Harga Bitcoin (BTC) Drop Tajam di Bawah US$77.000, Ada Apa?
icon search
icon search

Top Performers

Harga Bitcoin (BTC) Drop Tajam di Bawah US$77.000, Ada Apa?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Harga Bitcoin (BTC) Drop Tajam di Bawah US$77.000, Ada Apa?

Harga Bitcoin (BTC) Drop Tajam di Bawah US$77.000, Ada Apa?

Daftar Isi

Harga Bitcoin (BTC) turun tajam hingga menembus level US$77.000 dan sempat diperdagangkan di kisaran US$76.755. Penurunan cepat ini memicu kepanikan di pasar crypto setelah likuidasi besar-besaran menghantam trader leverage hanya dalam waktu satu jam.

 

Harga Bitcoin

Sumber Gambar: CoinMarketCap

 

Data Coinglass menunjukkan sekitar US$600 juta posisi trader dilikuidasi dalam 60 menit. Mayoritas posisi yang terkena adalah trader long yang sebelumnya bertaruh harga Bitcoin akan terus naik.

Tekanan jual yang terjadi secara mendadak membuat pasar crypto kompak memerah. Altcoin ikut terkoreksi, sementara volume perdagangan melonjak tajam akibat aksi jual panik dan forced liquidation.

 

Likuidasi Besar Jadi Pemicu Utama

Kejatuhan Bitcoin kali ini banyak dipicu oleh efek long squeeze. Dalam kondisi seperti ini, trader yang menggunakan leverage tinggi dipaksa keluar dari pasar ketika harga bergerak turun terlalu cepat.

Saat posisi long ditutup otomatis oleh sistem exchange, BTC yang dijual semakin banyak. Efek domino itu membuat harga turun lebih dalam dalam waktu singkat.

Fenomena ini cukup sering terjadi di pasar crypto karena volatilitas Bitcoin masih sangat tinggi, terutama ketika market dipenuhi posisi leverage agresif.

Selain itu, sentimen pasar juga sedang sensitif menjelang rilis notulen rapat Federal Reserve atau FOMC Minutes pada 20 Mei 2026. Investor khawatir kebijakan suku bunga AS tetap ketat dan memberi tekanan tambahan pada aset berisiko seperti crypto.

 

Baca berita lainnya: Hantavirus Mulai Merebak, Bitcoin dan Saham Terancam Crash Seperti 2020

 

ETF Bitcoin Spot AS Alami Outflow

Tekanan lain datang dari produk ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, ETF Bitcoin tercatat mengalami net outflow sekitar 13.000 BTC.

 

 

Bitcoin ETF FLow

Sumber Gambar: X.com/Darkfost_Coc

 

“ETF Bitcoin baru saja mencatat pekan terburuk sejak awal Februari setelah kepanikan menyebar di pasar dan mendorong harga BTC turun di bawah US$60.000. Secara total, sekitar 13.000 BTC keluar dari alamat wallet milik penyedia ETF sepanjang pekan ini,” tulis analis crypto, Darkfost di akun sosial medianya.

Artinya, lebih banyak investor institusi yang menarik dana dibandingkan yang masuk ke produk ETF tersebut.

Produk yang terkait dengan Ark Invest dilaporkan menjadi salah satu penyumbang outflow terbesar dengan lebih dari 4.000 BTC keluar dari pasar.

Kondisi ini mulai memunculkan kekhawatiran bahwa permintaan institusional terhadap Bitcoin sedang melemah setelah sebelumnya menjadi motor utama kenaikan harga BTC.

Biasanya, arus dana masuk ke ETF dianggap sebagai indikator positif karena menunjukkan minat beli dari investor besar. Sebaliknya, outflow besar sering dipandang sebagai sinyal risk-off dari pelaku pasar institusi.

 

Holder Jangka Panjang Justru Tambah Bitcoin

Meski pasar sedang merah, data on-chain menunjukkan investor jangka panjang belum menyerah terhadap Bitcoin.

Data CryptoQuant memperlihatkan jumlah BTC yang dimiliki long-term holder kini mencapai sekitar 15,26 juta BTC. Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak Agustus 2025.

Analis CryptoQuant Darkfost juga menyebut kelompok holder jangka panjang menambah sekitar 316.000 BTC dalam 30 hari terakhir.

“Pasokan Bitcoin yang dimiliki oleh Long Term Holders (LTH) terus meningkat karena investor masih tetap menahan BTC mereka. Saat ini, total kepemilikan investor kategori ini kembali mencapai 15,26 juta BTC, level yang terakhir kali terlihat pada Agustus 2025. Kelompok LTH sendiri dianggap lebih stabil dibandingkan Short Term Holders (STH),” tulis Darkfost.

 

LTH BTC 30d

Sumber Gambar: X.com/Darkfost_Coc

 

Data ini menunjukkan banyak investor besar justru memanfaatkan penurunan harga untuk mengakumulasi Bitcoin dan memindahkannya keluar dari exchange ke penyimpanan jangka panjang.

Dalam pasar crypto, arus keluar BTC dari exchange biasanya dianggap sebagai sinyal bullish jangka panjang karena mengurangi potensi tekanan jual langsung di market.

 

Bitcoin Exchange

Sumber Gambar: CryptoQuant

 

Baca berikutnya: 3 Alasan Bitcoin Belum Bisa Reli Lebih Tinggi, Data Glassnode Jadi Sorotan

 

Michael Saylor Kembali Beri Sinyal Beli Bitcoin

Di tengah tekanan pasar, pendiri Strategy, Michael Saylor, kembali memancing perhatian komunitas crypto.

Melalui akun X miliknya, Saylor mengunggah grafik pembelian Bitcoin Strategy sambil menulis “Big Dot Energy”.

 

Michael Saylor

Sumber Gambar: X.com

 

Postingan seperti ini sebelumnya beberapa kali muncul sebelum perusahaan mengumumkan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar.

Saat ini, Strategy diketahui memegang sekitar 818.869 BTC dengan nilai mendekati US$67 miliar berdasarkan harga pasar terbaru.

Spekulasi pembelian baru dari Strategy membuat sebagian pelaku pasar mulai memperhatikan kemungkinan adanya support tambahan jika tekanan jual mulai mereda.

 

Kesimpulan

Bitcoin jatuh di bawah US$77.000 akibat kombinasi likuidasi besar, outflow ETF Bitcoin spot AS, dan tekanan sentimen makro menjelang rilis notulen The Fed.

Meski pasar crypto sempat panik dan trader leverage banyak terkena liquidasi, data on-chain menunjukkan investor jangka panjang masih terus mengakumulasi BTC.

Kondisi ini menandakan tekanan jangka pendek masih tinggi, tetapi minat terhadap Bitcoin belum sepenuhnya hilang.

 

FAQ

  • Kenapa harga Bitcoin turun drastis hari ini?
    Harga Bitcoin turun tajam akibat kombinasi likuidasi posisi leverage, outflow ETF Bitcoin spot AS, dan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.
  • Apa itu likuidasi dalam trading crypto?
    Likuidasi adalah kondisi ketika posisi trader ditutup otomatis oleh exchange karena margin sudah tidak cukup menahan kerugian. Hal ini sering terjadi pada trading futures dengan leverage tinggi.
  • Apa dampak outflow ETF Bitcoin terhadap harga BTC?
    Outflow ETF menunjukkan dana investor keluar dari produk investasi Bitcoin. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda melemahnya minat institusi dan dapat memberi tekanan pada harga BTC.
  • Apa arti long squeeze di pasar crypto?
    Long squeeze terjadi ketika harga turun tajam dan memicu likuidasi massal posisi long. Semakin banyak posisi long yang dilikuidasi, tekanan jual biasanya semakin besar.
  • Apakah penurunan Bitcoin ini tanda bear market?
    Belum tentu. Meski harga turun tajam dalam jangka pendek, data on-chain menunjukkan holder jangka panjang masih terus mengakumulasi Bitcoin.
  • Kenapa investor besar memindahkan Bitcoin keluar dari exchange?
    BTC yang keluar dari exchange biasanya dipindahkan ke wallet pribadi untuk penyimpanan jangka panjang. Kondisi ini sering dianggap sebagai sinyal bahwa investor tidak berniat menjual dalam waktu dekat.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER: Seluruh informasi yang disampaikan oleh Indodax terkait kinerja aset kripto, baik di masa lalu maupun saat ini, merupakan informasi yang bersifat historis. Informasi tersebut tidak menjamin kinerja di masa depan dan terdapat kemungkinan perbedaan hasil yang dapat diperoleh. Sebelum melakukan transaksi jual atau beli aset kripto, pengguna disarankan untuk melakukan riset secara mandiri (DYOR) guna memahami seluruh risiko dan informasi yang relevan.
 

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini

Lebih Banyak dari Berita,Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
ACT/IDR
Act I : Th
212
47.22%
TAIKO/IDR
Taiko
6.492
39.07%
SYN/IDR
Synapse
7.501
37.41%
DLC/IDR
Diverge Lo
53
26.19%
POWR/IDR
Powerledge
1.000
23.61%
Nama Harga 24H Chg
SKYAI/IDR
SKYAI
2.530
-43.13%
GXC/IDR
GXChain
871
-38.49%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
UW3S/IDR
Utility We
3
-25%
LOOKS/IDR
LooksRare
3
-25%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

21Shares Revisi Prediksi Kripto 2026, Bitcoin Masih Ikuti Siklus 4 Tahunan
27/06/2026
21Shares Revisi Prediksi Kripto 2026, Bitcoin Masih Ikuti Siklus 4 Tahunan

Manajer aset digital 21Shares merevisi sebagian proyeksi pasar kripto untuk

27/06/2026
5 RWA dengan Mitra Terbanyak: ONDO, Chainlink, hingga Plume Bersaing Ketat
27/06/2026
5 RWA dengan Mitra Terbanyak: ONDO, Chainlink, hingga Plume Bersaing Ketat

Lima proyek kripto di sektor Real World Assets (RWA), yakni

27/06/2026
BlackRock Terbitkan Panduan Resmi Investasi Bitcoin, Ini Rekomendasinya
27/06/2026
BlackRock Terbitkan Panduan Resmi Investasi Bitcoin, Ini Rekomendasinya

Perusahaan pengelolaan aset terbesar di dunia, BlackRock, menerbitkan panduan resmi

27/06/2026