Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, pasar kripto global kerap menunjukkan perubahan ritme. Volume perdagangan cenderung menipis, likuiditas tidak sedalam biasanya, sementara volatilitas justru berpotensi meningkat.
Fenomena ini bukan hal baru dan tercatat berulang dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kawasan Asia.
Meski pasar kripto beroperasi 24 jam tanpa libur, perilaku pelaku pasar tetap dipengaruhi faktor musiman, termasuk libur panjang Imlek yang berdampak pada aktivitas finansial di berbagai negara Asia.
Aktivitas Trader Asia Berubah Saat Imlek
Imlek merupakan periode libur penting di Asia Timur dan Asia Tenggara. Banyak pelaku pasar, baik ritel maupun profesional, mengurangi aktivitas trading untuk fokus pada liburan keluarga.
Kondisi ini memicu penurunan partisipasi pasar, terutama dari wilayah yang selama ini menjadi kontributor besar volume kripto global.
Data historis menunjukkan, menjelang Imlek, sebagian trader memilih mengamankan keuntungan lebih awal.
Setelah libur dimulai, aktivitas transaksi melambat, menciptakan pasar dengan likuiditas lebih tipis. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga cenderung lebih sensitif terhadap order besar.
Baca juga berita terkait: Pakar Kripto China Sebut Altcoin Potensial Jelang Tahun Kuda Api
Likuiditas Menipis, Volatilitas Lebih Mudah Terjadi
Likuiditas yang menurun membuat pasar lebih rentan terhadap fluktuasi tajam. Dengan order book yang tidak sedalam hari normal, pergerakan harga bisa terjadi lebih cepat, baik ke atas maupun ke bawah, meskipun tanpa sentimen fundamental besar.
Beberapa periode Imlek sebelumnya mencatat lonjakan volatilitas Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), bukan karena lonjakan permintaan, melainkan akibat ketidakseimbangan antara pembeli dan penjual.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi trader jangka pendek yang mengandalkan stabilitas pasar.
China Tetap Berpengaruh Meski Kripto Dibatasi
Walau perdagangan kripto dibatasi di China daratan, pengaruhnya terhadap pasar global belum sepenuhnya hilang.
Investor diaspora, pelaku industri blockchain, serta produsen infrastruktur kripto asal China tetap berperan dalam ekosistem global.
Selain itu, sentimen regional Asia masih memiliki bobot tersendiri di pasar kripto. Libur besar seperti Imlek sering kali memengaruhi psikologi pasar, meski dampaknya bersifat tidak langsung dan bervariasi tiap tahun.
Angpao Digital dan Evolusi Transfer Nilai
Imlek juga identik dengan tradisi angpao, yang kini banyak beralih ke format digital melalui platform pembayaran elektronik.
Perubahan kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan meningkatnya penerimaan terhadap sistem transfer nilai digital.
Beberapa proyek blockchain pernah memanfaatkan momentum Imlek dengan konsep angpao digital berbasis kripto atau NFT.
Namun, praktik ini masih bersifat eksperimental dan belum menjadi arus utama dalam aktivitas keuangan masyarakat.
Baca selanjutnya: 5 Analis Beberkan Kemungkinan Harga Bitcoin Tertinggi di Tahun Kuda Api
Tidak Selalu Berdampak Positif atau Negatif
Penting dicatat, Imlek bukan pemicu pasti kenaikan atau penurunan harga kripto. Tidak ada pola konsisten yang menjamin arah pasar tertentu setiap tahun.
Dampak Imlek lebih sering terlihat pada perubahan likuiditas dan volatilitas jangka pendek, bukan tren harga jangka panjang.
Arah pergerakan kripto tetap ditentukan faktor yang lebih luas, seperti kondisi makroekonomi global, kebijakan moneter, arus dana institusional, dan sentimen pasar secara keseluruhan.
Kesimpulan
Fluktuasi pasar kripto jelang Imlek lebih mencerminkan perubahan perilaku pelaku pasar ketimbang faktor fundamental baru.
Likuiditas yang menipis dan aktivitas trading yang melambat menciptakan kondisi pasar yang lebih sensitif terhadap pergerakan harga.
Bagi pelaku pasar, memahami dinamika musiman seperti Imlek dapat membantu membaca risiko jangka pendek, tanpa mengabaikan gambaran besar pasar kripto yang tetap bergerak mengikuti faktor global.
FAQ
- Apakah Imlek selalu membuat harga kripto naik?
Tidak. Imlek tidak memiliki korelasi tetap dengan kenaikan harga kripto. Dampaknya lebih sering terlihat pada volatilitas jangka pendek, bukan tren naik yang konsisten. - Kenapa pasar kripto tetap terpengaruh meski tidak libur?
Walaupun pasar kripto berjalan 24 jam, aktivitas pelaku pasar tetap dipengaruhi libur regional. Saat banyak trader berhenti sementara, likuiditas menurun dan pergerakan harga menjadi lebih sensitif. - Apakah trader dari China masih berpengaruh ke pasar kripto global?
Secara tidak langsung, ya. Meski ada pembatasan di China daratan, investor diaspora dan pelaku industri berbasis China tetap berkontribusi dalam ekosistem kripto global. - Apakah volatilitas kripto selalu meningkat saat Imlek?
Tidak selalu, tetapi risikonya cenderung lebih tinggi karena likuiditas yang menipis. Kondisi pasar global tetap menjadi faktor penentu utama. - Apakah Imlek bisa dimanfaatkan sebagai strategi trading?
Imlek sebaiknya dilihat sebagai faktor musiman, bukan strategi utama. Trader perlu tetap mempertimbangkan data makro, sentimen global, dan manajemen risiko yang disiplin. - Apakah angpao kripto sudah umum digunakan?
Belum. Konsep angpao kripto masih terbatas pada eksperimen atau kampanye tertentu dan belum menjadi metode transfer nilai yang umum digunakan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Alibaba – What Chinese New Year Means for Crypto Markets, diakses pada Jumat 16 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Ethereum, #Berita Kripto Asia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


