Operasi penipuan kripto berbasis Telegram kini berkembang dalam skala besar dengan memanfaatkan fitur Mini Apps yang terintegrasi langsung di dalam aplikasi.
Laporan terbaru dari firma keamanan siber CTM360 mengungkap jaringan seperti FEMITBOT yang menjalankan platform investasi palsu, lengkap dengan tampilan profesional layaknya platform tertentu.
Berikut tanda-tanda utama yang muncul dalam kasus penipuan tersebut:
1. Platform Investasi Palsu Bisa Dibuka di Telegram
Penipuan modus baru ini sering kali meniru brand perdagangan kripto internasional seperti OKX atau Binance.
Kemudian, korban tidak diarahkan ke situs eksternal, melainkan langsung ke dashboard dalam Telegram.
Pendekatan ini membuat scam terlihat lebih meyakinkan karena seluruh aktivitas terjadi di dalam satu aplikasi.
Baca juga: Ripple Bongkar Strategi Baru Lawan Hacker Korea Utara, Ini Detailnya
2. Tampilan Profesional dengan Saldo dan Profit Palsu
Seolah-olah sebagai platform investasi, penipuan di Telegram juga memiliki dashboard yang menampilkan saldo, keuntungan, hingga grafik harga seolah nyata.
Padahal, seluruh data tersebut hanyalah simulasi yang dikendalikan oleh pelaku untuk membangun kepercayaan.
3. Menggunakan Promosi Berbasis Tekanan
Banyak platform menampilkan timer atau promosi penawaran terbatas agar calon korban mau melakukan investasi atau trading di Telegram.
Tujuannya untuk mendorong keputusan cepat tanpa memberi waktu untuk berpikir atau verifikasi.
4. Meniru Banyak Brand Sekaligus
Pelaku menggunakan sistem yang bisa meniru berbagai brand dalam satu infrastruktur.
Hal ini memungkinkan mereka menjangkau lebih banyak korban dengan tampilan yang berbeda-beda.
5. Menggunakan Teknologi Tracking Media Sosial
Penelitian menunjukkan adanya penggunaan teknologi tracking media sosial seperti Facebook dan TikTok yang biasa dipakai dalam digital marketing untuk menjerat korban.
Sistem ini digunakan untuk memantau perilaku korban dan meningkatkan efektivitas kampanye penipuan.
6. Menyebarkan Malware Lewat APK Palsu

Sumber: CTM360 via Cryptopolitan
Selain penipuan finansial, jaringan ini juga menyebarkan malware Android melalui APK palsu.
File yang ditemukan menyamar sebagai aplikasi dari brand populer seperti Netflix, BBC, NVIDIA, CineTV, Coreweave, dan Claro.
APK tersebut di-host di domain yang sama dengan sistem backend, sehingga terlihat aman karena menggunakan sertifikat keamanan (TLS) yang valid.
Korban biasanya diminta:
- Mengunduh file APK di luar store resmi
- Membuka link melalui browser dalam aplikasi
- Menginstal aplikasi berbasis web yang terlihat seperti software asli
Metode ini membuat file berbahaya sulit dibedakan dari aplikasi resmi.
7. Target Utama adalah Pengguna Android
Pengguna Android menjadi target utama karena memungkinkan instalasi aplikasi dari luar Play Store.
Metode sideloading ini merupakan salah satu jalur paling umum penyebaran malware di perangkat mobile.
Kesimpulan
Perkembangan scam crypto kini memasuki fase yang lebih kompleks, di mana penipuan tidak lagi hanya berupa link phishing sederhana.
Dengan memanfaatkan Telegram Mini Apps dan distribusi malware melalui APK palsu, pelaku mampu membangun sistem yang terlihat profesional, terintegrasi, dan sulit dideteksi oleh pengguna awam.
Kombinasi antara manipulasi psikologis, teknologi yang menyerupai sistem asli, serta penyalahgunaan fitur platform membuat risiko semakin tinggi.
FAQ
1. Kenapa penipuan crypto di Telegram meningkat?
Karena fitur bot dan Mini Apps memudahkan pelaku membuat platform palsu yang terlihat seperti asli.
2. Apa itu Telegram Mini Apps dalam scam?
Aplikasi di dalam Telegram yang dipakai untuk menampilkan dashboard investasi palsu.
3. Kenapa korban tertipu saat withdraw?
Karena diminta deposit tambahan atau tugas sebelum dana bisa ditarik.
4. Apakah APK dari Telegram berbahaya?
Bisa, terutama jika diunduh di luar store resmi karena berpotensi berisi malware.
5. Apa tanda utama scam crypto di Telegram?
Profit tidak masuk akal, diminta deposit, ada tekanan waktu, dan penggunaan bot mencurigakan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Cryptopolitan – Scammers turn Telegram Mini Apps into crypto fraud traps, diakses pada 5 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Scam Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
