Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian usai Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz pada Kamis (11/6) berdasarkan kabar dari Reuters.
Perkembangan ini langsung menarik perhatian investor karena sekitar 20% hingga 25% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global melewati wilayah tersebut.
Setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi memengaruhi harga energi, inflasi, hingga pergerakan aset berisiko seperti Bitcoin.
Harga Minyak Masih Bertahan di Level Tinggi
Meski pasar belum menunjukkan kepanikan besar, harga minyak tetap bergerak di level yang relatif tinggi.

Sumber: tradingeconomics
Berdasarkan data pasar per Kamis (11/6), minyak Brent berada di kisaran $92,40 per barel, sementara Crude Oil (WTI) diperdagangkan di sekitar $89,45 per barel.
Meski mengalami penurunan yang tinggi dalam sebulan terakhir, namun setahun terakhir, harga dua minyak tersebut masih mencatat kenaikan lebih dari 30%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar energi masih memasukkan faktor risiko geopolitik ke dalam perhitungan harga. Semakin lama gangguan pasokan berlangsung, semakin besar potensi tekanan terhadap harga energi global.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Bisa Gagalkan Reli Kripto Tahun Ini? Ini Laporannya
Mengapa Investor Bitcoin Ikut Memantau Selat Hormuz?
Hubungan antara minyak dan Bitcoin memang tidak bersifat langsung. Namun keduanya sering dipengaruhi faktor makro yang sama, terutama inflasi dan likuiditas global.
Ketika harga energi meningkat, biaya produksi dan distribusi barang biasanya ikut naik. Jika kondisi tersebut mendorong inflasi lebih tinggi, bank sentral dapat mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.
Situasi seperti ini umumnya kurang menguntungkan bagi aset berisiko, termasuk pasar kripto. Karena itu, setiap perkembangan di Timur Tengah kini tidak hanya dipantau pelaku pasar energi, tetapi juga investor Bitcoin.
Bitcoin Masih Berada di Area Penting

Harga Bitcoin masih melemah pada Kamis (11/6) | Sumber: TradingView
Di tengah ketidakpastian geopolitik, harga Bitcoin masih bergerak di kisaran $62.800 berdasarkan data TradingView.
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih bertahan di area support yang menjadi perhatian pasar dalam beberapa bulan terakhir.
Namun sentimen makro seperti harga minyak, inflasi, dan arah kebijakan suku bunga tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan selanjutnya.
Karena itu, perhatian investor saat ini tidak hanya tertuju pada grafik Bitcoin, tetapi juga pada perkembangan konflik Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi global.
Kesimpulan
Penutupan kembali Selat Hormuz menunjukkan bahwa risiko geopolitik masih menjadi faktor penting bagi pasar keuangan global.
Meski harga minyak belum melonjak ekstrem, Brent yang bertahan di atas $90 per barel menunjukkan bahwa pasar masih memasukkan premi risiko ke dalam harga energi.
Bagi Bitcoin, dampaknya mungkin tidak terjadi secara langsung. Namun jika kenaikan harga energi memicu inflasi dan memperketat kondisi likuiditas, tekanan terhadap aset berisiko dapat kembali meningkat. Karena itu, Selat Hormuz kini menjadi salah satu indikator yang ikut dipantau investor kripto selain data inflasi dan kebijakan bank sentral.
FAQ
1. Mengapa Selat Hormuz penting bagi pasar global?
Karena sekitar 20% hingga 25% pasokan minyak dan LNG global melewati jalur tersebut sehingga gangguan dapat memengaruhi harga energi.
2. Apa hubungan harga minyak dengan Bitcoin?
Harga minyak dapat memengaruhi inflasi dan kebijakan moneter, yang pada akhirnya berdampak pada sentimen investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
3. Berapa harga minyak saat ini?
Per 11 Juni 2026, Brent berada di sekitar $92,40 per barel dan Crude Oil di sekitar $89,45 per barel berdasarkan data pasar yang tersedia.
4. Mengapa investor kripto memperhatikan konflik Timur Tengah?
Karena konflik geopolitik dapat memengaruhi harga energi, inflasi, likuiditas, dan kondisi pasar keuangan secara keseluruhan.
5. Apakah penutupan Selat Hormuz selalu membuat Bitcoin turun?
Tidak selalu. Namun peristiwa geopolitik besar dapat meningkatkan volatilitas dan memengaruhi sentimen investor dalam jangka pendek.
6. Faktor apa yang saat ini paling memengaruhi Bitcoin?
Investor masih memantau inflasi, suku bunga, likuiditas global, kondisi geopolitik, serta arus modal yang masuk ke pasar kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
