Ketika banyak proyek Bitcoin (BTC) Layer 2 (L2) mulai diragukan, satu nama justru muncul dengan arah berbeda.
Citrea, proyek yang mengembangkan ZK rollup di atas Bitcoin, berhasil menarik investasi dari Founders Fund milik Peter Thiel.
Langkah ini terjadi di tengah sentimen negatif terhadap ekosistem Bitcoin L2 yang dinilai belum membuktikan utilitas nyata.
Bitcoin L2 Tumbuh Cepat, Tapi Minim Hasil Nyata

Sumber Gambar: Tiger Research
Dalam dua tahun terakhir, narasi Bitcoin L2 berkembang pesat. Banyak proyek bermunculan dengan janji membawa smart contract, DeFi, hingga utilitas baru ke jaringan Bitcoin yang selama ini dikenal sederhana.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Sebagian besar proyek Bitcoin Layer 2 hingga kini belum memiliki produk yang benar-benar berjalan, masih berada di tahap testnet, dan belum sepenuhnya menggunakan keamanan jaringan Bitcoin secara langsung.
Alih-alih mengandalkan jaringan Bitcoin, banyak L2 justru bergantung pada sistem multisig atau validator terbatas.
Artinya, keamanan tidak sepenuhnya diwariskan dari Bitcoin, melainkan bergantung pada sekelompok pihak tertentu. Di tengah kondisi ini, kepercayaan pasar mulai menurun.
Baca juga berita terkait: Halving Bitcoin 2028 Sudah 50%, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Founders Fund Masuk Saat Pasar Sedang Skeptis
Di saat banyak investor mulai ragu, Founders Fund justru mengambil langkah berbeda. Perusahaan investasi yang dikenal mendukung SpaceX dan Palantir ini memilih Citrea sebagai taruhan di sektor Bitcoin L2.
Menurut laporan Tiger Research, keputusan ini bukan sekadar mengikuti tren. Founders Fund melihat Citrea sebagai satu dari sedikit proyek yang benar-benar fokus pada pengembangan teknologi inti, bukan sekadar narasi marketing.
Ini juga menjadi investasi pertama Founders Fund di ekosistem Bitcoin, yang menandakan adanya keyakinan kuat terhadap pendekatan teknis yang dibawa Citrea.
Apa yang Membuat Citrea Berbeda?

Sumber Gambar: Tiger Research
Perbedaan utama Citrea terletak pada pendekatannya terhadap keamanan Bitcoin.
Jika sebagian besar L2 hanya “menumpang” di atas Bitcoin, Citrea mencoba membawa verifikasi langsung ke jaringan utama melalui kombinasi dua teknologi antara ZK proof dan BitVM.
1. ZK Rollup: Ribuan Transaksi, Satu Validasi
Citrea memproses ribuan transaksi di luar jaringan (off-chain), lalu merangkumnya menjadi satu bukti kriptografi yang disebut zero-knowledge proof.
Bukti ini kemudian dicatat di jaringan Bitcoin, sehingga:
- Lebih efisien
- Lebih murah
- Tetap bisa diverifikasi oleh node Bitcoin
Pendekatan ini memungkinkan skalabilitas tanpa mengorbankan keamanan.
2. BitVM: Verifikasi Tanpa Ubah Bitcoin
Salah satu keterbatasan Bitcoin adalah tidak dirancang untuk komputasi kompleks. Citrea mengatasi ini dengan BitVM, sebuah sistem yang memungkinkan verifikasi dilakukan di Bitcoin tanpa perlu mengubah protokol dasarnya.
Dalam kondisi normal, bukti dianggap valid. Namun jika ada sengketa, jaringan Bitcoin bisa digunakan untuk memverifikasi secara langsung.
3. Model Keamanan 1-of-N
Sebagian besar L2 menggunakan model multisig, seperti 2 dari 3 validator harus setuju. Citrea mengambil pendekatan berbeda.
Dalam sistemnya, hanya dibutuhkan satu pihak yang jujur untuk menjaga keamanan. Jika terjadi kecurangan, sistem memungkinkan bukti diajukan langsung ke jaringan Bitcoin.
Pihak yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenai penalti, sementara dana pengguna tetap aman selama masih ada satu pihak yang bertindak jujur.
Model ini dinilai lebih kuat dibanding sistem berbasis kepercayaan terbatas.
Sudah Mainnet, Tapi Adopsi Masih Awal

Sumber Gambar: Tiger Research
Berbeda dari banyak proyek lain, Citrea sudah meluncurkan mainnet sebelum token generation event (TGE). Saat peluncuran, lebih dari 40 aplikasi sudah tersedia, termasuk di sektor DEX, money market, hingga pembayaran.
Namun, data menunjukkan tantangan masih besar.
- Total Value Locked (TVL): sekitar US$6 juta
- Partisipan testnet: sekitar 33.000 pengguna
- Umur jaringan: kurang dari 3 bulan
Angka ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi sudah berjalan, adopsi pengguna masih dalam tahap awal.
Baca berita selanjutnya: Goldman Sachs Ajukan ETF Bitcoin “Income”, Ini Bedanya dengan ETF Biasa
Tantangan Nyata: Bukan Teknologi, Tapi Pengguna
Laporan Tiger Research mengungkapkan bahwa ,asalah utama Citrea ke depan bukan lagi soal teknologi. Tantangannya adalah menarik pengguna.
Sebagian besar pemegang Bitcoin saat ini:
- Sudah nyaman dengan strategi hold
- Tidak merasa perlu menggunakan DeFi
- Tidak tertarik berpindah ke ekosistem baru
Artinya, Citrea harus membuktikan bahwa aplikasi di atas Bitcoin bisa lebih menarik dibanding ekosistem lain seperti Ethereum Layer 2.
Kesimpulan
Investasi Founders Fund ke Citrea menunjukkan satu hal: masih ada keyakinan terhadap masa depan Bitcoin sebagai platform yang lebih dari sekadar penyimpan nilai.
Citrea telah membuktikan sisi teknisnya dengan menghadirkan ZK rollup langsung di Bitcoin. Namun, jalan ke depan tidak lagi ditentukan oleh teknologi semata.
Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada apakah pengguna benar-benar mau memanfaatkan infrastruktur yang sudah dibangun. Jika tidak, maka inovasi tetap menjadi inovasi tanpa penggunaan nyata.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
- Apa itu Bitcoin Layer 2 dan kenapa penting?
Bitcoin Layer 2 adalah solusi yang dibangun di atas jaringan Bitcoin untuk meningkatkan skalabilitas dan menambah fitur seperti smart contract dan DeFi tanpa mengubah protokol utama. - Apa perbedaan Citrea dengan Bitcoin L2 lainnya?
Citrea menggunakan ZK proof dan BitVM untuk memungkinkan verifikasi langsung di Bitcoin. Sementara banyak L2 lain masih bergantung pada multisig atau validator terbatas. - Siapa Peter Thiel dan Founders Fund?
Peter Thiel adalah investor ternama yang mendirikan Founders Fund, perusahaan yang dikenal mendanai proyek besar seperti SpaceX dan Palantir. - Apa itu ZK rollup di Bitcoin?
ZK rollup adalah teknologi yang menggabungkan banyak transaksi menjadi satu bukti kriptografi, sehingga lebih efisien namun tetap aman karena bisa diverifikasi di jaringan utama. - Kenapa banyak Bitcoin L2 diragukan?
Karena banyak proyek belum memiliki produk nyata, masih dalam tahap testnet, atau tidak benar-benar menggunakan keamanan Bitcoin secara langsung. - Apakah Citrea sudah bisa digunakan sekarang?
Citrea sudah meluncurkan mainnet dengan lebih dari 40 aplikasi, tetapi masih dalam tahap awal dengan jumlah pengguna dan TVL yang relatif kecil.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
