Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani dua executive order yang mempercepat pengembangan teknologi quantum computing sekaligus mempercepat transisi menuju sistem enkripsi tahan kuantum.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, quantum mengalami lompatan besar, dan Amerika berada di garis terdepan dalam inovasi serta teknologi terobosan ini,” tulis White House di X.
Langkah ini menegaskan strategi besar Washington untuk memperkuat dominasi teknologi di sektor quantum, namun di sisi lain memicu kembali perhatian pasar terhadap potensi risiko jangka panjang bagi Bitcoin (BTC) dan aset kripto.
Target Quantum Computer Nasional Dipercepat ke 2028

Sumber Gambar: X.com
Dalam order pertama, pemerintah AS menetapkan target ambisius: membangun quantum computer yang mampu digunakan untuk riset ilmiah di laboratorium nasional atau fasilitas Department of Energy pada tahun 2028.
Melansir Bitcoin Magazine, program ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga seperti Departemen Energi, Perdagangan, Pertahanan, hingga NASA, serta sektor swasta dan akademisi untuk mempercepat pengembangan teknologi quantum.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan quantum sensors dan quantum networking dalam jangka lima tahun sebagai bagian dari strategi infrastruktur teknologi nasional.
Baca berita terbaru lainnya: Bitcoin Naik Usai Strategy Beli 520 BTC, Saylor Optimis BTC Bisa US$1 Juta per Koin
Deadline Enkripsi Tahan Quantum Dipercepat ke 2031
Order kedua menjadi sorotan utama industri keamanan siber dan kripto.
Pemerintah AS mempercepat migrasi ke sistem post-quantum cryptography dari target awal 2035 menjadi Desember 2031.
National Institute of Standards and Technology (NIST) juga diminta menyelesaikan pilot migrasi sistem federal pada 2027.
Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) turut diberi mandat untuk membantu infrastruktur kritis seperti energi, air, dan sistem keuangan dalam proses transisi enkripsi baru.
Langkah ini memperkuat sinyal bahwa ancaman quantum computing kini tidak lagi dianggap sebagai risiko teoretis jangka panjang, melainkan mulai masuk ke perencanaan keamanan nasional.
Dana Miliaran Mengalir ke Quantum, AS Percepat Ambisi Teknologi Baru

Sumber Gambar: X.com
Di sisi pasar, Kobeissi Letter mencatat bahwa kebijakan ini juga beriringan dengan alokasi miliaran dolar pendanaan untuk perusahaan quantum oleh Department of Commerce.
Selain itu, kebijakan ini melibatkan kolaborasi dengan sektor swasta dan akademisi untuk mempercepat pengembangan teknologi.
Langkah ini disebut sebagai sinyal bahwa pemerintah AS kini secara aktif “ramping up support for quantum”, seiring meningkatnya kompetisi global di sektor komputasi generasi berikutnya.
Dampak ke Bitcoin dan Risiko Q-Day
Di ekosistem kripto, perhatian utama tertuju pada konsep Q-Day, yaitu momen ketika komputer kuantum cukup kuat untuk membalikkan algoritma kriptografi modern.
Bitcoin saat ini menggunakan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) untuk mengamankan tanda tangan digital. Secara teori, jika quantum computing mencapai tingkat tertentu, sistem ini dapat memungkinkan perhitungan private key dari public key yang terekspos.
Coinbase Advisory Council sebelumnya memperkirakan sekitar 7 juta BTC berpotensi terdampak secara teori, terutama dari alamat lama yang sudah pernah mengekspos public key ke jaringan.
Namun, sebagian besar penelitian akademik terbaru menilai bahwa ancaman ini masih belum dekat secara praktis. Studi juga menunjukkan bahwa perkembangan quantum cryptographically relevant machine kemungkinan masih berada dalam rentang dekade, bukan tahun.
Baca juga: Uang Diam-diam Mengalir ke AI? Ini 3 Token AI yang Jadi Bintang Baru
Industri Mulai Bergerak ke Arah Post-Quantum Bitcoin
Isu ini mendorong diskusi di komunitas kripto terkait kesiapan Bitcoin menghadapi era post-quantum.
Sejumlah proposal seperti BIP-360 mulai diajukan untuk memperkuat skema kriptografi Bitcoin agar tahan terhadap serangan quantum.
Namun, ada juga proposal kontroversial seperti BIP-361 yang membahas kemungkinan pembekuan aset lama yang rentan jika tidak segera dimigrasikan ke sistem baru.
Di luar Bitcoin, beberapa blockchain seperti Stellar dan Algorand sudah mulai menyusun roadmap migrasi ke sistem tahan quantum, dengan target implementasi dalam beberapa tahun ke depan.
Bitcoin sendiri masih belum memiliki jalur migrasi wajib, sehingga diskusi governance menjadi faktor utama dalam menentukan arah mitigasi risiko ini.
Kesimpulan
Penandatanganan executive order oleh Trump tidak mengubah kondisi Bitcoin saat ini, tetapi menandai percepatan serius dalam perlombaan teknologi quantum di tingkat global.
Percepatan target dari 2035 ke 2031 untuk sistem enkripsi federal menunjukkan bahwa pemerintah AS mulai menganggap ancaman quantum sebagai isu jangka menengah, bukan lagi teori masa depan.
Bagi Bitcoin, ini bukan tentang ancaman langsung, tetapi tentang pergeseran timeline risiko yang semakin dipercepat oleh kebijakan negara dan investasi besar di sektor quantum computing.
FAQ
- Apa itu Q-Day dalam konteks Bitcoin?
Q-Day adalah momen ketika komputer kuantum cukup kuat untuk membobol enkripsi modern seperti ECDSA yang digunakan Bitcoin untuk tanda tangan digital. - Apakah Bitcoin bisa diretas oleh komputer kuantum saat ini?
Tidak. Teknologi quantum saat ini masih belum memiliki stabilitas dan skala komputasi yang cukup untuk menyerang sistem kriptografi Bitcoin. - Kenapa pemerintah AS mempercepat post-quantum cryptography?
Karena ancaman quantum dianggap bisa berkembang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, sehingga sistem keamanan harus dipersiapkan lebih awal. - Apa itu 7 juta BTC yang disebut berisiko?
Itu adalah estimasi aset yang berada di alamat lama atau sudah mengekspos public key, sehingga secara teori lebih rentan jika Q-Day terjadi. - Apa itu post-quantum cryptography?
Post-quantum cryptography adalah sistem enkripsi baru yang dirancang agar tetap aman meskipun komputer kuantum yang sangat kuat sudah tersedia. - Apakah Bitcoin akan segera berubah karena ancaman quantum?
Belum. Namun komunitas sedang mendiskusikan proposal upgrade seperti BIP-360 untuk mengantisipasi risiko jangka panjang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Donald Trump, #Berita Blockchain, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


