Chairman BitMine Immersion Technologies, Tom Lee, menilai Wall Street berpotensi menjadi pendorong utama kenaikan harga Ethereum (ETH) pada siklus berikutnya.
Menurutnya, prospek bullish ETH kini tidak lagi bergantung pada spekulasi pasar kripto, melainkan semakin kuatnya adopsi oleh institusi keuangan besar.
Tom Lee Nilai Wall Street Jadi Penggerak Baru Ethereum
Dalam pesan bulanan Chairman BitMine yang dirilis pada Juli 2026, Tom Lee mengatakan narasi pertumbuhan Ethereum telah memasuki fase baru.
Jika sebelumnya kenaikan harga ETH banyak didorong oleh tren Initial Coin Offering (ICO), NFT, DeFi, hingga stablecoin, kini pertumbuhan tersebut mulai bergeser ke sektor keuangan tradisional yang memanfaatkan teknologi blockchain Ethereum.
“Berbeda dengan bear market kripto pada 2022, saat ini Wall Street justru sedang membangun di atas Ethereum,” tulis Tom Lee dikutip dari Be(in)Crypto.
Menurutnya, prospek Ethereum kini tidak lagi hanya bergantung pada aktivitas investor ritel atau sentimen pasar kripto, tetapi juga pada semakin luasnya penggunaan jaringan Ethereum oleh institusi keuangan besar.
Baca juga berita terbaru: Arthur Hayes dan Whale Kompak Borong ETH, Reli Ethereum Segera Berlanjut?
BlackRock hingga JPMorgan Perkuat Narasi Adopsi Institusi
Tom Lee menilai semakin banyak institusi keuangan besar yang mulai membangun layanan berbasis Ethereum.
Salah satu contohnya adalah BlackRock melalui BUIDL, dana tokenisasi obligasi pemerintah Amerika Serikat yang kini mengelola aset sekitar US$2,6 miliar.
Produk tersebut juga telah memperoleh peringkat tertinggi untuk kategori money market fund dari Moody’s pada tahun ini.
Selain itu, JPMorgan juga melanjutkan pengembangan layanan aset digital melalui MONY Fund, sebagai bagian dari strategi tokenisasi yang telah dibangun sejak meluncurkan platform Onyx pada 2020.
Tidak hanya dari sisi institusi, ekosistem Ethereum juga dinilai masih unggul dalam pengembangan teknologi.
Berdasarkan data Electric Capital, jaringan ini memiliki hampir 6.000 pengembang aktif yang membangun aplikasi menggunakan Ethereum Virtual Machine (EVM), menjadikannya salah satu ekosistem blockchain dengan komunitas developer terbesar.
Robinhood Chain Dinilai Perkuat Utilitas ETH
Tom Lee juga menyoroti peluncuran Robinhood Chain yang berjalan di atas jaringan Arbitrum sejak 1 Juli 2026.
Dalam dua minggu pertama peluncurannya, jaringan tersebut sempat menjadi blockchain dengan volume perdagangan decentralized exchange (DEX) terbesar ketiga berdasarkan data DefiLlama, dengan volume harian sekitar US$811 juta.
Meski posisinya kemudian kembali disalip Ethereum dan Base, volume kumulatif transaksi disebut telah melampaui US$1 miliar.
Menurut Tom Lee, yang paling penting bukan sekadar besarnya volume transaksi, melainkan penggunaan ETH sebagai aset untuk membayar biaya transaksi (gas fee).
“Robinhood Chain merupakan langkah besar karena menggunakan ETH sebagai token gas utama. Biaya transaksinya menggunakan ETH dan seluruh penyelesaiannya dilakukan di Ethereum Layer-1. Kalau begitu, bisa dibilang ETH kini berfungsi sebagai uang,” jelas Lee.
Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat fungsi ETH sebagai aset utilitas dalam ekosistem blockchain.
CEO Robinhood, Vlad Tenev, sebelumnya juga menyatakan bahwa berbagai instrumen keuangan yang saat ini masih menggunakan sistem tradisional pada akhirnya berpotensi berpindah ke teknologi blockchain.
Ethereum Diibaratkan Seperti Amazon Sebelum Melejit
Tom Lee membandingkan posisi Ethereum saat ini dengan perjalanan saham Amazon beberapa dekade lalu.
Menurutnya, harga saham Amazon sempat bergerak stagnan di kisaran US$6 setelah penyesuaian stock split selama bertahun-tahun.
Namun, ketika cakupan bisnis Amazon berkembang melalui layanan cloud computing dan berbagai lini usaha lainnya, harga saham perusahaan tersebut melonjak berkali-kali lipat.
Ia menilai Ethereum saat ini berada pada fase serupa, ketika pasar mulai meluas dari sekadar industri kripto menuju sektor keuangan tradisional.
“Saya rasa banyak investor justru menyerah dan melepas Ethereum pada saat yang kurang tepat,” ujarnya.
Karena itu, Tom Lee menganggap banyak investor justru melepas kepemilikan ETH pada waktu yang kurang tepat karena hanya berfokus pada pergerakan harga jangka pendek.
Baca berita lainnya: Bitcoin, Ethereum, dan XRP Kompak Turun Saat Trump Bikin Pengumuman Besar Ini
Masih Ada Tantangan bagi Ethereum
Meski optimistis, Tom Lee mengakui terdapat sejumlah tantangan yang masih membayangi Ethereum.
Harga ETH sejauh ini telah dua kali gagal menembus area US$5.000 sehingga banyak pelaku pasar menganggap level tersebut sebagai resistance kuat.
Di sisi lain, Tom Lee juga memiliki kepentingan langsung terhadap kenaikan harga ETH.
Berdasarkan laporan mingguan BitMine, perusahaan tersebut diketahui memiliki sekitar 5,77 juta ETH, setara sekitar 4,8% dari total pasokan Ethereum yang beredar.
Kesimpulan
Pandangan Tom Lee menunjukkan bahwa narasi investasi Ethereum mulai bergeser dari sekadar aset spekulatif menuju infrastruktur yang digunakan oleh institusi keuangan besar. Adopsi oleh perusahaan seperti BlackRock, JPMorgan, hingga Robinhood menjadi alasan utama mengapa ia masih melihat peluang Ethereum mencetak rekor harga baru pada masa mendatang.
Meski demikian, prospek tersebut masih bergantung pada seberapa cepat adopsi institusi berkembang dan apakah penggunaan jaringan Ethereum benar-benar mampu meningkatkan permintaan terhadap ETH dalam jangka panjang.
FAQ
- Apa yang dimaksud Tom Lee dengan Wall Street menjadi alasan Ethereum bisa naik?
Tom Lee menilai pertumbuhan Ethereum ke depan lebih banyak didorong oleh adopsi institusi keuangan besar, seperti BlackRock, JPMorgan, dan Robinhood, dibanding spekulasi investor kripto. - Mengapa adopsi institusi penting bagi harga Ethereum?
Semakin banyak institusi menggunakan jaringan Ethereum untuk tokenisasi aset atau transaksi on-chain, semakin besar potensi peningkatan aktivitas jaringan dan permintaan terhadap ETH sebagai aset utilitas. - Apa hubungan Robinhood Chain dengan Ethereum?
Robinhood Chain dibangun di atas Arbitrum dan menggunakan ETH sebagai token untuk membayar biaya transaksi. Penyelesaian akhirnya juga dilakukan di jaringan utama Ethereum (Layer-1). - Apa itu tokenisasi aset yang disebut Tom Lee?
Tokenisasi aset adalah proses mengubah aset dunia nyata, seperti obligasi atau saham, menjadi aset digital di blockchain sehingga dapat diperdagangkan dan dikelola secara lebih efisien. - Apakah prediksi Tom Lee menjamin harga Ethereum akan mencetak rekor baru?
Tidak. Pandangan Tom Lee merupakan analisis berdasarkan tren adopsi institusi. Pergerakan harga Ethereum tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk kondisi ekonomi global, sentimen pasar, regulasi, serta perkembangan ekosistem blockchain.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Berita Tom Lee, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
