Harga XRP Melemah 60% dari ATH, Benarkah Bisa Anjlok ke Nol?
icon search
icon search

Top Performers

Harga XRP Melemah 60% dari ATH, Benarkah Bisa Anjlok ke Nol?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Harga XRP Melemah 60% dari ATH, Benarkah Bisa Anjlok ke Nol?

ropsten 50 2026 03 18T111555.674

Daftar Isi

Harga XRP melemah ke level US$1,30–US$1.50 per Maret 2026, turun lebih dari 60% dari rekor tertingginya di US$3,84 pada 2018.

Koreksi ini terjadi setelah reli besar sepanjang 2025 dan memicu kembali spekulasi pasar terkait risiko penurunan lanjutan.

Penurunan tersebut muncul di tengah fase konsolidasi pasar kripto, meski dari sisi fundamental, XRP baru saja mendapatkan kejelasan hukum setelah penyelesaian kasus dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) tahun lalu.

 

Tekanan Harga Pasca Reli 2025

Sepanjang 2025, XRP mencatat kenaikan signifikan setelah perkembangan positif dalam sengketa hukumnya di Amerika Serikat. 

Reli tersebut sempat mengangkat sentimen pasar sebelum akhirnya harga bergerak turun dalam beberapa bulan terakhir. Koreksi ke area US$1,43 menempatkan XRP jauh di bawah level tertingginya. 

Penurunan lebih dari 60% dari ATH memperlihatkan tekanan jual yang cukup kuat, meski volatilitas dalam skala besar bukan hal baru dalam siklus pasar kripto.

 

Baca selanjutnya: Sinyal Bullish XRP Muncul Lagi, Analis Bandingkan dengan Rally 2017

 

Penyelesaian Kasus SEC dan Dampaknya

Kasus hukum antara Ripple dan SEC yang dimulai pada Desember 2020 menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga XRP selama bertahun-tahun. Gugatan tersebut menuding penjualan XRP sebagai penawaran sekuritas tidak terdaftar.

Pada 2025, sengketa tersebut mencapai penyelesaian akhir. Pengadilan menegaskan bahwa XRP bukan sekuritas ketika diperdagangkan di bursa publik kepada investor ritel. 

Ripple membayar denda sekitar US$50 juta, jauh lebih rendah dibanding tuntutan awal sebesar US$2 miliar.

Putusan tersebut memberikan kejelasan regulasi yang sebelumnya dinantikan pasar dan sempat mendorong reli harga pada 2025.

 

ETF XRP dan Arus Dana Institusional

Setelah kejelasan hukum tercapai, produk ETF spot XRP mendapat persetujuan pada akhir 2025. Sejak itu, arus masuk kumulatif ke produk ETF XRP dilaporkan melampaui US$1,2 miliar.

Masuknya dana institusional menjadi salah satu faktor pendukung likuiditas pasar XRP. Selain itu, stablecoin RLUSD yang dikembangkan Ripple telah melampaui kapitalisasi pasar US$1,3 miliar, memperluas aktivitas di jaringan XRP Ledger.

Dari sisi kebijakan, manajemen Ripple juga menyatakan optimisme terhadap peluang pengesahan Digital Asset Market Clarity Act pada 2026, yang berpotensi memperkuat kerangka hukum aset digital di Amerika Serikat.

 

Baca berita berikutnya: Filsuf Bitcoin Sebut XRP Scam, Ripple Dituduh Pakai Skema Transfer Dana Tiap Kuartal

 

Apakah Risiko XRP Jatuh ke US$0 Realistis?

Spekulasi terkait kemungkinan XRP jatuh ke US$0 kembali muncul seiring pelemahan harga. 

Namun, agar suatu aset kripto benar-benar bernilai nol, diperlukan kondisi ekstrem seperti hilangnya likuiditas, berhentinya aktivitas jaringan, dan absennya permintaan pasar.

Saat ini, XRP masih diperdagangkan secara global, memiliki volume transaksi aktif, serta didukung produk investasi berbasis ETF. Infrastruktur XRP Ledger juga tetap beroperasi.

Meski demikian, risiko pasar tetap ada. Tekanan makroekonomi global, perubahan sentimen investor, atau perlambatan adopsi dapat memengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek hingga menengah.

 

Kesimpulan

Penurunan lebih dari 60% dari rekor tertinggi menempatkan XRP dalam fase koreksi signifikan. Namun, berbeda dengan periode sebelumnya, kondisi regulasi kini relatif lebih jelas setelah penyelesaian kasus SEC dan peluncuran ETF spot.

Skenario XRP jatuh ke US$0 masih dinilai sangat kecil berdasarkan kondisi fundamental dan likuiditas saat ini. Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen pasar kripto serta dinamika ekonomi global.

 

FAQ

  • Mengapa harga XRP turun lebih dari 60% dari ATH?
    Penurunan dipicu kombinasi koreksi pasca reli 2025, aksi ambil untung investor, serta sentimen pasar kripto yang sedang memasuki fase konsolidasi.
  • Apakah kasus SEC sudah benar-benar selesai?
    Ya. Pada 2025, Ripple dan SEC mencapai penyelesaian akhir. Pengadilan menegaskan XRP bukan sekuritas saat diperdagangkan di bursa publik kepada investor ritel.
  • Apa dampak ETF spot XRP terhadap harga?
    ETF spot membuka akses bagi investor institusional. Arus dana lebih dari US$1,2 miliar menunjukkan minat institusi, yang berpotensi meningkatkan likuiditas pasar.
  • Apa arti XRP crash ke nol?
    Crash ke nol berarti harga aset turun hingga tidak memiliki nilai. Kondisi ini biasanya terjadi jika proyek kehilangan utilitas, likuiditas, dan dukungan pasar secara total.
  • Apakah XRP masih memiliki fundamental yang kuat?
    XRP masih memiliki jaringan aktif melalui XRP Ledger, dukungan produk ETF, serta perkembangan ekosistem seperti RLUSD yang memperluas penggunaan di jaringan.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP#Crypto ETF, #Berita Stablecoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini

Lebih Banyak dari Altcoin,Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
ZKWASM/IDR
ZKWASM
58
107.14%
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
CEL/IDR
Celsius
317
60.91%
ALITAS/IDR
Alitas
3
50%
Nama Harga 24H Chg
CATI/IDR
Catizen
683
-43.08%
CHT/IDR
CyberHarbo
2
-33.33%
T/IDR
Threshold
100
-26.47%
XEC/USDT
eCash
0
-25%
XGD/IDR
XGold
229.996
-22.29%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Data CPI AS Rilis Hari Ini, Bisa Jadi Pemicu Bitcoin Reli atau Koreksi Tajam
14/07/2026
Data CPI AS Rilis Hari Ini, Bisa Jadi Pemicu Bitcoin Reli atau Koreksi Tajam

Amerika Serikat dijadwalkan merilis data Consumer Price Index (CPI) periode

14/07/2026
Avalanche Kuasai RWA, BlackRock hingga Jepang Kompak Merapat

Avalanche (AVAX) kembali menjadi sorotan setelah mencatat sejumlah perkembangan besar

Pakar: Bitcoin Lebih Rentan terhadap Serangan 51%, Ethereum Dinilai Lebih Aman

Seorang profesor keuangan dari Duke University, Campbell Harvey, menilai Bitcoin