Investor besar atau yang kerap disebut smart money tercatat mengakumulasi Bitcoin (BTC) senilai sekitar Rp50 triliun dalam kurun waktu sembilan hari terakhir, di saat pasar global diliputi ketegangan geopolitik dan tekanan harga.
Data ini diungkap platform analitik on-chain Santiment, seperti dikutip Cointelegraph. Akumulasi tersebut terjadi ketika pergerakan harga Bitcoin justru melemah.
Dalam 24 jam terakhir sebelum laporan dirilis, harga Bitcoin sempat turun lebih dari 4% dan diperdagangkan di kisaran US$89.000.
Whale Masuk Saat Harga Tertekan

Sumber Gambar: X.com/Santiment
Menurut Santiment, dompet Bitcoin dengan kepemilikan 10 hingga 10.000 BTC mengumpulkan 36.322 BTC sepanjang periode 10 hingga 19 Januari.
“Dompet dengan kepemilikan 10 hingga 10.000 BTC tercatat menambah 36.322 BTC dalam sembilan hari terakhir, atau naik sekitar 0,27%,” ujar data Santiment.
Jika dikonversi ke nilai saat ini, total pembelian tersebut setara US$3,21 miliar atau sekitar Rp50 triliun.
Santiment menilai pola ini sebagai sinyal penting dari sisi perilaku pasar. Akumulasi terjadi bukan saat harga menguat, melainkan ketika tekanan masih terasa dan sentimen pasar cenderung rapuh.
Baca berikutnya: Setelah 13 Tahun Menghilang, Whale Bitcoin (BTC) Ini Tiba-Tiba Bergerak
Retail Justru Melepas Bitcoin
Di saat smart money masuk, investor ritel menunjukkan arah sebaliknya. Wallet kecil dengan kepemilikan di bawah 0,01 BTC tercatat melepas sekitar 132 BTC dalam periode yang sama.
“Sebaliknya, dompet kecil dengan saldo di bawah 0,01 BTC justru melepas 132 BTC dalam periode yang sama, turun sekitar 0,28%,” tulis Santiment.
Nilainya memang jauh lebih kecil dibanding akumulasi whale, namun pergerakan ini mencerminkan perbedaan sikap yang kontras antara pelaku pasar besar dan kecil.
Santiment menyebut kondisi seperti ini kerap muncul dalam fase pasar tertentu, ketika pelaku besar mulai membangun posisi jangka menengah hingga panjang, sementara investor ritel cenderung bereaksi terhadap volatilitas jangka pendek.
Tekanan Geopolitik Masih Membayangi
Sejak awal tahun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana tarif terhadap sejumlah negara Eropa kembali memicu gejolak. Isu tersebut sempat mendorong Bitcoin turun hampir 7% dalam satu hari.
Meski demikian, Santiment menilai pola akumulasi whale di tengah tekanan seperti ini sering kali menciptakan apa yang mereka sebut sebagai divergensi bullish jangka panjang, meskipun pergerakan harga dalam waktu dekat masih bisa berfluktuasi.
Baca selanjutnya: Harga Saham AS & Bitcoin (BTC) Jebol Serentak, Jepang Jadi Dalangnya?
Sentimen Pasar Masih Hati-Hati

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Indikator sentimen menunjukkan pasar kripto belum sepenuhnya pulih. Crypto Fear and Greed Index berada di level 32, yang menandakan fase “fear”.
Sementara itu, Altcoin Season Index mencatat skor 29 dari 100, mengindikasikan perhatian pasar masih terfokus pada Bitcoin dibanding altcoin.
Di sisi lain, aktivitas diskusi Bitcoin di media sosial justru meningkat. Santiment mencatat perbandingan Bitcoin dengan aset lindung nilai seperti emas dan perak semakin sering muncul, seiring meningkatnya ketidakpastian global.
Kesimpulan
Masuknya smart money ke Bitcoin di tengah tekanan harga dan ketegangan global memperlihatkan adanya perbedaan strategi antara investor besar dan ritel.
Data on-chain menunjukkan pelaku besar cenderung memanfaatkan fase pasar yang penuh ketidakpastian untuk mengakumulasi aset, sementara sentimen pasar secara umum masih berhati-hati.
Pola ini tidak menjamin pergerakan harga dalam waktu dekat, namun menjadi sinyal penting dalam membaca arah pasar jangka menengah hingga panjang.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan smart money dalam Bitcoin?
Smart money merujuk pada investor besar seperti institusi, whale, atau pelaku pasar berpengalaman yang biasanya memiliki data, strategi, dan horizon investasi lebih panjang dibanding investor ritel. - Mengapa smart money membeli Bitcoin saat harga turun?
Dalam banyak kasus, investor besar memanfaatkan fase harga tertekan untuk mengakumulasi aset. Strategi ini sering dilakukan ketika sentimen pasar masih negatif dan likuiditas dari investor ritel meningkat. - Apakah akumulasi whale menjamin harga Bitcoin akan naik?
Tidak. Akumulasi whale tidak selalu berdampak langsung pada harga. Pergerakan Bitcoin tetap dipengaruhi faktor makro, geopolitik, dan kondisi pasar global dalam jangka pendek. - Apa arti divergensi bullish jangka panjang menurut Santiment?
Divergensi bullish jangka panjang mengacu pada kondisi ketika data on-chain menunjukkan akumulasi oleh investor besar, meskipun harga dan sentimen pasar belum mencerminkan optimisme tersebut. - Bagaimana peran investor ritel dalam kondisi pasar seperti ini?
Investor ritel sering kali lebih sensitif terhadap volatilitas jangka pendek. Dalam kondisi pasar tidak pasti, ritel cenderung mengurangi eksposur, sementara pelaku besar justru mulai membangun posisi.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Whale Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


