Cara orang berinvestasi kini semakin fleksibel, terutama dengan hadirnya aset digital berbasis blockchain contohnya saja xstocks.
Sebelumnya, untuk membeli saham teknologi seperti Coinbase, investor harus melalui broker saham dan mengikuti jam perdagangan bursa yang terbatas. Kini, muncul alternatif baru berupa tokenized stock yang bisa diakses langsung melalui platform crypto.
Salah satu contohnya adalah COINX, yaitu token yang merepresentasikan saham Coinbase dalam bentuk digital. Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja terkait membeli “saham” lewat crypto seperti ini?
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu COINX, mekanismenya, serta posisinya jika dibandingkan dengan saham Coinbase.
Apa Itu COINX?

COINX adalah tokenized stock dari Coinbase, yaitu aset digital berbasis blockchain yang merepresentasikan saham Coinbase (COIN).
Aset ini sering dikategorikan sebagai Real World Asset (RWA) karena nilainya mengikuti aset nyata, yaitu saham Coinbase.
Meski begitu, COINX bukan saham langsung karena tidak memberi hak seperti pemegang saham. Di sisi lain, COINX juga bukan crypto biasa karena harganya hanya mengikuti pergerakan saham yang mendasarinya.
Cara Kerja COINX di Blockchain
Secara sederhana, COINX bekerja sebagai token di blockchain yang mengikuti harga saham Coinbase. Adapun alurnya adalah seperti berikut ini.
1. Pembelian Token
COINX dibeli melalui platform crypto tanpa perlu akun broker saham. Token ini tersedia dalam bentuk SPL (Solana) dan ERC-20 (Ethereum) sehingga bisa diperdagangkan layaknya aset kripto lain, bahkan 24/7.
2. Backing Asset
Setiap COINX didukung 1:1 oleh saham asli Coinbase yang disimpan di kustodian yang diatur. Model ini memastikan nilai token tetap terhubung dengan aset dunia nyata.
3. Tracking Harga
COINX berfungsi sebagai aset yang melacak harga saham Coinbase, mirip instrumen derivatif. Sehingga harganya dirancang mengikuti pergerakan saham Coinbase di pasar saham. Jadi, keuntungan atau kerugian berasal dari perubahan harga saham tersebut, bukan dari utilitas token itu sendiri.
Perbedaan COINX dan Saham Coinbase (COIN)
Meski sama-sama terkait dengan Coinbase, COINX dan saham COIN memiliki perbedaan yang cukup mendasar, di antaranya sebagai berikut.
1. Kepemilikan
Saat membeli COIN, investor benar-benar memiliki sebagian kecil dari perusahaan. Sementara itu, COINX hanya memberikan eksposur terhadap pergerakan harga sahamnya, tanpa kepemilikan langsung.
2. Hak Investor
Pemegang saham COIN berpotensi mendapatkan hak seperti dividen dan voting dalam keputusan perusahaan. Sebaliknya, COINX tidak memberikan hak tersebut karena hanya berfungsi sebagai pelacak harga.
3. Regulasi
COIN diperdagangkan di bursa saham dan tunduk pada aturan pasar modal. Di sisi lain, COINX beroperasi dalam ekosistem kripto, tetapi tetap dikembangkan dengan mempertimbangkan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
4. Jam Trading
Perdagangan COIN terbatas pada jam bursa saham. Sementara COINX lebih fleksibel karena dapat diperdagangkan hampir selama 24 jam secara teknis, meski likuiditas bisa bervariasi..
Kelebihan COINX
COINX menghadirkan cara baru untuk mendapatkan eksposur terhadap saham Coinbase dengan pendekatan yang lebih praktis.
Aset ini bisa diakses langsung melalui platform crypto tanpa perlu membuka akun broker saham seperti di pasar tradisional.
Dari sisi fleksibilitas, COINX dapat diperdagangkan hampir sepanjang waktu karena berjalan di atas blockchain sehingga tidak terikat jam bursa.
Selain itu, COINX juga memungkinkan kepemilikan dalam jumlah kecil sehingga tetap bisa mendapatkan eksposur ke saham Coinbase tanpa harus membeli satu lembar saham penuh.
Menariknya lagi, karena berbentuk aset on–chain, COINX bisa terhubung dengan ekosistem DeFi. Artinya, token ini tidak hanya untuk trading, tetapi juga bisa dimanfaatkan lebih lanjut, misalnya sebagai jaminan dalam layanan pinjaman di platform tertentu.
Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski menawarkan fleksibilitas, COINX yang terkait dengan Coinbase tetap memiliki beberapa risiko penting. Berikut ini adalah beberapa risiko dan hal yang perlu diperhatikan.
1. Risiko Kustodian
COINX bergantung pada penerbit dan kustodian yang menyimpan saham asli sebagai jaminan. Artinya, ada risiko tambahan jika terjadi masalah pada pihak pengelola aset tersebut.
2. Regulasi
Aturan terkait tokenized stock masih belum seragam di berbagai negara. Hal ini bisa mempengaruhi akses, legalitas, hingga perlindungan bagi investor.
3. Tracking Error
Meskipun dirancang untuk mengikuti harga saham Coinbase, pergerakan harga COINX tidak selalu identik karena diperdagangkan di pasar kripto dengan mekanisme yang berbeda.
4. Tidak Memiliki Hak Saham
Memegang COINX tidak sama dengan memiliki saham asli, kecuali ada mekanisme khusus dari penerbit. Tidak ada hak voting atau dividen karena fungsinya hanya sebagai pelacak harga.
Peran COINX dalam Tren RWA (Real World Asset)

Sebagai aset yang terhubung dengan saham Coinbase, COINX menjadi contoh bagaimana konsep RWA mulai diterapkan di dunia kripto. Berikut ini adalah beberapa perannya dalam tren RWA.
1. Akses Saham lewat Crypto
COINX berperan sebagai jembatan antara pasar saham dan crypto, yang memungkinkan akses ke pergerakan harga saham tanpa harus masuk ke sistem broker tradisional.
2. Integrasi TradFi dan Crypto
COINX mencerminkan upaya menyatukan dua dunia, yaitu keuangan tradisional (TradFi) dan blockchain, dengan menghadirkan aset saham dalam bentuk token yang bisa diperdagangkan secara on–chain.
3. Masa Depan Investasi
Kehadiran COINX menunjukkan arah baru dalam investasi, di mana aset nyata seperti saham dapat ditokenisasi sehingga lebih mudah diakses, diperdagangkan, dan diintegrasikan ke dalam ekosistem digital.
Siapa yang Cocok Menggunakan COINX?
COINX yang terhubung dengan saham Coinbase lebih cocok untuk pengguna yang sudah terbiasa di ekosistem kripto.
Misalnya, investor crypto yang bisa memanfaatkan COINX untuk mendapatkan eksposur ke saham tanpa harus keluar dari platform yang biasa digunakan atau membuka akun broker.
Bagi pengguna DeFi, COINX juga menarik karena dapat dimanfaatkan sebagai aset on–chain, termasuk untuk kebutuhan seperti jaminan pinjaman atau strategi keuangan lainnya tergantung pada dukungan platform.
Selain itu, trader yang mengutamakan fleksibilitas waktu juga cenderung cocok karena COINX bisa diperdagangkan hampir sepanjang waktu tanpa batasan jam bursa.
Sebaliknya, COINX bukan pilihan utama bagi investor saham konvensional yang mencari kepemilikan langsung, dividen, atau hak voting karena token ini hanya berfungsi sebagai pelacak harga, bukan representasi kepemilikan perusahaan.
Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Kesimpulan
Nah, itulah tadi pembahasan menarik tentang COINX sebagai cara baru untuk mengakses saham Coinbase lewat crypto, yang dapat kamu baca selengkapnya di Akademi crypto di INDODAX Academy.
Sebagai kesimpulan, COINX pada dasarnya adalah cara baru untuk “membawa” saham Coinbase ke dalam format blockchain. Instrumen ini bukan saham dalam arti kepemilikan langsung, melainkan representasi harga yang dikemas dalam bentuk token.
Perbedaan tersebut mungkin terlihat tipis, tetapi berdampak pada hak investor, struktur regulasi, hingga cara aset tersebut diperdagangkan.
Di satu sisi, COINX membuka alternatif bagi investor yang sudah terbiasa di ekosistem kripto untuk mengakses pergerakan saham tanpa harus melalui pasar modal.
Di sisi lain, model ini tetap memiliki batasan, seperti ketergantungan pada kustodian, potensi selisih harga, serta tidak adanya hak sebagai pemegang saham.
Dalam konteks yang lebih luas, COINX mencerminkan perubahan cara aset keuangan diakses dan didistribusikan.
Tokenized stock tidak sekadar produk baru, tetapi bagian dari evolusi investasi digital yang mulai menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan blockchain.
FAQ
- Apa itu COINX?
COINX adalah tokenized stock yang merepresentasikan saham Coinbase di blockchain untuk mengikuti pergerakan harganya. - Apakah COINX sama dengan saham Coinbase?
Tidak. COINX hanya memberi eksposur harga, bukan kepemilikan saham. - Apakah COINX bisa memberikan dividen?
Tidak selalu, tergantung platform atau penerbitnya. - Apa keuntungan COINX?
Akses lebih fleksibel, bisa diperdagangkan hampir 24/7, dan mendukung nominal kecil. - Apa risiko COINX?
Meliputi risiko kustodian, regulasi, dan kemungkinan selisih harga dengan saham asli.
Author: Boy





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
