Harga Bitcoin (BTC) turun tajam ke bawah US$66.500 setelah risalah rapat terbaru Federal Reserve (The Fed) mengungkap nada kebijakan yang lebih agresif dari perkiraan pasar. Sinyal hawkish ini langsung menekan sentimen aset berisiko, termasuk pasar kripto.
Dalam perdagangan sesi Asia, BTC melemah dari kisaran US$68.300 menjadi sekitar US$66.000, turun sekitar 1,6% dalam 24 jam terakhir. Pelemahan terjadi tak lama setelah notulen rapat Januari The Fed dirilis pada Rabu (18/2) waktu AS.
Notulen The Fed: Tak Ada Urgensi Pangkas Suku Bunga
Dalam rapat 27–28 Januari 2026, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan dengan suara 10-2 untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%. Keputusan ini mengikuti tiga kali pemangkasan berturut-turut sejak September hingga Desember 2025 dengan total 75 basis poin.
Namun yang mengejutkan pasar bukanlah keputusan menahan suku bunga, melainkan nada kebijakan yang cenderung lebih ketat. Mayoritas pejabat Fed menilai belum ada cukup bukti bahwa inflasi benar-benar kembali ke jalur menuju target 2%.
Beberapa peserta rapat bahkan membahas kemungkinan “penyesuaian ke atas” terhadap suku bunga acuan jika tekanan inflasi tetap bertahan. Pernyataan ini menandai pergeseran sikap yang lebih agresif dibanding ekspektasi pasar sebelumnya.
Sebagian pejabat juga memperingatkan bahwa pelonggaran terlalu cepat dapat melemahkan kredibilitas komitmen terhadap target inflasi 2%.
“Sebagian besar peserta rapat memperingatkan bahwa kemajuan menuju target inflasi 2% yang ditetapkan Komite kemungkinan akan berlangsung lebih lambat dan tidak merata dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya,” tertulis dalam risalah tersebut dikutip dari Be(in)crypto.
Baca juga berita terkait: Data Whale Tunjukkan Tekanan Jual, Bitcoin Berisiko Drop Hingga 20%
Perpecahan Internal dan Faktor Politik
Meski mayoritas memilih menahan suku bunga, dua gubernur The Fed, Christopher Waller dan Stephen Miran, mengungkapkan perbedaan pandangan.
Keduanya mendorong pemangkasan 25 basis poin dengan alasan pasar tenaga kerja masih membutuhkan dukungan kebijakan moneter.
Di sisi lain, faktor politik turut menambah ketidakpastian. Masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell akan berakhir pada Mei 2026, dan Presiden Donald Trump telah mencalonkan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh sebagai penggantinya.
Trump secara terbuka mendorong suku bunga lebih rendah, sementara inflasi berbasis indeks PCE diperkirakan kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Pasar berjangka kini memperkirakan pemangkasan suku bunga paling cepat terjadi pada Juni, dengan potensi lanjutan di September atau Oktober.
Tekanan Ganda: Kebijakan Ketat dan Risiko Geopolitik
Penurunan Bitcoin tidak hanya dipicu sentimen kebijakan moneter. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran ikut memperburuk sentimen global. Harga minyak melonjak lebih dari 4%, mendorong investor beralih ke mode risk-off.
Dalam kondisi suku bunga tinggi dan risiko global meningkat, aset berisiko seperti kripto cenderung menghadapi tekanan tambahan.
Volume perdagangan juga meningkat seiring pasar Asia kembali aktif setelah libur Tahun Baru Imlek yang turut mempercepat tekanan jual di tengah ketidakpastian makro.
Baca berita selanjutnya: Bitcoin (BTC) Ambruk, Abu Dhabi Justru Borong ETF BlackRock
Kesimpulan
Risalah rapat Januari menunjukkan The Fed belum siap kembali memangkas suku bunga dan bahkan membuka ruang untuk kenaikan jika inflasi bertahan di atas target. Perubahan nada kebijakan ini langsung mengguncang pasar kripto dan menyeret Bitcoin ke level US$66.000.
Selama inflasi belum menunjukkan penurunan yang konsisten dan risiko geopolitik masih membayangi, volatilitas di pasar kripto berpotensi tetap tinggi.
Investor kini menunggu data inflasi berikutnya untuk mengukur apakah tekanan terhadap Bitcoin akan berlanjut atau mulai mereda.
FAQ
- Apa arti sikap hawkish The Fed bagi pasar kripto?
Sikap hawkish berarti bank sentral cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Kondisi ini biasanya mengurangi likuiditas dan membuat aset berisiko seperti Bitcoin lebih rentan terhadap tekanan jual. - Mengapa Bitcoin sensitif terhadap kebijakan suku bunga AS?
Suku bunga AS memengaruhi arus modal global. Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung memilih aset berimbal hasil tetap seperti obligasi, sehingga permintaan terhadap kripto bisa menurun. - Apa itu minutes atau notulen The Fed?
Minutes adalah risalah rapat yang memuat ringkasan diskusi internal pejabat Federal Reserve. Dokumen ini sering digunakan pasar untuk membaca arah kebijakan suku bunga ke depan. - Apakah ada kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga lagi?
Belum ada keputusan resmi, tetapi beberapa pejabat menyebut opsi kenaikan suku bunga tetap terbuka jika inflasi tidak turun menuju target 2%. - Kapan pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya?
Berdasarkan kontrak berjangka, pasar saat ini memperkirakan pemangkasan paling cepat terjadi pada Juni 2026, tergantung perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi AS. - Apakah ketegangan geopolitik memengaruhi harga Bitcoin?
Ya. Ketidakpastian global, seperti konflik atau ketegangan antarnegara, biasanya membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset volatil seperti kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita The Fed, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


