Bitcoin (BTC) dan emas kompak mengalami tekanan tajam setelah Ketua The Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, menyampaikan pernyataan perdananya dalam konferensi Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (18/6) dini hari.


Sumber Gambar: TradingView
Sentimen hawkish dari pertemuan tersebut langsung memicu aksi jual di pasar aset berisiko. Melansir Be(In)Crypto, tekanan muncul setelah pasar merespons arah kebijakan moneter terbaru The Fed yang tetap menahan suku bunga namun memperketat ekspektasi kebijakan ke depan.
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,50–3,75 Persen
Dalam keputusan FOMC terbaru, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%–3,75%. Meski tidak ada perubahan angka, pasar justru bereaksi terhadap nada kebijakan yang dinilai lebih ketat.
Kevin Warsh menegaskan bahwa fokus utama bank sentral saat ini adalah menjaga stabilitas harga di tengah inflasi yang masih tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Inflasi masih tetap tinggi dibandingkan target 2% Komite, sebagian mencerminkan adanya guncangan pasokan yang mendorong kenaikan harga di beberapa sektor, termasuk energi. Komite akan memastikan stabilitas harga,” tulis keterangan resmi Federal Reserve
Ia menyebut ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh solid, ditopang produktivitas, investasi modal, serta pasar tenaga kerja yang stabil. Namun di sisi lain, inflasi masih berada di atas target 2% selama lebih dari lima tahun.
“Target 2% inflasi itu adalah tujuan lama Federal Reserve. Angka ‘dua’ berada di sebelah kiri titik desimal. Untuk saat ini, angka ‘nol’ berada di sebelah kanan. Saya tidak melihat alasan apa pun untuk meninjau kembali target tersebut sampai kita benar-benar membangun kembali komitmen dan kemampuan untuk mencapai target inflasi 2%,” tegas Warsh dikutip dari Be(In)crypto.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Terseret Isu Dana Rekonstruksi Iran Sebesar US$300 Miliar, Ada Apa?
Inflasi Jadi Fokus Utama The Fed
Warsh menegaskan bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama Federal Reserve.
Ia menyampaikan bahwa seluruh anggota FOMC memiliki komitmen yang sama untuk membawa inflasi kembali ke target jangka panjang.
“Setiap satuan tugas akan punya tujuan yang sama dan disepakati bersama. Intinya, Federal Reserve ingin menjadi lembaga yang benar-benar paham misinya, relevan dengan kebutuhan saat ini, dan fokus ke arah masa depan,” lanjut Warsh.
Pernyataan ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed belum akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat.
Pasar kemudian membaca sinyal ini sebagai indikasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Forward Guidance Dihapus, Pasar Kehilangan Arah
Salah satu perubahan penting dalam pertemuan ini adalah dihapuskannya forward guidance atau panduan arah kebijakan ke depan.
The Fed kini memilih pendekatan berbasis data tanpa memberikan sinyal eksplisit terkait arah suku bunga.
Warsh menyebut kebijakan ini lebih sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini, namun pasar justru merespons dengan meningkatnya ketidakpastian.
Tanpa panduan jelas, investor kini lebih sensitif terhadap setiap data ekonomi yang dirilis.
Baca juga berita terbaru: Saat Bitcoin Stagnan, 3 Altcoin Diam-diam Cetak Reli Fantastis Minggu Ini
Dot Plot Lebih Hawkish Picu Tekanan Tambahan
Tekanan pasar semakin dalam setelah rilis dot plot terbaru menunjukkan proyeksi kebijakan yang lebih ketat.

Sumber Gambar: X.com
Sebanyak sembilan pejabat The Fed melihat adanya kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2026. Perubahan ekspektasi ini memicu sentimen risk-off di pasar global.
Bitcoin dan emas langsung menjadi aset yang paling terdampak karena keduanya sensitif terhadap kondisi likuiditas dan suku bunga tinggi.
Secara historis, kondisi suku bunga tinggi cenderung menekan aset non-yielding seperti emas, serta aset berisiko seperti Bitcoin karena investor beralih ke instrumen yang lebih aman.
Pasar saat ini terlihat melakukan re-pricing terhadap ekspektasi likuiditas global.
Kesimpulan
Debut Kevin Warsh di FOMC mempertegas arah kebijakan The Fed yang masih fokus pada pengendalian inflasi ketimbang pelonggaran moneter.
Dengan suku bunga yang tetap tinggi, hilangnya forward guidance, serta dot plot yang mengarah lebih ketat, pasar membaca sinyal bahwa likuiditas belum akan kembali longgar dalam waktu dekat.
Kondisi ini membuat Bitcoin dan emas berada dalam tekanan jangka pendek seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.
FAQ
- Kenapa Bitcoin dan emas turun setelah FOMC?
Karena The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish sehingga investor mengurangi eksposur ke aset berisiko. - Apa arti suku bunga 3,50–3,75 persen bagi pasar?
Artinya The Fed masih mempertahankan kebijakan ketat, yang membuat likuiditas tetap terbatas. - Apa itu dot plot The Fed?
Dot plot adalah proyeksi suku bunga dari anggota The Fed yang menunjukkan arah ekspektasi kebijakan ke depan. - Kenapa emas bisa ikut turun saat suku bunga tinggi?
Karena obligasi menjadi lebih menarik, sementara emas tidak memberikan imbal hasil. - Apa dampak hilangnya forward guidance?
Pasar menjadi lebih tidak pasti karena tidak ada lagi sinyal arah kebijakan dari The Fed. - Apakah penurunan Bitcoin ini bersifat jangka panjang?
Belum tentu. Tekanan saat ini lebih dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter, bukan perubahan fundamental Bitcoin.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita The Fed, #Berita Regulasi Crypto, #Berita Kevin Warsh






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


