Ripple resmi mengumumkan rencana besar untuk membuat XRP Ledger (XRPL) tahan terhadap ancaman quantum computer, dengan target implementasi penuh pada 2028.
Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran meningkat bahwa teknologi quantum di masa depan bisa membobol sistem kriptografi yang saat ini digunakan oleh hampir seluruh blockchain.
Dalam roadmap yang dirilis, Ripple menyiapkan empat tahap pengembangan untuk mengantisipasi apa yang disebut sebagai “Q-day”, momen ketika quantum computer cukup kuat untuk memecahkan sistem keamanan kripto saat ini.
Ancaman Quantum Mulai Diperhitungkan Serius
Quantum computer selama ini masih dianggap ancaman teoritis. Namun, situasinya mulai berubah setelah Google mengungkap bahwa serangan terhadap blockchain seperti Bitcoin (BTC) mungkin membutuhkan daya komputasi yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
Sejumlah analis bahkan mulai memproyeksikan Q-day bisa terjadi sekitar 2029. Artinya, waktu untuk bersiap semakin sempit.
Dalam konteks ini, XRP Ledger menghadapi risiko yang sama seperti blockchain lain. Setiap transaksi yang dilakukan akan membuka public key ke jaringan. Saat ini, hal tersebut aman. Namun di masa depan, quantum computer berpotensi mengekstrak private key dari data tersebut.
Jika itu terjadi, aset kripto di dalam wallet bisa dikuras tanpa perlu metode peretasan konvensional.
Risiko ini semakin besar untuk wallet yang sudah lama tidak aktif, karena public key mereka sudah lama terekspos di blockchain.
Baca juga berita terkait: XRP Lebih Aman dari Bitcoin soal Risiko Quantum? Data Ini Bikin Kaget
Empat Tahap Strategi Ripple Hadapi Quantum
Untuk mengantisipasi skenario terburuk, Ripple merancang roadmap dalam empat fase yang berjalan bertahap hingga 2028.
1. Q-Day Readiness: Mode Darurat
Tahap pertama difokuskan pada skenario darurat jika quantum computer berkembang lebih cepat dari perkiraan.
Ripple menyiapkan mekanisme migrasi paksa, di mana seluruh akun harus berpindah ke sistem kriptografi yang lebih aman. Sistem lama tidak akan lagi diterima oleh jaringan.
Menariknya, Ripple juga menyiapkan metode pemulihan dana menggunakan zero-knowledge proof. Teknologi ini memungkinkan pengguna membuktikan kepemilikan aset tanpa harus membuka private key, sehingga tetap bisa mengakses dana meski sistem lama sudah tidak aman.
2. Audit dan Pengujian (Target Semester 1 2026)
Saat ini, Ripple sudah masuk tahap kedua. Fokusnya adalah mengidentifikasi seluruh potensi kerentanan XRPL terhadap serangan quantum.
Tim kriptografi Ripple melakukan pengujian berdasarkan standar dari National Institute of Standards and Technology (NIST), lembaga yang menjadi acuan global dalam keamanan siber.
Namun, ada tantangan teknis yang tidak kecil. Sistem kriptografi baru, atau post-quantum cryptography (PQC), membutuhkan ukuran key dan signature yang jauh lebih besar. Hal ini berpotensi membebani performa jaringan.
Untuk itu, Ripple juga bekerja sama dengan perusahaan riset keamanan quantum, Project Eleven, guna menguji performa validator, jaringan developer, hingga prototipe wallet.
3. Integrasi Bertahap (Target Semester 2 2026)
Setelah tahap pengujian, Ripple akan mulai mengintegrasikan teknologi baru ke dalam testnet.
Pada fase ini, sistem kriptografi baru akan berjalan berdampingan dengan sistem lama. Developer dapat menguji kompatibilitas tanpa mengganggu jaringan utama.
Pendekatan ini dirancang agar proses transisi tidak merusak ekosistem yang sudah berjalan, termasuk aplikasi dan pengguna existing.
Selain itu, Ripple juga mulai mengeksplorasi penerapan teknologi quantum-resistant untuk aspek lain seperti privasi transaksi dan pemrosesan data yang aman.
4. Implementasi Penuh (Target 2028)
Tahap terakhir adalah migrasi penuh ke sistem kriptografi yang tahan terhadap quantum.
Ripple berencana mengusulkan pembaruan besar pada XRPL agar mendukung signature berbasis post-quantum cryptography secara native. Implementasi ini diharapkan berjalan tanpa gangguan besar bagi pengguna.
Jika berhasil, XRP Ledger akan menjadi salah satu blockchain yang siap menghadapi era quantum sejak awal.
Baca berita berikutnya: 5 Fakta Penting Quantum Computing yang Perlu Diketahui Investor Bitcoin
Bukan Hanya XRP, Seluruh Industri Ikut Terkena Dampak
Langkah Ripple ini menunjukkan bahwa ancaman quantum bukan hanya isu teknis, tapi sudah mulai menjadi agenda strategis di industri kripto.
Bitcoin dan blockchain lain juga mulai mengevaluasi sistem keamanan mereka, meskipun belum semua memiliki roadmap sejelas XRPL.
Dengan potensi Q-day yang semakin dekat, kesiapan menghadapi perubahan kriptografi bisa menjadi faktor penentu keberlanjutan sebuah jaringan blockchain.
Kesimpulan
Ripple mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan XRP Ledger menghadapi ancaman quantum jauh sebelum teknologi tersebut benar-benar matang.
Alih-alih menunggu risiko terjadi, perusahaan ini memilih membangun fondasi baru secara bertahap, mulai dari audit hingga migrasi penuh.
Jika skenario terburuk benar-benar terjadi, kesiapan seperti ini bisa menjadi pembeda antara jaringan yang bertahan dan yang tertinggal.
FAQ
- Apa itu serangan quantum pada blockchain?
Serangan quantum adalah potensi penggunaan quantum computer untuk memecahkan sistem kriptografi blockchain, sehingga private key bisa didapat dari public key dan aset kripto berisiko dicuri. - Apa itu Q-day dalam kripto?
Q-day adalah istilah untuk momen ketika quantum computer sudah cukup kuat untuk membobol sistem keamanan kriptografi yang digunakan blockchain saat ini. - Kenapa XRP Ledger perlu jadi quantum-resistant?
Karena sistem keamanan saat ini berbasis kriptografi klasik yang berpotensi tidak aman di era quantum. Dengan upgrade, XRP bisa tetap aman di masa depan. - Apa itu post-quantum cryptography (PQC)?
Post-quantum cryptography adalah sistem kriptografi baru yang dirancang agar tetap aman meskipun diserang oleh quantum computer. - Apakah semua kripto terancam quantum computer?
Secara teori iya. Hampir semua blockchain menggunakan sistem kriptografi yang sama, sehingga berpotensi terdampak jika quantum computer sudah cukup canggih. - Kapan quantum computer bisa membobol blockchain?
Belum ada kepastian, tetapi beberapa analis memperkirakan sekitar akhir dekade ini, mendekati 2029, sehingga banyak proyek mulai bersiap dari sekarang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinDesk – Ripple wants the XRP Ledger to be quantum-proof by 2028. Here is its plan, diakses pada 21 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


