Brand Fashion Legendaris Gugat Pudgy Penguins, Ini Penyebabnya
icon search
icon search

Top Performers

Brand Fashion Legendaris Gugat Pudgy Penguins, Ini Penyebabnya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Brand Fashion Legendaris Gugat Pudgy Penguins, Ini Penyebabnya

Brand Fashion Legendaris Gugat Pudgy Penguins, Ini Penyebabnya

Daftar Isi

Proyek NFT Pudgy Penguins (PENGU) menghadapi gugatan hukum dari perusahaan fashion Amerika Serikat PEI Licensing, pemilik merek pakaian legendaris Original Penguin

Gugatan tersebut diajukan di pengadilan federal Florida dengan tuduhan pelanggaran merek dagang terkait merchandise pakaian yang dijual oleh Pudgy Penguins.

Perusahaan fashion itu menilai penggunaan nama dan desain penguin oleh Pudgy Penguins terlalu mirip dengan identitas merek mereka yang telah digunakan selama puluhan tahun.

 

Gugatan Merek Dagang Diajukan di Pengadilan Federal

Dalam dokumen gugatan yang diajukan pada Rabu waktu setempat, PEI Licensing menuduh Pudgy Penguins melakukan trademark infringement, trademark dilution, dan unfair competition.

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa Pudgy Penguins menggunakan serangkaian merek berbasis kata “penguin” dan desain penguin pada produk pakaian mereka yang dinilai dapat membingungkan konsumen.

Menurut isi gugatan, tindakan tersebut dianggap sebagai penggunaan tidak sah terhadap merek yang sudah lebih dulu terdaftar secara federal.

“Gugatan ini muncul akibat penggunaan tanpa izin serta upaya pendaftaran berbagai merek dagang berupa kata dan desain ‘PENGUIN’ oleh pihak tergugat, yang digunakan pada produk pakaian serta barang dan layanan terkait yang dinilai sangat mirip dengan merek kata ‘PENGUIN’ dan desain penguin milik PEI yang telah terdaftar secara federal dan dikenal luas,” kata PEI dalam dokumen gugatan.

PEI menyebut langkah hukum ini diambil karena Pudgy Penguins mencoba mendaftarkan berbagai merek yang mengandung kata “penguin” untuk kategori produk pakaian dan layanan terkait.

 

Baca berita terbaru lainnya: Kasus SEC vs Justin Sun Berakhir, Tron Setuju Bayar Denda Rp168 Miliar

 

Original Penguin Klaim Merek Sudah Digunakan Sejak 1950-an

 

PENGU PEI Produk

Sumber Gambar: CourtListener via Cointelegraph

 

Dalam gugatan tersebut, PEI Licensing menegaskan bahwa merek mereka telah memiliki sejarah panjang di industri fashion.

Perusahaan mengklaim telah menggunakan:

  • Desain logo penguin sejak 1956
  • Merek kata “PENGUIN” setidaknya sejak 1967

Merek tersebut dikenal luas melalui brand Original Penguin, label pakaian yang populer di Amerika Serikat dan beberapa negara lain.

Dengan sejarah panjang tersebut, perusahaan berpendapat bahwa penggunaan elemen penguin oleh Pudgy Penguins berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen.

 

Surat Peringatan Sudah Dikirim Sejak 2023

Sebelum membawa kasus ini ke pengadilan, PEI Licensing sebenarnya telah mengirim surat cease and desist kepada Pudgy Penguins pada Oktober 2023.

Dalam surat itu, perusahaan meminta agar proyek NFT tersebut menghentikan penggunaan merek yang dianggap melanggar serta menarik aplikasi pendaftaran merek yang diajukan ke US Patent and Trademark Office (USPTO).

Namun menurut dokumen gugatan, permintaan tersebut tidak menghasilkan penyelesaian yang memuaskan sehingga perusahaan akhirnya menempuh jalur hukum.

PEI juga menuduh Pudgy Penguins telah menyalahgunakan hak kekayaan intelektual yang bernilai tinggi milik mereka.

 

Tuntutan yang Diajukan ke Pengadilan

Dalam gugatan tersebut, PEI Licensing meminta beberapa tindakan hukum terhadap Pudgy Penguins.

Di antaranya:

  • Memerintahkan USPTO menolak pendaftaran merek Pudgy Penguins
  • Menghentikan penggunaan merek yang dianggap melanggar
  • Memusnahkan produk yang berpotensi membingungkan konsumen
  • Memberikan seluruh keuntungan dari penjualan produk tersebut kepada PEI

Tuntutan ini menunjukkan bahwa sengketa tidak hanya menyangkut penggunaan nama, tetapi juga potensi kerugian finansial akibat penjualan merchandise.

 

Baca berita berikutnya: RUU Kripto AS Bisa Ubah Status XRP? Ini Kata Pendiri Cardano

 

Respons Pudgy Penguins: Gugatan Dinilai Tidak Berdasar

 

PENGU

Sumber Gambar: X.com

 

Pudgy Penguins membantah tuduhan tersebut. Kepala tim hukum Pudgy Penguins, Jennifer McGlone, mengatakan perusahaan cukup terkejut dengan langkah hukum yang diambil PEI Licensing.

Menurutnya, kedua pihak sebenarnya telah melakukan diskusi untuk menyelesaikan masalah ini secara privat.

McGlone menilai klaim pelanggaran merek dagang tersebut tidak kuat karena desain kedua merek dinilai berbeda secara visual dan menargetkan pasar yang berbeda. 

Ia juga menyebut Pudgy Penguins telah memperoleh beberapa persetujuan pendaftaran merek dari USPTO.

“Kami sangat yakin akan memenangkan kasus ini karena Pudgy Penguins telah memperoleh beberapa persetujuan pendaftaran merek dagang dari USPTO yang mencakup brand Pudgy Penguins serta merek terkait lainnya,” ujarnya.

 

Pudgy Penguins dan Ekspansi Brand Web3

Kasus ini muncul di tengah ekspansi Pudgy Penguins dari proyek NFT menjadi brand yang lebih luas.

Selain koleksi NFT, Pudgy Penguins kini mengembangkan berbagai produk fisik seperti mainan koleksi, merchandise pakaian, dan produk lisensi lainnya.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana proyek berbasis Web3 mulai masuk ke sektor bisnis tradisional seperti retail dan fashion. Ketika ekspansi tersebut terjadi, penggunaan nama, logo, dan identitas brand menjadi semakin penting dari sisi hukum.

 

Kesimpulan

Gugatan terhadap Pudgy Penguins menyoroti tantangan yang muncul ketika proyek NFT berkembang menjadi brand komersial. 

PEI Licensing menilai penggunaan elemen penguin pada merchandise Pudgy Penguins melanggar merek dagang Original Penguin yang telah digunakan sejak puluhan tahun lalu.

Sementara itu, Pudgy Penguins membantah tuduhan tersebut dan yakin desain serta pasar yang mereka targetkan berbeda. 

Kasus ini menjadi contoh bagaimana ekspansi proyek Web3 ke bisnis fisik dapat memicu sengketa merek dagang dengan brand yang lebih dulu ada.

 

FAQ

  • Mengapa Pudgy Penguins digugat oleh brand Original Penguin?
    Pudgy Penguins digugat karena dituduh menggunakan nama dan desain penguin pada produk pakaian yang dianggap terlalu mirip dengan merek Original Penguin. Perusahaan pemilik brand tersebut menilai hal itu berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen.
  • Apa itu trademark infringement dalam kasus Pudgy Penguins?
    Trademark infringement adalah pelanggaran terhadap hak merek dagang yang telah terdaftar secara resmi. Dalam kasus ini, PEI Licensing menilai penggunaan kata dan desain penguin oleh Pudgy Penguins melanggar merek yang sudah mereka miliki sejak lama.
  • Siapa pemilik brand fashion Original Penguin?
    Brand Original Penguin dimiliki oleh perusahaan PEI Licensing. Merek ini telah digunakan sejak pertengahan abad ke-20 dan dikenal melalui logo penguin pada berbagai produk pakaian.
  • Apakah Pudgy Penguins hanya proyek NFT?
    Tidak. Pudgy Penguins awalnya dikenal sebagai koleksi NFT, tetapi kini berkembang menjadi brand yang lebih luas dengan produk fisik seperti mainan koleksi, merchandise pakaian, dan lisensi produk.
  • Apa dampak gugatan merek dagang bagi proyek kripto atau NFT?
    Gugatan seperti ini menunjukkan bahwa proyek kripto yang berkembang menjadi brand komersial harus memperhatikan perlindungan merek dagang. Jika penggunaan nama atau logo terlalu mirip dengan brand yang sudah ada, proyek tersebut berpotensi menghadapi sengketa hukum.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Meme Coin

Lebih Banyak dari Altcoin,Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DODO/IDR
DODO
1.475
139.06%
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
BP/IDR
Backpack
4.949
89.33%
RVM/IDR
Realvirm
6
50%
LIT/IDR
Lighter
31.005
35.68%
Nama Harga 24H Chg
UB/IDR
Unibase
2.071
-45.14%
SKYAI/IDR
SKYAI
2.588
-20.44%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
-20%
H/IDR
Humanity P
10.233
-19.84%
SHRED/IDR
ShredN
23
-14.81%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah
03/06/2026
Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah

Pasar kripto mendapat sorotan baru terkait pembahasan CLARITY Act di

03/06/2026
Bisakah defi.app Jadi Robinhood-nya DeFi? Ini Analisisnya
03/06/2026
Bisakah defi.app Jadi Robinhood-nya DeFi? Ini Analisisnya

Lembaga riset Tiger Research menilai defi.app berpotensi menjadi salah satu

03/06/2026
Bukan Lagi Sekadar USDC, Circle Bidik Pasar AI dan Pembayaran Global
03/06/2026
Bukan Lagi Sekadar USDC, Circle Bidik Pasar AI dan Pembayaran Global

Circle Internet Group (CRCL) tengah melakukan transformasi besar.  Perusahaan yang

03/06/2026