Harga Bitcoin (BTC) dinilai lebih sensitif terhadap penerbitan utang pemerintah Amerika Serikat dibanding kebijakan suku bunga bank sentral. Temuan tersebut diungkap dalam laporan terbaru perusahaan investasi kripto dan market maker, Keyrock.
Dalam risetnya, Keyrock menyebut Treasury bills atau T-bills sebagai metrik likuiditas yang paling berpengaruh terhadap pergerakan harga BTC sejak 2021. Penerbitan utang jangka pendek pemerintah AS itu tercatat memiliki korelasi sekitar 80% dengan harga Bitcoin.

Sumber Gambar: Keyrock
Peneliti Keyrock, Amir Hajian, menjelaskan bahwa setiap kenaikan 1% likuiditas global berkorelasi dengan kenaikan rata-rata 7,6% pada harga Bitcoin di kuartal berikutnya.
“Ketika Departemen Keuangan AS meningkatkan penerbitan Treasury bills, langkah itu digunakan untuk membiayai belanja yang mengalir ke ekonomi riil dan pada akhirnya masuk ke aset berisiko seperti Bitcoin. Sebaliknya, ketika penerbitan Treasury bills menurun atau menjadi negatif, dorongan fiskal tersebut ikut memudar,” jelasnya dikutip dari Cointelegraph
Ia juga menekankan bahwa T-bills cenderung memimpin pergerakan harga BTC dengan jeda waktu sekitar delapan bulan.

Sumber Gambar: Keyrock
Menurutnya, ketika pemerintah AS meningkatkan penerbitan T-bills untuk membiayai belanja negara, dana tersebut mengalir ke ekonomi riil sebelum akhirnya masuk ke aset berisiko seperti Bitcoin.
Sebaliknya, saat penerbitan utang melambat, dorongan likuiditas terhadap pasar kripto ikut berkurang.
Baca juga berita terbaru: Bitcoin (BTC) Rontok ke US$66.000 Setelah The Fed Beri Sinyal Hawkish
Bukan Neraca The Fed yang Dominan
Temuan ini menantang pandangan umum yang selama ini menempatkan kebijakan suku bunga The Fed sebagai faktor utama penggerak harga aset kripto.
Keyrock menilai tidak semua ekspansi likuiditas dari bank sentral langsung berdampak pada pasar kripto. Likuiditas yang hanya berputar di sistem keuangan tanpa masuk ke aktivitas ekonomi dinilai memiliki pengaruh yang lebih terbatas.
Sebaliknya, kebijakan fiskal melalui penerbitan T-bills secara langsung membiayai pengeluaran pemerintah. Arus dana tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan terhadap aset berisiko, termasuk BTC.
Sensitivitas Bitcoin Berkurang karena Institusi (ETF)
Meski korelasi antara T-bills dan Bitcoin tergolong tinggi, struktur pasar saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Laporan itu mencatat bahwa masuknya investor institusi dan produk exchange-traded funds (ETF) telah menurunkan sensitivitas Bitcoin terhadap kondisi likuiditas sekitar 23%.
Perubahan komposisi pelaku pasar membuat pergerakan harga BTC tidak sepenuhnya reaktif terhadap ekspansi likuiditas seperti pada fase sebelumnya.
Baca selanjutnya: Utang AS US$9,6 Triliun Jatuh Tempo, Bitcoin (BTC) Siap Bull Run?
Gelombang Jatuh Tempo Utang AS
Laporan Keyrock juga menyoroti kondisi fiskal Amerika Serikat yang memiliki total utang nasional sekitar US$38 triliun. Sebagian besar utang tersebut akan jatuh tempo dalam empat tahun ke depan.
Karena banyak surat utang lama diterbitkan saat suku bunga mendekati nol, pemerintah AS diperkirakan harus melakukan refinancing pada tingkat bunga yang lebih tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, penerbitan T-bills diproyeksikan meningkat signifikan.
Keyrock memperkirakan penerbitan T-bills dapat mencapai US$600 miliar hingga US$800 miliar per tahun hingga 2028.
“Penerbitan T-bills diproyeksikan akan mencapai dan bertahan di kisaran US$600 miliar hingga US$800 miliar per tahun hingga 2028,” tulis laporan Keyrock.
Tambahan likuiditas dari sisi fiskal ini dinilai berpotensi memengaruhi harga Bitcoin dalam beberapa tahun ke depan, terutama pada periode 2026 hingga awal 2027.
Kesimpulan
Riset Keyrock menggeser fokus analisis pasar kripto dari kebijakan moneter ke kebijakan fiskal. Data menunjukkan penerbitan Treasury bills memiliki korelasi sekitar 80% terhadap harga Bitcoin sejak 2021 dan cenderung memimpin pergerakan harga hingga delapan bulan.
Dengan utang nasional AS mencapai sekitar US$38 triliun dan proyeksi penerbitan T-bills sebesar US$600–800 miliar per tahun hingga 2028, dinamika likuiditas fiskal berpotensi menjadi variabel penting dalam membaca arah BTC beberapa tahun ke depan.
FAQ
- Apa itu Treasury bills dan bagaimana pengaruhnya ke Bitcoin?
Treasury bills atau T-bills adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan pemerintah AS. Ketika penerbitannya meningkat, dana hasil penjualan utang masuk ke ekonomi dan dapat mendorong permintaan aset berisiko seperti Bitcoin melalui efek likuiditas. - Mengapa suku bunga The Fed tidak lagi dianggap faktor utama harga Bitcoin?
Menurut riset Keyrock, tidak semua kebijakan moneter langsung berdampak ke pasar kripto. Likuiditas yang benar-benar mengalir ke ekonomi riil, seperti melalui belanja fiskal hasil penerbitan T-bills, dinilai lebih berpengaruh terhadap harga BTC. - Apa maksud korelasi 80% antara T-bills dan Bitcoin?
Korelasi 80% berarti pergerakan penerbitan T-bills memiliki hubungan statistik yang sangat kuat dengan perubahan harga Bitcoin sejak 2021. Namun, korelasi tidak otomatis berarti satu faktor menjadi penyebab tunggal. - Apa hubungan utang nasional AS dengan harga BTC?
Dengan utang AS sekitar US$38 triliun dan banyak yang jatuh tempo dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah kemungkinan akan meningkatkan penerbitan utang baru. Tambahan likuiditas ini dinilai dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam jangka menengah. - Apakah proyeksi likuiditas hingga 2028 menjamin harga Bitcoin naik?
Tidak. Proyeksi penerbitan T-bills sebesar US$600 miliar hingga US$800 miliar per tahun hingga 2028 hanya menunjukkan potensi peningkatan likuiditas. Harga Bitcoin tetap dipengaruhi banyak faktor lain seperti kondisi makro, arus dana institusi, dan sentimen pasar global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


