Harga Bitcoin (BTC) turun tajam hingga menembus level US$77.000 dan sempat diperdagangkan di kisaran US$76.755. Penurunan cepat ini memicu kepanikan di pasar crypto setelah likuidasi besar-besaran menghantam trader leverage hanya dalam waktu satu jam.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Data Coinglass menunjukkan sekitar US$600 juta posisi trader dilikuidasi dalam 60 menit. Mayoritas posisi yang terkena adalah trader long yang sebelumnya bertaruh harga Bitcoin akan terus naik.
Tekanan jual yang terjadi secara mendadak membuat pasar crypto kompak memerah. Altcoin ikut terkoreksi, sementara volume perdagangan melonjak tajam akibat aksi jual panik dan forced liquidation.
Likuidasi Besar Jadi Pemicu Utama
Kejatuhan Bitcoin kali ini banyak dipicu oleh efek long squeeze. Dalam kondisi seperti ini, trader yang menggunakan leverage tinggi dipaksa keluar dari pasar ketika harga bergerak turun terlalu cepat.
Saat posisi long ditutup otomatis oleh sistem exchange, BTC yang dijual semakin banyak. Efek domino itu membuat harga turun lebih dalam dalam waktu singkat.
Fenomena ini cukup sering terjadi di pasar crypto karena volatilitas Bitcoin masih sangat tinggi, terutama ketika market dipenuhi posisi leverage agresif.
Selain itu, sentimen pasar juga sedang sensitif menjelang rilis notulen rapat Federal Reserve atau FOMC Minutes pada 20 Mei 2026. Investor khawatir kebijakan suku bunga AS tetap ketat dan memberi tekanan tambahan pada aset berisiko seperti crypto.
Baca berita lainnya: Hantavirus Mulai Merebak, Bitcoin dan Saham Terancam Crash Seperti 2020
ETF Bitcoin Spot AS Alami Outflow
Tekanan lain datang dari produk ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, ETF Bitcoin tercatat mengalami net outflow sekitar 13.000 BTC.

Sumber Gambar: X.com/Darkfost_Coc
“ETF Bitcoin baru saja mencatat pekan terburuk sejak awal Februari setelah kepanikan menyebar di pasar dan mendorong harga BTC turun di bawah US$60.000. Secara total, sekitar 13.000 BTC keluar dari alamat wallet milik penyedia ETF sepanjang pekan ini,” tulis analis crypto, Darkfost di akun sosial medianya.
Artinya, lebih banyak investor institusi yang menarik dana dibandingkan yang masuk ke produk ETF tersebut.
Produk yang terkait dengan Ark Invest dilaporkan menjadi salah satu penyumbang outflow terbesar dengan lebih dari 4.000 BTC keluar dari pasar.
Kondisi ini mulai memunculkan kekhawatiran bahwa permintaan institusional terhadap Bitcoin sedang melemah setelah sebelumnya menjadi motor utama kenaikan harga BTC.
Biasanya, arus dana masuk ke ETF dianggap sebagai indikator positif karena menunjukkan minat beli dari investor besar. Sebaliknya, outflow besar sering dipandang sebagai sinyal risk-off dari pelaku pasar institusi.
Holder Jangka Panjang Justru Tambah Bitcoin
Meski pasar sedang merah, data on-chain menunjukkan investor jangka panjang belum menyerah terhadap Bitcoin.
Data CryptoQuant memperlihatkan jumlah BTC yang dimiliki long-term holder kini mencapai sekitar 15,26 juta BTC. Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak Agustus 2025.
Analis CryptoQuant Darkfost juga menyebut kelompok holder jangka panjang menambah sekitar 316.000 BTC dalam 30 hari terakhir.
“Pasokan Bitcoin yang dimiliki oleh Long Term Holders (LTH) terus meningkat karena investor masih tetap menahan BTC mereka. Saat ini, total kepemilikan investor kategori ini kembali mencapai 15,26 juta BTC, level yang terakhir kali terlihat pada Agustus 2025. Kelompok LTH sendiri dianggap lebih stabil dibandingkan Short Term Holders (STH),” tulis Darkfost.

Sumber Gambar: X.com/Darkfost_Coc
Data ini menunjukkan banyak investor besar justru memanfaatkan penurunan harga untuk mengakumulasi Bitcoin dan memindahkannya keluar dari exchange ke penyimpanan jangka panjang.
Dalam pasar crypto, arus keluar BTC dari exchange biasanya dianggap sebagai sinyal bullish jangka panjang karena mengurangi potensi tekanan jual langsung di market.

Sumber Gambar: CryptoQuant
Baca berikutnya: 3 Alasan Bitcoin Belum Bisa Reli Lebih Tinggi, Data Glassnode Jadi Sorotan
Michael Saylor Kembali Beri Sinyal Beli Bitcoin
Di tengah tekanan pasar, pendiri Strategy, Michael Saylor, kembali memancing perhatian komunitas crypto.
Melalui akun X miliknya, Saylor mengunggah grafik pembelian Bitcoin Strategy sambil menulis “Big Dot Energy”.

Sumber Gambar: X.com
Postingan seperti ini sebelumnya beberapa kali muncul sebelum perusahaan mengumumkan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar.
Saat ini, Strategy diketahui memegang sekitar 818.869 BTC dengan nilai mendekati US$67 miliar berdasarkan harga pasar terbaru.
Spekulasi pembelian baru dari Strategy membuat sebagian pelaku pasar mulai memperhatikan kemungkinan adanya support tambahan jika tekanan jual mulai mereda.
Kesimpulan
Bitcoin jatuh di bawah US$77.000 akibat kombinasi likuidasi besar, outflow ETF Bitcoin spot AS, dan tekanan sentimen makro menjelang rilis notulen The Fed.
Meski pasar crypto sempat panik dan trader leverage banyak terkena liquidasi, data on-chain menunjukkan investor jangka panjang masih terus mengakumulasi BTC.
Kondisi ini menandakan tekanan jangka pendek masih tinggi, tetapi minat terhadap Bitcoin belum sepenuhnya hilang.
FAQ
- Kenapa harga Bitcoin turun drastis hari ini?
Harga Bitcoin turun tajam akibat kombinasi likuidasi posisi leverage, outflow ETF Bitcoin spot AS, dan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. - Apa itu likuidasi dalam trading crypto?
Likuidasi adalah kondisi ketika posisi trader ditutup otomatis oleh exchange karena margin sudah tidak cukup menahan kerugian. Hal ini sering terjadi pada trading futures dengan leverage tinggi. - Apa dampak outflow ETF Bitcoin terhadap harga BTC?
Outflow ETF menunjukkan dana investor keluar dari produk investasi Bitcoin. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda melemahnya minat institusi dan dapat memberi tekanan pada harga BTC. - Apa arti long squeeze di pasar crypto?
Long squeeze terjadi ketika harga turun tajam dan memicu likuidasi massal posisi long. Semakin banyak posisi long yang dilikuidasi, tekanan jual biasanya semakin besar. - Apakah penurunan Bitcoin ini tanda bear market?
Belum tentu. Meski harga turun tajam dalam jangka pendek, data on-chain menunjukkan holder jangka panjang masih terus mengakumulasi Bitcoin. - Kenapa investor besar memindahkan Bitcoin keluar dari exchange?
BTC yang keluar dari exchange biasanya dipindahkan ke wallet pribadi untuk penyimpanan jangka panjang. Kondisi ini sering dianggap sebagai sinyal bahwa investor tidak berniat menjual dalam waktu dekat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CryptoPolitan – Bitcoin abruptly crashes below $77,000, diakses pada 18 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


