Rangkuman: ChatGPT
Kenapa Standar Token Itu Jadi Fondasi di Blockchain?
Banyak orang fokus ke harga kripto, proyek, atau token tertentu, tapi jarang yang melihat “aturan main” di balik semuanya. Padahal, tanpa standar token, ekosistem kripto tidak akan berkembang seperti sekarang.
Standar token pada dasarnya adalah bahasa bersama. Ia memastikan bahwa sebuah token bisa dipahami oleh wallet, exchange crypto, hingga aplikasi DeFi tanpa perlu penyesuaian ulang setiap kali ada aset baru. ERC-20 adalah contoh paling sukses dari konsep ini.
Kalau kamu ingin memahami dasar konsep ini lebih dalam, kamu bisa melihat penjelasan lengkap tentang ERC-20 sebagai standar token di Ethereum yang menjadi fondasi utama banyak aset kripto saat ini.
Dengan ERC-20, ribuan proyek bisa tumbuh di atas Ethereum tanpa harus membangun sistem dari nol. Likuiditas mengalir lebih cepat, integrasi jadi lebih mudah, dan inovasi bisa terjadi secara paralel.
Namun ketika blockchain mulai dilirik oleh institusi—bank, manajer aset, hingga pasar modal—standar yang selama ini dianggap cukup mulai menunjukkan batasnya. Kebutuhan mereka tidak hanya soal transfer aset, tapi juga menyangkut privasi, regulasi, dan kontrol yang lebih ketat.
Di titik inilah, pendekatan baru seperti CIP-56 mulai muncul sebagai jawaban atas kebutuhan yang berbeda.
ERC-20: Standar yang Membuka Jalan untuk Ekosistem Terbuka
ERC-20 lahir dari filosofi keterbukaan. Siapa pun bisa membuat token, siapa pun bisa menggunakannya, dan semua transaksi dapat diverifikasi secara publik. Ini yang membuat Ethereum menjadi pusat inovasi DeFi.
Fungsi dasarnya sederhana:
- mengirim token
- mengecek saldo
- memberikan izin penggunaan token
Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan. Developer tidak perlu memikirkan ulang bagaimana token bekerja, cukup mengikuti standar yang sudah ada.
Di sisi lain, pemahaman tentang cara kerja ERC-20 di ekosistem Ethereum juga membantu melihat kenapa standar ini bisa diadopsi secara luas oleh berbagai proyek.
Namun semakin besar skala penggunaan, semakin terlihat bahwa model ini punya keterbatasan.
Transparansi penuh memang meningkatkan kepercayaan, tetapi juga membuka informasi yang mungkin tidak seharusnya diketahui publik, terutama dalam konteks transaksi bernilai besar.
Selain itu, tidak adanya mekanisme kepatuhan bawaan membuat setiap proyek harus menambahkan lapisan aturan sendiri jika ingin mengikuti regulasi.
Di lingkungan yang sepenuhnya terbuka, hal ini bukan masalah besar. Tapi ketika institusi mulai masuk, kebutuhan tersebut menjadi sangat krusial.
CIP-56: Standar Token yang Dibangun untuk Kebutuhan Institusi
Berbeda dengan ERC-20 yang tumbuh dari komunitas terbuka, CIP-56 dirancang sejak awal untuk memenuhi kebutuhan sistem keuangan yang lebih kompleks, seperti informasi yang kami kutip dari website certik.com.
CIP-56 adalah standar token di Canton Network, sebuah jaringan yang menggabungkan karakteristik blockchain dengan kebutuhan institusi seperti privasi dan kepatuhan.
Yang menarik, CIP-56 tidak mencoba mengubah konsep dasar token, tapi memperluasnya.
Token tetap bisa dikirim, diterima, dan dikelola. Namun di balik itu, ada lapisan tambahan yang mengatur bagaimana transaksi terjadi, siapa yang boleh berpartisipasi, dan informasi apa yang boleh terlihat.
Beberapa pendekatan yang digunakan terasa sangat berbeda dari standar sebelumnya:
- data transaksi tidak sepenuhnya terbuka
- aturan kepatuhan bisa diterapkan langsung di dalam token
- transfer tidak selalu bersifat instan satu arah
Pendekatan ini menunjukkan bahwa CIP-56 bukan sekadar upgrade teknis, tapi perubahan cara berpikir tentang bagaimana aset digital digunakan dalam sistem yang lebih terstruktur.
Perbandingan CIP-56 vs ERC-20 dalam Praktik Nyata
Kalau dilihat sekilas, keduanya sama-sama standar token. Tapi ketika masuk ke detail, perbedaannya sangat mendasar.
Perbandingan Utama
| Aspek | ERC-20 | CIP-56 |
| Transparansi | Semua transaksi publik | Data hanya terlihat oleh pihak terkait |
| Compliance | Tidak ada bawaan | Tertanam langsung dalam token |
| Transfer | Langsung (push) | Dua tahap (offer & accept) |
| Settlement | Perlu kontrak tambahan | Native atomic settlement |
| Target | Retail & DeFi | Institusi & pasar keuangan |
| Kontrol Aset | Minim | Tinggi (aturan & batasan) |
1.Transparansi vs Privasi
Di ERC-20, transparansi adalah fitur utama. Semua orang bisa melihat aliran dana, bahkan menganalisis perilaku pasar dari data tersebut.
Namun dalam praktik institusi, transparansi seperti ini bisa menjadi kelemahan. Strategi trading, posisi aset, hingga aktivitas keuangan bisa terbuka ke publik.
CIP-56 mengubah pendekatan ini. Informasi hanya dibagikan ke pihak yang terlibat dalam transaksi. Ini memungkinkan institusi tetap menggunakan blockchain tanpa mengorbankan kerahasiaan data.
2.Compliance yang Menjadi Bagian dari Sistem
Salah satu perbedaan paling signifikan ada pada bagaimana aturan diterapkan.
ERC-20 tidak mengenal identitas. Selama ada address, transaksi bisa terjadi.
CIP-56 membawa konsep identitas dan kepatuhan ke level protokol. Token bisa memiliki aturan yang menentukan siapa yang boleh menerima atau mengirim aset.
Misalnya, sebuah token hanya bisa ditransfer ke pihak yang sudah lolos verifikasi tertentu. Jika tidak, transaksi akan otomatis gagal.
Pendekatan ini membuat blockchain lebih kompatibel dengan sistem regulasi yang selama ini berlaku di sektor keuangan.
3.Cara Transfer yang Lebih Terkontrol
Di ERC-20, transfer bersifat satu arah. Pengirim mengirim, penerima menerima tanpa perlu persetujuan.
CIP-56 menambahkan mekanisme dua tahap. Pengirim membuat penawaran, dan penerima harus menyetujuinya.
Sekilas terlihat lebih lambat, tapi ini memberi kontrol tambahan. Penerima tidak akan menerima aset yang tidak diinginkan, dan sistem bisa melakukan validasi sebelum transaksi selesai.
Untuk institusi, kontrol seperti ini justru meningkatkan keamanan operasional.
4.Atomic Settlement dan Efisiensi Transaksi
Dalam transaksi kompleks, terutama yang melibatkan dua aset atau lebih, risiko terbesar adalah salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya.
Di ekosistem ERC-20, hal ini biasanya membutuhkan smart contract tambahan untuk memastikan kedua sisi transaksi berjalan bersamaan.
CIP-56 sudah mendukung hal ini secara langsung. Transaksi bisa dirancang agar hanya terjadi jika semua syarat terpenuhi dalam satu waktu.
Jika satu bagian gagal, seluruh transaksi dibatalkan. Tidak ada kondisi setengah jalan.
Dari Eksperimen ke Implementasi Nyata
Perbedaan antara konsep dan implementasi sering kali menjadi pembeda apakah sebuah teknologi akan bertahan atau tidak.
Dalam kasus CIP-56, beberapa implementasi nyata mulai muncul dan memberikan gambaran arah yang dituju.
Salah satu contoh adalah penggunaan stablecoin seperti USDCx di Canton Network, yang memungkinkan likuiditas global digunakan dalam sistem yang tetap menjaga privasi transaksi.
Selain itu, ada juga transaksi repo berbasis aset pemerintah yang sudah dijalankan secara on-chain. Ini bukan lagi sekadar uji coba kecil, tapi penggunaan dengan nilai besar dan kebutuhan real-time.
Contoh lain datang dari CantonSwap, yang berhasil melakukan pertukaran aset secara atomik tanpa integrasi khusus antar token. Ini menunjukkan bahwa standar ini memang dirancang untuk interoperabilitas sejak awal.
Apakah Ini Akan Mengubah Arah Industri Kripto?
Ketika melihat ERC-20 dan CIP-56, yang terlihat bukan sekadar perbedaan teknologi, tapi dua pendekatan yang berjalan berdampingan.
ERC-20 tetap menjadi fondasi untuk ekosistem terbuka. Ia mendorong inovasi cepat, eksperimen, dan akses tanpa batas.
Di sisi lain, standar seperti CIP-56 menunjukkan bahwa blockchain juga bisa berkembang ke arah yang lebih terstruktur tanpa meninggalkan prinsip dasarnya.
Kemungkinan besar, keduanya akan terus berkembang bersama, masing-masing dengan peran yang berbeda.
Kesimpulan
Kalau melihat perbandingan antara CIP-56 dan ERC-20, yang sebenarnya sedang terjadi bukan sekadar evolusi teknis, tapi pergeseran cara blockchain beradaptasi dengan kebutuhan yang berbeda.
ERC-20 membuktikan bahwa sistem terbuka bisa tumbuh cepat tanpa batasan. Ia menjadi fondasi bagi eksperimen, inovasi, dan likuiditas yang selama ini mendorong perkembangan kripto.
Tapi di saat yang sama, pendekatan ini juga menyisakan ruang yang belum terjawab, terutama ketika kebutuhan mulai bergeser dari komunitas ke institusi.
CIP-56 muncul bukan untuk menggantikan, melainkan untuk mengisi celah itu. Ia membawa konsep bahwa aset digital tidak hanya perlu bisa dipindahkan, tetapi juga harus bisa diatur, diawasi, dan disesuaikan dengan kerangka hukum yang berlaku.
Di sini terlihat arah yang mulai terbentuk: blockchain tidak lagi berdiri sebagai satu model tunggal. Ada jalur terbuka yang tetap berkembang, dan ada jalur yang lebih terstruktur untuk kebutuhan institusi.
Bagi pengguna biasa, perbedaan ini mungkin belum terasa langsung. Namun jika dilihat lebih jauh, standar seperti CIP-56 bisa menjadi pintu masuk bagi modal yang lebih besar, sistem yang lebih kompleks, dan penggunaan yang lebih luas dari sekadar trading atau spekulasi.
Pada akhirnya, bukan soal mana yang lebih unggul. Tapi soal bagaimana masing-masing standar mengambil peran dalam membentuk ekosistem yang semakin matang.
Itulah informasi menarik tentang Perbedaan CIP-56 dan ERC-20 di Blockchain yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
1. Kalau sudah ada ERC-20, kenapa perlu CIP-56 lagi?
ERC-20 memang cukup untuk kebutuhan terbuka, tapi tidak dirancang untuk sistem yang harus mengikuti aturan ketat. CIP-56 hadir karena ada kebutuhan baru, terutama dari institusi yang tidak bisa beroperasi tanpa compliance dan kontrol yang jelas.
2. Apakah CIP-56 berarti blockchain jadi tidak lagi terbuka?
Tidak sepenuhnya. CIP-56 tidak mengubah prinsip blockchain secara keseluruhan, tapi menambahkan opsi. Ada skenario di mana transparansi penuh dibutuhkan, dan ada juga kondisi di mana privasi justru lebih penting.
3. Apakah CIP-56 hanya relevan untuk bank dan institusi besar?
Saat ini memang fokusnya ke institusi. Namun dampaknya bisa meluas. Ketika institusi mulai aktif menggunakan blockchain, efeknya bisa terasa ke likuiditas, stabilitas, dan adopsi secara keseluruhan.
4. Kenapa sistem seperti offer dan accept dianggap lebih aman?
Karena transaksi tidak langsung terjadi sepihak. Penerima punya kendali untuk menerima atau menolak aset. Dalam konteks operasional institusi, ini mengurangi risiko kesalahan atau penyalahgunaan.
5. Apakah CIP-56 akan mempengaruhi cara kerja DeFi ke depan?
Tidak secara langsung menggantikan DeFi yang ada, tapi bisa membuka versi baru dari DeFi yang lebih terstruktur. Bisa jadi nanti akan ada dua pendekatan yang berjalan bersamaan: yang sepenuhnya terbuka dan yang lebih terkontrol.
6. Apa dampak paling realistis CIP-56 dalam beberapa tahun ke depan?
Dampaknya kemungkinan tidak terlihat dalam bentuk hype, tapi lebih ke arah infrastruktur. Jika adopsi terus berkembang, CIP-56 bisa menjadi fondasi untuk transaksi bernilai besar yang selama ini belum sepenuhnya masuk ke blockchain.
Author: AL





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
