Krisis Iran mulai memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan pasar minyak bisa masuk “red zone” pada Juli hingga Agustus 2026 akibat menipisnya cadangan dan terganggunya pasokan dari Timur Tengah.
Direktur IEA, Fatih Birol, menyebut permintaan minyak global terus meningkat menjelang musim liburan, sementara pasokan baru dari Timur Tengah belum kembali normal.
Harga minyak pun mulai melonjak. Kemarin, minyak WTI sempat naik ke sekitar $102 per barel, sementara Brent menyentuh $107,36.
Tom Lee: Harga Minyak Naik, Pasar Kripto Tertekan

Kenaikan minyak WTI di 2026 | Sumber: tradingeconomics
Kenaikan harga minyak ternyata mulai berdampak ke pasar kripto. Kepala riset Fundstrat, Tom Lee, mengatakan Ethereum kini bergerak berlawanan arah dengan harga minyak.
Menurutnya, ketika harga minyak naik, inflasi ikut terdorong lebih tinggi. Kondisi itu meningkatkan peluang bank sentral AS atau The Fed mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkan bunga.
Bagi pasar kripto, situasi tersebut dianggap negatif karena aset digital sangat sensitif terhadap likuiditas dan aliran dana murah.
“Crypto dan Ethereum sangat terkait dengan likuiditas moneter. Karena itu, kripto cenderung bergerak berlawanan dengan minyak,” jelas Tom Lee.
Setelah kabar Iran melarang uranium dibawa ke luar negeri, harga Ethereum turun sekitar 0,8% dalam 24 jam terakhir. Sementara pasar kripto secara keseluruhan melemah sekitar 0,5% dan Bitcoin sempat turun di bawah $77.000.
Baca juga: Analis Prediksi Bitcoin (BTC) Sentuh Rp4 Miliar Tahun Ini, Terlalu Optimis?
Selat Hormuz Jadi Faktor Kunci
IEA juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz, jalur laut vital yang menjadi jalur distribusi minyak global.
Birol menilai pembukaan penuh jalur tersebut menjadi solusi utama untuk meredakan tekanan pasar energi.
Jika konflik Iran terus memanas dan distribusi minyak terganggu lebih lama, tekanan inflasi global berpotensi meningkat. Dampaknya tidak hanya terasa pada harga energi, tetapi juga aset berisiko seperti saham dan kripto.
Pasar kini menunggu apakah ketegangan geopolitik bisa mereda atau justru memicu gelombang kenaikan harga energi berikutnya.
Kesimpulan
Krisis Iran kini bukan hanya isu geopolitik, tetapi mulai berdampak langsung ke pasar energi dan kripto.
Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperbesar peluang kebijakan suku bunga ketat dari The Fed.
Jika harga minyak terus bertahan di atas $100, tekanan terhadap Bitcoin dan Ethereum bisa berlanjut dalam jangka pendek.
Namun, arah pasar berikutnya tetap akan sangat bergantung pada perkembangan konflik Iran dan stabilitas pasokan energi global.
FAQ
1. Kenapa harga minyak bisa mempengaruhi kripto?
Karena kenaikan minyak dapat memicu inflasi, sehingga bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi yang biasanya menekan aset berisiko seperti kripto.
2. Apa itu Selat Hormuz?
Selat Hormuz adalah jalur laut penting di Timur Tengah yang dilalui sebagian besar distribusi minyak global.
3. Kenapa Ethereum disebut bergerak berlawanan dengan minyak?
Tom Lee menilai saat harga minyak naik, tekanan inflasi meningkat dan membuat pasar kripto kehilangan momentum.
4. Apa dampak perang Iran terhadap Bitcoin?
Konflik Iran dapat meningkatkan ketidakpastian global, memicu lonjakan harga energi, dan membuat investor mengurangi aset berisiko seperti Bitcoin.
5. Mengapa The Fed penting bagi pasar kripto?
Kebijakan suku bunga The Fed mempengaruhi likuiditas pasar. Semakin tinggi bunga, biasanya semakin besar tekanan terhadap aset digital.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
- The Guardian – Oil markets nearing ‘red zone’ as Iran crisis continues, warns IEA chief, diakses pada 22 Mei 2026
- Yahoo! Finance – Tom Lee Says Ethereum Will Rise When Oil Falls — And It All Comes Down To Fed Policy, diakses pada 22 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
