Harga Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ).
Ketidakpastian kebijakan moneter Jepang memicu kekhawatiran pasar global dan mendorong risiko koreksi lanjutan pada aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Pada perdagangan terbaru, Bitcoin tercatat sudah turun dari area di atas US$94.000 ke kisaran US$88.700.
Pergerakan ini menandakan sebagian pelaku pasar mulai mengurangi eksposur lebih awal, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak kebijakan BOJ.
Isu Suku Bunga Jepang Tekan Sentimen Pasar Global
BOJ menjadi sorotan utama pasar dalam dua pekan terakhir. Spekulasi mengenai potensi kenaikan suku bunga memicu ketegangan di pasar keuangan global, terutama karena Jepang selama ini dikenal sebagai negara dengan kebijakan moneter longgar.
Jika suku bunga Jepang benar-benar dinaikkan, investor khawatir akan terjadi pergeseran besar pada arus modal global.
Kondisi ini berpotensi menekan aset berisiko dan mendorong investor bersikap lebih defensif dalam jangka pendek.
Baca selanjutnya: Kontroversi Eksekutif Vinguard, Sebut Bitcoin Sebagai “Labubu Digital”
Analis Soroti Risiko Bitcoin Turun ke US$85.000

Sumber Gambar: X.com
Analis kripto Michaël van de Poppe menilai Bitcoin berpeluang mengalami tekanan lanjutan dalam waktu dekat.
Menurutnya, pasar berpotensi memasuki fase liquidity sweep, yaitu kondisi ketika harga bergerak turun untuk membersihkan posisi leverage yang terlalu padat.
Dalam skenario ini, Bitcoin disebut berisiko menguji area US$85.000. Jika tekanan jual semakin kuat dan support utama gagal bertahan, potensi pelemahan bahkan bisa berlanjut ke area US$75.000.
Koreksi Awal Jadi Sinyal Risiko Sudah Diantisipasi Pasar
Penurunan harga Bitcoin yang terjadi sebelum keputusan BOJ dinilai sebagai indikasi bahwa sebagian risiko sudah diperhitungkan pasar.
Sepanjang kuartal keempat, Bitcoin tercatat telah terkoreksi hampir 30% dari puncaknya pada Oktober.
Selain itu, data menunjukkan pemegang jangka panjang dan pelaku pasar berpengalaman mulai mengurangi kepemilikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi ini membuat potensi tekanan lanjutan dinilai tidak akan sedalam fase koreksi sebelumnya.
Pergerakan Whale dan Posisi Leverage Beri Sinyal Beragam
Di tengah tekanan tersebut, data aliran dana menunjukkan pergerakan yang berlawanan dari kelompok whale.
Net flow whale tercatat positif sekitar US$6 juta dalam sepekan terakhir, meski nilainya relatif kecil secara keseluruhan.
Menariknya, lebih dari US$1 miliar posisi long tercatat dibuka di pasar derivatif OKX dan Binance Futures.
Langkah ini mengindikasikan sebagian pelaku besar masih mengantisipasi peluang pemantulan harga dalam jangka pendek.

Sumber Gambar: TradingView via TheCoinRepublic
Secara teknikal, Bitcoin juga masih bertahan di atas support naik jangka pendek. Selama area ini tidak ditembus, peluang pantulan tetap terbuka. Namun, jika support tersebut jebol, tekanan jual berpotensi meningkat signifikan.
Baca juga berita terkait: Isu Quantum Memanas, Investor Lama Malah Siap Borong Bitcoin Murah
Peta Likuidasi Tunjukkan Titik Rawan Volatilitas

Sumber Gambar: Coinglass via TheCoinRepublic
Data likuidasi memperlihatkan potensi volatilitas tinggi dalam waktu dekat. Likuidasi long terbesar tercatat di sekitar level US$88.340 dengan potensi likuidasi sekitar US$262 juta.
Sementara itu, akumulasi likuidasi long yang lebih besar berada di dekat US$80.000 dengan nilai sekitar US$887 juta.
Di sisi lain, posisi short terbesar terkonsentrasi di area US$91.000 dan US$95.000, masing-masing dengan potensi likuidasi ratusan juta hingga lebih dari US$1 miliar.
Kondisi ini menandakan pergerakan harga Bitcoin ke salah satu arah berpotensi memicu efek domino likuidasi.
Kesimpulan
Menjelang keputusan suku bunga Jepang, Bitcoin berada di fase krusial. Tekanan sentimen global, risiko likuidasi, dan posisi leverage yang padat membuat pasar rawan bergerak tajam.
Selama ketidakpastian kebijakan BOJ belum mereda, pergerakan Bitcoin diperkirakan tetap volatil dengan risiko koreksi ke area US$85.000 tetap terbuka.
FAQ
- Apa dampak keputusan suku bunga Jepang terhadap Bitcoin?
Keputusan suku bunga Jepang dapat memengaruhi sentimen global. Kenaikan suku bunga berpotensi mendorong investor mengurangi aset berisiko seperti Bitcoin. - Kenapa Bitcoin bisa turun ke US$85.000?
Tekanan sentimen, potensi liquidity sweep, serta posisi leverage yang padat membuat area US$85.000 menjadi level teknikal yang rawan diuji. - Apakah koreksi Bitcoin saat ini sudah selesai?
Belum ada kepastian. Selama support utama masih diuji dan sentimen global belum stabil, risiko koreksi lanjutan masih ada. - Apa itu liquidity sweep dalam pasar kripto?
Liquidity sweep adalah pergerakan harga yang bertujuan membersihkan posisi leverage, biasanya terjadi saat pasar terlalu padat di satu sisi. - Apakah pergerakan whale bisa mempengaruhi harga Bitcoin?
Ya. Aktivitas whale sering mencerminkan ekspektasi jangka pendek. Namun, dampaknya tetap bergantung pada kondisi makro dan sentimen pasar secara keseluruhan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Kripto Jepang





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


