Bitcoin (BTC) kembali bergerak turun setelah Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini (11/12).
Keputusan yang sebelumnya dianggap positif bagi aset berisiko ini justru memicu tekanan baru karena The Fed tidak memberikan komitmen jelas mengenai arah pelonggaran kebijakan selanjutnya.
Bitcoin Melemah di Tengah Rate Cut Ketiga The Fed
Pada awal perdagangan Asia, Bitcoin turun sekitar 2% dan bergerak di kisaran US$90.121. Koreksi ini muncul meski pemangkasan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase sudah sesuai ekspektasi pasar.
Ethereum (ETH) ikut melemah 2,4% menjadi US$3.224, sementara XRP turun hampir 4%. Total kapitalisasi pasar kripto menyusut 2,4% menjadi US$3,16 triliun.
Pergerakan ini memperlihatkan reaksi hati-hati pelaku pasar terhadap kebijakan terbaru The Fed yang dianggap belum memberikan kejelasan mengenai prospek pelonggaran tahun depan.
Baca juga berita terkait: 3 Faktor Pemicu yang Bisa Bawa Bitcoin Melesat ke Rp3,3 Miliar pada 2027
The Fed Pangkas Suku Bunga, Tapi Tanpa Janji Pelonggaran Tambahan

Sumber Gambar: X.com
Ketua The Fed Jerome Powell menyebut keputusan pemangkasan suku bunga kali ini sebagai langkah lanjutan menuju normalisasi kebijakan.
Namun, ia menegaskan bahwa bank sentral akan tetap mencermati data ekonomi dan belum berkomitmen pada penurunan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat.
Notulen FOMC menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal komite. Dua anggota memilih mempertahankan suku bunga, sementara satu anggota menginginkan pemangkasan lebih besar.
Perbedaan ini menambah sinyal bahwa arah kebijakan moneter masih belum solid. Data probabilitas pasar mengindikasikan hanya sekitar 22% peluang pemangkasan tambahan pada Januari mendatang.
Kondisi ini membuat pelaku pasar kripto mempertanyakan apakah likuiditas akan benar-benar longgar dalam waktu dekat.
Dampak ke Pasar Asia dan Sentimen Risiko Global
Sementara Bitcoin terkoreksi, pasar saham Asia justru bergerak positif. MSCI Asia Pacific menguat sekitar 0,5%, mengikuti reli Wall Street sehari sebelumnya.
Hang Seng naik 0,4%, sedangkan indeks Shanghai bergerak negatif tipis, mencerminkan perbedaan minat risiko di kawasan tersebut.
Kenaikan saham Asia tidak serta-merta mengangkat aset kripto. Beberapa analis menilai bahwa pelaku pasar lebih fokus pada ketidakpastian arah kebijakan moneter AS daripada sentimen risk-on jangka pendek di pasar saham.
Di sisi lain, saham teknologi AS melemah pada perdagangan after-hours. Nasdaq 100 futures turun 0,3% setelah Oracle mencatat pendapatan di bawah ekspektasi dan Nvidia ikut terkoreksi.
Penurunan saham teknologi sering menjadi indikator kehati-hatian pada aset berisiko tinggi, termasuk kripto.
Baca selanjutnya: Prediksi Harga Bitcoin Minggu Ini Usai Whale Diam-diam Lakukan Akumulasi
Ketidakpastian Politik Ikut Membayangi
Selain kebijakan moneter, dinamika politik AS menambah tekanan ke pasar.
Masa jabatan Jerome Powell akan berakhir Mei tahun depan, dan Presiden Donald Trump disebut sedang mempertimbangkan kandidat pengganti yang lebih pro-pemangkasan suku bunga.
Ketidakpastian ini berpotensi mempengaruhi arah suku bunga ke depan dan secara tidak langsung memengaruhi aset seperti Bitcoin dan Ethereum.
Kesimpulan
Pemangkasan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi aset berisiko. Namun tanpa komitmen jelas dari The Fed dan kondisi makro yang masih rapuh, reli kripto sulit terbentuk.
Bitcoin yang kembali melemah setelah rate cut ketiga menjadi sinyal bahwa pelaku pasar membutuhkan arah yang lebih tegas mengenai kebijakan moneter sebelum mengambil posisi agresif.
Ketika saham Asia mampu menguat, pasar kripto justru memilih bertahan defensif. Selama ketidakpastian ini berlanjut, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dan pergerakan aset kripto akan terus dipengaruhi kombinasi antara sikap The Fed, data ekonomi, dan dinamika politik AS.
FAQ
- Mengapa Bitcoin melemah meski The Fed memangkas suku bunga?
Karena The Fed tidak memberikan sinyal jelas soal pemangkasan lanjutan. Pasar kripto menilai likuiditas belum tentu longgar dalam waktu dekat, sehingga reaksi lebih berhati-hati. - Apakah pemangkasan suku bunga biasanya positif untuk kripto?
Biasanya iya, karena biaya pinjaman turun dan likuiditas meningkat. Namun efeknya bisa netral atau negatif jika arah kebijakan ke depan masih tidak pasti. - Apa dampak perbedaan pandangan di internal FOMC?
Ketidaksepakatan membuat pasar ragu terhadap konsistensi kebijakan moneter. Semakin beragam pandangan, semakin tinggi potensi volatilitas di pasar kripto. - Mengapa pasar saham Asia justru menguat?
Saham Asia menanggapi rate cut sebagai sinyal positif jangka pendek. Namun aset kripto lebih sensitif terhadap outlook kebijakan moneter AS, sehingga reaksinya berbeda. - Apakah pergantian Ketua The Fed bisa mempengaruhi harga Bitcoin?
Berpotensi iya. Ketua The Fed yang lebih dovish atau pro-kripto dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter, yang biasanya mendukung aset berisiko termasuk kripto.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CryptoNews – Asia Market Open: Bitcoin Edges Lower As Fed Rate-Cut Boosts Stocks, diakses pada 11 Desember 2025
- Decrypt – Bitcoin, Ethereum Waver as Fed Delivers Third Rate Cut, diakses pada 11 Desember 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita The Fed





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


