilitas harga. - Apakah Bitcoin benar-benar bisa turun ke US$50.000?
Beberapa analis menyebut kemungkinan tersebut jika tekanan jual berlanjut dan area support US$60.000 gagal bertahan. Namun, ada juga pandangan yang menilai Bitcoin masih berpotensi bergerak dalam kisaran US$60.000–US$80.000 sebelum menentukan arah baru. - Apa yang harus diperhatikan investor saat risiko shutdown meningkat?
Pelaku pasar biasanya memantau perkembangan negosiasi anggaran AS, pergerakan indeks dolar AS, serta level support dan resistance Bitcoin. Faktor makroekonomi dan sentimen global menjadi penentu arah jangka pendek. - Bagaimana dampak shutdown AS terhadap pasar kripto secara historis?
Secara historis, ketidakpastian kebijakan di AS sering memicu volatilitas di pasar keuangan, termasuk kripto. Namun, dampaknya tidak selalu sama dan bergantung pada kondisi likuiditas serta sentimen global saat itu.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cryptopolitan – US shutdown odds hit 85% as Bitcoin hovers at $67k, diakses pada 12 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


