Bitcoin (BTC) kembali jadi sorotan setelah sejumlah analis membandingkan kondisi pasar saat ini dengan fase bear market terdalam pada 2014.
Meski harga Bitcoin dinilai masih lebih kuat dibanding siklus-siklus sebelumnya, sejumlah indikator historis memunculkan kekhawatiran bahwa fase terberat justru belum terjadi.
Penurunan Bitcoin Masih Lebih Ringan Dibanding Siklus Lama
Melansir CryptoPotato, Bitcoin (BTC) tercatat telah turun sekitar 32% dari all-time high di atas US$126.000 yang tercapai pada awal Oktober 2025.
Angka ini relatif lebih ringan jika dibandingkan fase serupa pada bear market 2014, 2018, dan 2022, di mana penurunan pada tahap awal siklus berkisar antara 43% hingga 66%.
Data ini menunjukkan bahwa tekanan jual sejauh ini belum sedalam siklus sebelumnya. Namun, sejarah pasar kripto mencatat bahwa fase awal bear market kerap diikuti periode stabil sebelum memasuki penurunan paling tajam.
Baca selanjutnya: Tesla Milik Elon Musk Tegas Tak Jual Bitcoin (BTC) Meski Rugi US$239 Juta
Analis Soroti Pola Konvergensi Siklus Bear

Sumber Gambar: X.com/CryptoCon_
CryptoCon, analis pasar kripto yang dikutip dalam laporan tersebut, menyoroti pola berulang pada siklus Bitcoin.
Menurutnya, meski setiap bear market memiliki jalur awal yang berbeda, grafik harga cenderung bergerak menuju titik konvergensi yang sama menjelang fase bottom terakhir.
“Penurunan saat ini dari puncak siklus adalah -32%, sementara siklus lainnya berkisar antara -43% hingga -61%,” tulisnya.
Berdasarkan perbandingan lintas siklus, CryptoCon memperkirakan potensi konvergensi harga Bitcoin berada di kisaran US$35.000 pada September 2026.
Area ini dinilai krusial karena pada siklus sebelumnya, level tersebut menjadi awal dari penurunan terdalam sebelum pasar benar-benar mencapai titik terendah.
Jika pola historis kembali terulang, Bitcoin berpotensi turun lebih jauh ke rentang US$28.000 hingga US$17.000 pada periode Oktober hingga November 2026.
Selaras dengan Teori Siklus Halving
Proyeksi tersebut juga sejalan dengan Halving Cycles Theory, yang memprediksi titik terendah Bitcoin biasanya terbentuk sekitar 12 hingga 18 bulan setelah peristiwa halving.
Dalam konteks siklus saat ini, rentang waktu November 2026 hingga Januari 2027 dinilai sebagai periode krusial bagi pembentukan bottom jangka panjang.
Meski demikian, para analis menekankan bahwa proyeksi ini bukan prediksi pasti, melainkan refleksi dari pola historis yang berulang dalam beberapa siklus sebelumnya.
Baca juga: Beli Saat Murah, Robert Kiyosaki Akui Menyesal Menjual Bitcoin Miliknya
Volatilitas Tinggi dan Sinyal Pasar yang Bertabrakan
Di tengah peringatan tersebut, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan volatilitas yang meningkat.
Saat ini BTC diperdagangkan di sekitar US$85.000 – US$90.000 dengan volume harian lebih dari US$49 miliar.
Lonjakan volatilitas memicu likuidasi besar-besaran. Lebih dari 120.000 trader tercatat terkena likuidasi dengan total kerugian mendekati US%350 juta, terutama setelah respons pasar terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Kamis (29/1).
Namun, sinyal pasar tidak sepenuhnya negatif. Data on-chain menunjukkan sebagian investor jangka panjang kembali melakukan akumulasi. Realized Cap Bitcoin bahkan mencetak rekor tertinggi baru, mengindikasikan aliran modal yang masih masuk ke pasar.
Di sisi lain, porsi Bitcoin yang berada dalam kondisi rugi mulai meningkat, sebuah pola yang pada siklus 2014, 2018, dan 2022 muncul pada fase awal bear market yang lebih panjang.
Kesimpulan
Perbedaan pandangan antar analis memperlihatkan pasar berada di fase penentuan. Sebagian pelaku pasar menilai kondisi saat ini sebagai konsolidasi sebelum kelanjutan tren, sementara yang lain melihatnya sebagai awal dari fase koreksi yang lebih dalam.
Dengan kombinasi data historis, volatilitas pasar, dan sinyal on-chain yang berlawanan arah, Bitcoin kini berada di persimpangan penting yang akan menentukan apakah siklus ini berakhir lebih ringan, atau justru mengulang fase bear terdalam seperti 2014.
FAQ
- Apa yang dimaksud fase bear market Bitcoin?
Fase bear market Bitcoin adalah periode penurunan harga yang berlangsung lama, biasanya disertai sentimen negatif, volume melemah, dan tekanan jual yang konsisten di pasar kripto. - Mengapa tahun 2014 sering dijadikan pembanding bear market Bitcoin?
Tahun 2014 dikenal sebagai salah satu bear market terdalam Bitcoin, dengan penurunan harga lebih dari 80 persen dari puncaknya. Pola pergerakan saat itu kerap dijadikan referensi untuk membaca siklus berikutnya. - Apakah Bitcoin saat ini sudah masuk bear market penuh?
Belum ada konsensus. Secara persentase, penurunan saat ini masih lebih ringan dibanding siklus sebelumnya, namun beberapa indikator historis menunjukkan potensi tekanan lanjutan. - Apa peran siklus halving dalam pergerakan harga Bitcoin?
Siklus halving Bitcoin kerap memengaruhi dinamika pasar. Secara historis, titik terendah harga sering terbentuk 12 hingga 18 bulan setelah halving terjadi. - Apakah data on-chain bisa menjadi penentu arah Bitcoin?
Data on-chain membantu membaca perilaku investor, seperti akumulasi atau distribusi. Meski penting, data ini tidak berdiri sendiri dan perlu dibaca bersama faktor makro dan sentimen pasar.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
