Pasar kripto mendapat sorotan baru terkait pembahasan CLARITY Act di Kongres Amerika Serikat.
Melansir dari Coinpedia, analis kripto sekaligus pendiri MN Capital dan CIO MN Fund, Michaël Van de Poppe, menilai pengesahan aturan tersebut berpotensi menciptakan sentimen bullish baru.
Ia menyebut tiga altcoin yang menjadi fokus perhatiannya menjelang pengesahan regulasi tersebut, yakni Ethereum (ETH), Chainlink (LINK), dan Aave (AAVE).
Ethereum Jadi Pilihan Utama
Dari ketiga aset yang disebutkan, Ethereum menempati posisi teratas dalam daftar Van de Poppe.
Ia meyakini Ethereum dapat menjadi salah satu penerima manfaat terbesar apabila CLARITY Act memberikan kepastian hukum yang lebih jelas terhadap aset digital.
“Saya melihat potensi sentimen bullish jika CLARITY Act disahkan, terutama bagi ekosistem Ethereum dan sejumlah token di AS yang selama ini lebih dianggap sebagai komoditas daripada sekuritas,” kata Van de Poppe dikutip dari CoinPedia.
Menurutnya, perkembangan sektor tokenisasi aset, stablecoin, serta infrastruktur keuangan berbasis blockchain masih banyak bergantung pada jaringan Ethereum.
Van de Poppe juga menyoroti bahwa beberapa aset yang sebelumnya dipandang lebih dekat sebagai komoditas dibanding sekuritas berpotensi memperoleh keuntungan jika regulasi baru benar-benar diterapkan.
Baca juga berita terkait: Banyak yang Pesimis, Standard Chartered Justru Yakin Ethereum Tembus $40.000 di 2030
Chainlink Dianggap Punya Posisi Strategis
Selain Ethereum, Chainlink juga masuk dalam daftar altcoin favorit Van de Poppe.
Chainlink dikenal sebagai jaringan oracle yang menghubungkan data eksternal dengan blockchain. Teknologi ini menjadi komponen penting dalam berbagai proyek tokenisasi dan integrasi blockchain dengan institusi keuangan tradisional.
Menurut Van de Poppe, proyek yang memiliki utilitas jelas dan tingkat adopsi tinggi berpotensi menarik kembali perhatian investor setelah ketidakpastian regulasi mulai berkurang.
Aave Jadi Wakil Sektor DeFi
Pilihan ketiga adalah Aave, salah satu protokol decentralized finance (DeFi) terbesar di industri kripto.
Sektor DeFi menghadapi tekanan cukup besar sepanjang beberapa tahun terakhir akibat kombinasi kondisi pasar yang lemah dan meningkatnya pengawasan regulator.
Namun, Van de Poppe menilai sentimen terhadap sektor ini dapat berubah jika pasar mulai mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kerangka regulasi yang akan diterapkan.
Dalam skenario tersebut, Aave dianggap memiliki posisi yang kuat karena merupakan salah satu protokol pinjam-meminjam terdepan di ekosistem blockchain.
Baca berikutnya: 3 Altcoin Ini Cetak Reli Besar Saat Iran Ancam Tutup Selat Hormuz
Bukan Sekadar “Sell the News”
Menariknya, Van de Poppe tidak sependapat dengan pandangan sebagian trader yang menganggap pengesahan CLARITY Act hanya akan memicu fenomena “sell the news“.
Sebaliknya, ia melihat regulasi tersebut berpotensi menjadi awal fase pertumbuhan baru bagi industri Web3.
“Saya percaya pengesahan CLARITY Act akan menjadi titik awal pergerakan naik yang lebih besar bagi ekosistem Web3,” ujarnya
Menurutnya, pasar kripto saat ini sudah mendekati akhir siklus bearish dan berada pada posisi yang lebih siap untuk memasuki fase ekspansi berikutnya.
Kesimpulan
CLARITY Act yang tengah dibahas di AS menjadi sorotan utama bagi pelaku pasar kripto.
Ethereum, Chainlink, dan Aave menjadi tiga altcoin yang diperhatikan menjelang pengesahan regulasi tersebut, seiring dengan upaya pasar untuk menyesuaikan diri dengan kepastian hukum yang lebih jelas.
FAQ
- Apa itu CLARITY Act dalam industri kripto?
CLARITY Act adalah rancangan undang-undang di AS yang memberikan kepastian hukum terhadap aset kripto, termasuk status token sebagai komoditas atau sekuritas. - Mengapa CLARITY Act penting bagi pasar kripto?
Kepastian regulasi dapat memengaruhi struktur pasar dan aliran modal, sehingga investor dan institusi dapat merencanakan strategi perdagangan dengan lebih jelas. - Apa peran Ethereum dalam konteks CLARITY Act?
Ethereum mendukung aplikasi blockchain penting, termasuk DeFi, tokenisasi, dan stablecoin, sehingga menjadi salah satu altcoin yang diperhatikan menjelang regulasi. - Bagaimana fungsi Chainlink dalam ekosistem blockchain?
Chainlink menyediakan layanan oracle untuk menghubungkan data dunia nyata dengan blockchain, digunakan dalam berbagai proyek tokenisasi dan integrasi institusional. - Mengapa Aave menjadi perhatian terkait regulasi?
Aave merupakan salah satu protokol DeFi terbesar dengan layanan pinjam-meminjam aset digital, sehingga posisinya relevan dalam konteks regulasi kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


