Harga Bitcoin (BTC) kembali jadi sorotan setelah muncul prediksi baru yang memperkirakan aset kripto terbesar itu bisa menyentuh US$255.000 atau sekitar Rp4 miliar pada akhir 2026.
Prediksi tersebut datang dari model analisis bernama Bitcoin Decay Channel yang belakangan ramai dibahas di komunitas trader dan analis kripto.

Sumber Gambar: X.com/sminston_with
Prediksi itu muncul di tengah kondisi pasar yang masih belum sepenuhnya pulih. Saat ini, Bitcoin masih bergerak jauh di bawah rekor tertingginya pada Oktober 2025 setelah sempat terkoreksi sekitar 40%.
Meski begitu, sebagian analis menilai penurunan tersebut belum mematahkan tren bullish jangka panjang Bitcoin.
Model Bitcoin Decay Channel Prediksi BTC Bisa Sentuh US$255 Ribu
Model Bitcoin Decay Channel merupakan model logaritmik yang digunakan untuk membaca tren jangka panjang Bitcoin berdasarkan siklus historis sebelumnya.
Model ini mencoba menghitung pola pertumbuhan Bitcoin yang cenderung melambat di setiap siklus. Dengan kata lain, harga BTC masih naik dari waktu ke waktu, tetapi persentase kenaikannya semakin kecil dibanding era awal Bitcoin.
Analis kripto bernama Sminston mengatakan model tersebut masih membuka peluang Bitcoin bergerak di kisaran US$90.000 hingga US$255.000 pada akhir tahun ini.
Menurutnya, area bawah model tersebut sempat menjadi titik pantulan Bitcoin pada Maret hingga April 2026. Hal itu dianggap sebagai sinyal bahwa buyer masih mempertahankan support jangka panjang BTC.
“Bitcoin Decay Channel memberikan kisaran yang cukup masuk akal untuk skenario konservatif, yaitu di area US$90 ribu hingga US$255 ribu pada akhir tahun ini. Sementara untuk akhir 2027, kisarannya berada di US$128 ribu sampai US$308 ribu,” tulis Sminston dalam unggahannya.
Sebagai perbandingan, harga Bitcoin masih berada di area US$43.000 pada Desember 2023 sebelum akhirnya mencetak reli besar di siklus berikutnya.
Baca juga berita lainnya: 3 Token AI Crypto Ini Mendadak Menggila, Ada yang Naik 350% dalam Sebulan
Prediksi Bullish Bitcoin Mulai Bermunculan Lagi
Prediksi Bitcoin menuju level baru sebenarnya bukan pertama kali muncul tahun ini. Sebelumnya, analis dari Bernstein juga mempertahankan target harga Bitcoin di US$150.000 pada 2026 dan memproyeksikan potensi puncak hingga US$200.000 pada 2027.
Bernstein menilai masuknya institusi besar melalui ETF Bitcoin spot serta akumulasi perusahaan publik masih menjadi bahan bakar utama kenaikan harga BTC dalam jangka panjang.
Sementara itu, co founder BitMEX Arthur Hayes bahkan memperkirakan Bitcoin bisa kembali ke area US$126.000 dalam waktu dekat.
Hayes mengaitkan potensi kenaikan tersebut dengan meningkatnya likuiditas global, kebutuhan pendanaan infrastruktur AI, hingga belanja perang Amerika Serikat yang dinilai dapat mendorong pelonggaran moneter lebih lanjut.
Risiko Koreksi Bitcoin Masih Belum Hilang

Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph
Meski prediksi bullish mulai ramai bermunculan, pasar Bitcoin masih dibayangi tekanan jual. Dalam analisis teknikal terbaru, BTC disebut sedang membentuk pola bear flag atau pola kelanjutan tren turun.
Jika pola itu terkonfirmasi, Bitcoin berpotensi turun hingga di bawah US$56.000 atau sekitar 30% dari harga saat ini.
Bear flag biasanya muncul ketika harga sempat rebound sementara sebelum kembali melanjutkan tren pelemahan.
Namun, data on chain menunjukkan skenario penurunan Bitcoin mungkin tidak sedalam bear market sebelumnya.
Baca juga berita terbaru: K33 Prediksi Bitcoin Tak Akan Jatuh di Bawah $60 Ribu, Ini Penyebabnya
Data On Chain Sebut Area US$70 Ribu Jadi Support Penting
Indikator Bitcoin HODL Waves dari CryptoQuant menunjukkan holder jangka panjang masih cenderung mempertahankan aset mereka dibanding menjual di harga sekarang.

Sumber Gambar: CryptoQuant
Analis CryptoQuant Sunny Mom mengatakan kondisi tersebut bisa membuat dasar harga Bitcoin di siklus kali ini lebih tinggi dibanding fase bear market sebelumnya.
Menurutnya, area US$65.900 hingga US$70.500 menjadi zona penting yang harus dijaga Bitcoin apabila tekanan jual kembali meningkat.
“Selama harga Bitcoin tidak turun menembus area support dengan volume besar di sekitar US$70,7 ribu, skenario yang paling mungkin terjadi adalah pergerakan sideways di area US$70 ribu hingga US$82 ribu untuk menyerap supply pasar secara perlahan,” tulisnya.
Jika area tersebut mampu bertahan, sebagian analis percaya struktur bullish jangka panjang Bitcoin masih tetap utuh.
Kesimpulan
Prediksi Bitcoin menyentuh Rp4 miliar memang terdengar ambisius, tetapi model Bitcoin Decay Channel menunjukkan peluang tersebut masih terbuka jika tren historis kembali terulang.
Meski begitu, pasar belum sepenuhnya aman karena risiko koreksi dan tekanan jual masih membayangi BTC dalam jangka pendek.
Dengan volatilitas yang masih tinggi, pergerakan Bitcoin ke depan kemungkinan akan sangat dipengaruhi sentimen global, arus dana institusi, dan kekuatan support di area US$70 ribu.
FAQ
- Apa itu Bitcoin Decay Channel?
Bitcoin Decay Channel adalah model analisis logaritmik yang digunakan untuk memprediksi tren jangka panjang harga Bitcoin berdasarkan pola siklus historis sebelumnya. - Kenapa Bitcoin diprediksi bisa mencapai Rp4 miliar?
Prediksi tersebut berasal dari estimasi harga US$255.000 per BTC. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs saat ini, nilainya mendekati Rp4 miliar per Bitcoin. - Apakah prediksi harga Bitcoin US$255 ribu realistis?
Sebagian analis menganggap target tersebut masih realistis jika adopsi institusi, ETF Bitcoin, dan likuiditas global terus meningkat. Namun, prediksi harga tetap bersifat spekulatif dan tidak pasti. - Apa itu pola bear flag pada Bitcoin?
Bear flag adalah pola analisis teknikal yang biasanya menandakan potensi lanjutan tren turun setelah harga sempat rebound sementara. - Kenapa area US$70 ribu dianggap penting untuk Bitcoin?
Area tersebut dianggap sebagai support kuat berdasarkan data on chain dan aktivitas holder jangka panjang. Jika support bertahan, peluang tren bullish masih terbuka. - Apa faktor utama yang bisa mendorong harga Bitcoin naik lagi?
Beberapa faktor yang sering disebut analis antara lain arus masuk ETF Bitcoin, pembelian institusi besar, kondisi ekonomi global, serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai digital. - Apakah Bitcoin masih berisiko turun meski ada prediksi bullish?
Ya. Pasar kripto sangat volatil dan tetap memiliki risiko koreksi tajam, terutama jika tekanan jual meningkat atau sentimen global memburuk.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – This Bitcoin price model targets ‘conservative’ $255K by year-end, diakses pada 22 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


