Permintaan institusi terhadap Bitcoin (BTC) melonjak tajam hingga lima kali lipat dari pasokan harian yang dihasilkan miner.
Lonjakan ini langsung memicu ekspektasi baru di pasar, dengan proyeksi harga BTC berpotensi menuju level $96.000 dalam waktu dekat.
Institusi Serap Bitcoin 5x Lebih Cepat dari Produksi Miner
Data terbaru menunjukkan institusi membeli Bitcoin jauh lebih agresif dibanding suplai baru yang masuk ke pasar. Setelah halving 2024, jumlah BTC yang ditambang turun menjadi sekitar 450 BTC per hari.
Di sisi lain, pembelian oleh institusi seperti ETF crypto dan perusahaan publik kini diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 BTC per hari. Artinya, permintaan sudah menyentuh sekitar 500% dari supply harian.
Ketimpangan ini menciptakan tekanan pasokan yang signifikan. Dalam kondisi seperti ini, harga biasanya terdorong naik karena aset menjadi semakin langka di pasar terbuka.
Baca juga berita terkait: Strategy Tiba-Tiba Stop Beli Bitcoin, Sinyal Bahaya untuk Harga BTC?
Pola Historis: Sinyal Kenaikan 24% dalam 1 Bulan

Sumber Gambar: X.com/caprioleio
Founder Capriole Investments, Charles Edwards, menyoroti bahwa kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi.
“Institusi saat ini menyerap lebih dari 500% pasokan harian Bitcoin yang ditambang. Setiap kali angka ini mencapai level setinggi ini sebelumnya, harga Bitcoin cenderung melonjak dalam waktu satu minggu berikutnya,” tulis Edwards.
Berdasarkan data historis, setiap kali rasio permintaan terhadap supply mencapai level ekstrem seperti ini, harga Bitcoin cenderung melonjak dalam waktu dekat.
Dalam beberapa kejadian sebelumnya, BTC mencatat kenaikan rata-rata sekitar 24% dalam satu bulan setelah sinyal ini muncul.
Dengan harga Bitcoin yang saat ini berada di kisaran $80.000, proyeksi kenaikan tersebut mengarah pada potensi harga sekitar $96.000.
“Secara historis, rata-rata kenaikan mencapai +24% dalam satu bulan, yang dari level saat ini berpotensi membawa harga ke sekitar $96.000,” jelas Edwards.
Bitcoin Kembali Tembus $80.000, Likuidasi Short Meningkat
Kenaikan harga terbaru memperkuat narasi bullish di pasar. Bitcoin berhasil menembus level $80.000 untuk pertama kalinya sejak awal tahun, dengan pergerakan dalam rentang $78.000 hingga $80.500 dalam 24 jam terakhir.
Lonjakan ini memicu likuidasi besar-besaran di pasar derivatif. Data menunjukkan lebih dari $162 juta posisi short terpaksa ditutup dalam satu hari.
Volume perdagangan juga ikut melonjak tajam hingga sekitar $34 miliar, naik hampir 95% dalam 24 jam. Aktivitas ini menandakan meningkatnya minat dan volatilitas di pasar.
Baca berikutnya: Prediksi Bitcoin, Ethereum, XRP Setelah Harga BTC Sentuh $80.000
Dukungan dari Analis Lain, Tapi Tidak Sepenuhnya Sepakat
Sejumlah analis lain ikut memperkuat pandangan bullish, meskipun dengan pendekatan berbeda.
Trader Taiki Maeda memperkirakan akan ada tambahan pembelian Bitcoin senilai $2 hingga $3 miliar dalam waktu dekat, yang berpotensi mempercepat kenaikan harga.
Sementara itu, analis teknikal Ali Martinez menyoroti bahwa Bitcoin baru saja memantul dari garis tren naik jangka panjang yang sudah teruji sejak 2017.

Sumber Gambar: X.com/alicharts
Kondisi ini sering dianggap sebagai sinyal bahwa fase penurunan telah berakhir. Namun, tidak semua data mendukung optimisme ini secara penuh.
Peringatan: Kenaikan Bisa Bersifat Spekulatif
Firma analitik CryptoQuant memberikan sudut pandang berbeda. Mereka mencatat bahwa kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak didorong oleh aktivitas di pasar futures, bukan pembelian spot.
“Perbedaan antara harga yang terus naik dan permintaan spot yang justru melemah menjadi salah satu sinyal on-chain paling jelas bahwa kenaikan harga saat ini bersifat spekulatif, bukan didukung fundamental,” tulis CryptoQuant.
Indikator permintaan riil di jaringan, yang mengukur aktivitas spot dalam 30 hari terakhir, justru menunjukkan tren negatif sepanjang April.
Perbedaan antara harga yang naik dan permintaan spot yang melemah ini sering dianggap sebagai sinyal bahwa kenaikan bersifat spekulatif, bukan didukung fundamental yang kuat.
Situasi serupa juga pernah terjadi menjelang awal pasar bearish pada 2022.
Kesimpulan
Lonjakan permintaan institusi hingga 500% dari supply harian menjadi sinyal kuat yang tidak bisa diabaikan. Secara historis, kondisi ini sering diikuti oleh kenaikan harga Bitcoin dalam waktu relatif singkat.
Namun, struktur pasar saat ini menunjukkan dinamika yang lebih kompleks. Di satu sisi, tekanan supply mendukung potensi kenaikan. Di sisi lain, lemahnya permintaan spot menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan rally.
Pasar kini berada di titik krusial, di mana arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara permintaan nyata dan aktivitas spekulatif.
FAQ
- Apa maksud permintaan institusi 500% terhadap supply Bitcoin?
Artinya institusi membeli Bitcoin lima kali lebih banyak dibanding jumlah BTC baru yang diproduksi miner setiap hari. Ini menunjukkan tekanan permintaan yang sangat tinggi di pasar. - Kenapa rasio supply dan demand penting untuk harga Bitcoin?
Ketika permintaan lebih besar dari supply, aset menjadi lebih langka. Dalam kondisi seperti ini, harga biasanya terdorong naik karena banyak pembeli bersaing untuk jumlah yang terbatas. - Apakah Bitcoin pasti naik ke $96.000?
Tidak ada jaminan. Angka tersebut berdasarkan rata-rata kenaikan historis sekitar 24% setelah kondisi serupa terjadi, bukan kepastian pergerakan harga. - Apa perbedaan permintaan spot dan futures dalam Bitcoin?
Permintaan spot berasal dari pembelian langsung Bitcoin, sementara futures berasal dari kontrak derivatif yang sering digunakan untuk spekulasi. Permintaan spot dianggap lebih mencerminkan kekuatan fundamental pasar. - Kenapa kenaikan harga bisa disebut spekulatif?
Jika harga naik tanpa didukung peningkatan permintaan spot atau aktivitas on-chain, maka kenaikan tersebut kemungkinan besar didorong oleh leverage atau trading derivatif, yang cenderung lebih berisiko. - Apa dampak likuidasi short terhadap harga Bitcoin?
Likuidasi short terjadi ketika trader yang bertaruh harga turun dipaksa keluar dari posisi mereka. Ini sering memicu lonjakan harga karena adanya pembelian paksa dalam jumlah besar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CryptoPotato – Institutional Demand at 500% of Bitcoin Supply Could Drive BTC to $96K: Analyst, diakses pada 5 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, ETF Bitcoin, #Crypto ETF, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Whale Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


