Ketika pasar mulai optimistis terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, perhatian investor kripto justru beralih ke faktor lain yang dinilai lebih berpengaruh terhadap arah Bitcoin.
Bukan lagi konflik geopolitik atau Selat Hormuz, melainkan inflasi AS yang kembali meningkat dan potensi kenaikan suku bunga The Fed yang kini menjadi sorotan utama pasar.
Inflasi AS Naik, Pasar Mulai Khawatir The Fed Kembali Hawkish
Data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk Mei 2026 tercatat mencapai 4,2%, level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Kenaikan inflasi ini mengubah ekspektasi pasar. Jika sebelumnya investor berharap The Fed mulai melonggarkan kebijakan moneternya, kini pasar justru mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga kembali dalam beberapa bulan mendatang.
Menurut data yang dikutip dalam laporan tersebut, peluang kenaikan suku bunga pada Desember 2026 telah meningkat menjadi sekitar 51%, padahal beberapa bulan sebelumnya hampir tidak diperhitungkan.
Bagi pasar kripto, kondisi ini menjadi perhatian karena suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin.
Ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, sebagian investor cenderung memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman dan memberikan pendapatan tetap.
Baca juga: Ethereum Siapkan Tameng Lawan Komputer Kuantum, Biayanya Cuma Rp1.000
FOMC Pekan Ini Jadi Agenda yang Dipantau Investor
Perhatian pasar kini tertuju pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 16-17 Juni 2026.
Investor menunggu arah kebijakan dari Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, yang akan memimpin pertemuan penting tersebut.
Jika Warsh memberikan sinyal bahwa inflasi masih menjadi prioritas utama dan suku bunga perlu dipertahankan tinggi lebih lama, tekanan terhadap aset berisiko berpotensi meningkat.

Fear & Greed Index kripto pada Senin (15/6) | Sumber: CoinMarketCap
Kekhawatiran tersebut tercermin dari kondisi pasar saat ini. Crypto Fear and Greed Index berada di level 23, yang masuk kategori Fear, naik sedikit dari kondisi Extreme Fear pada minggu lalu.
Pada saat yang sama, harga Bitcoin tercatat turun sekitar 20% dalam 30 hari terakhir, menunjukkan bahwa sentimen investor masih cukup rapuh.
Bitcoin Dinilai Lebih Tahan Dibanding Sebagian Altcoin
Meski tekanan makroekonomi berpotensi meningkat, laporan tersebut menilai Bitcoin kemungkinan lebih mampu bertahan dibanding sebagian aset kripto lainnya.
Alasannya, Bitcoin saat ini didukung oleh basis investor yang lebih luas, termasuk ETF Bitcoin spot, perusahaan publik, dan bahkan cadangan pemerintah.
Sebaliknya, proyek yang sangat bergantung pada likuiditas pasar dan aktivitas spekulatif berisiko menghadapi tekanan lebih besar jika biaya pinjaman terus meningkat.
Secara sederhana, semakin mahal biaya uang akibat kenaikan suku bunga, semakin kecil dana yang biasanya mengalir ke aset berisiko tinggi.
Kesimpulan
Kesepakatan damai AS-Iran dan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz membuat sebagian kekhawatiran geopolitik mulai mereda. Namun bagi pasar kripto, perhatian kini bergeser ke inflasi AS dan arah kebijakan The Fed.
Dengan CPI yang mencapai 4,2% dan pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga hingga 51%, hasil rapat FOMC pekan ini berpotensi menjadi faktor yang lebih menentukan arah Bitcoin dibanding perkembangan geopolitik dalam jangka pendek.
FAQ
1. Mengapa inflasi AS memengaruhi harga Bitcoin?
Karena inflasi memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed yang berdampak langsung pada likuiditas dan aliran modal di pasar global.
2. Kapan rapat FOMC berlangsung?
Rapat FOMC dijadwalkan berlangsung pada 16-17 Juni 2026.
3. Apa arti Fear pada Crypto Fear and Greed Index?
Fear menunjukkan tingkat kekhawatiran investor yang tinggi terhadap kondisi pasar saat ini.
4. Mengapa kenaikan suku bunga dianggap negatif untuk kripto?
Suku bunga yang lebih tinggi membuat aset berpendapatan tetap seperti obligasi menjadi lebih menarik dibanding aset berisiko seperti kripto.
5. Siapa Kevin Warsh dan mengapa pernyataannya penting?
Kevin Warsh adalah Ketua The Fed yang baru. Pandangannya mengenai inflasi dan suku bunga dapat memengaruhi sentimen pasar global, termasuk pasar kripto.
6. Apakah Bitcoin pasti turun jika The Fed menaikkan suku bunga?
Tidak selalu. Namun secara historis, kebijakan moneter yang lebih ketat cenderung memberikan tekanan terhadap aset berisiko dalam jangka pendek.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Motley Fools – Higher Interest Rates May Be Coming. Here’s Why That’s Bearish for Crypto., diakses pada 15 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
