Sistem AI kini tidak hanya sebatas menjawab pertanyaan atau merangkum informasi. Agar benar-benar otonom, agen AI harus mampu mengeksekusi pembayaran secara mandiri, dan infrastruktur untuk itu mulai dibangun oleh Big Tech maupun ekosistem crypto.
Menurut laporan dari Tiger Research, perubahan ini menandai pergeseran besar: peran pembayar tidak lagi eksklusif untuk manusia.
Jika otomatisasi ingin berjalan penuh, agen harus bisa menilai, menyetujui, dan menyelesaikan transaksi dalam batas yang sudah ditentukan.
Big Tech Bangun Sistem Pembayaran Agen

Sumber: Tiger Research
Pada Januari 2025, Google memperkenalkan AP2 (Agent Payment Protocol 2.0). Sistem ini membagi proses transaksi menjadi tiga lapisan: Intent Mandate, Cart Mandate, dan Payment Mandate.
Intent Mandate mencatat apa yang diinginkan pengguna. Cart Mandate memastikan pembelian sesuai aturan, dan Payment Mandate mengeksekusi transfer dana melalui Google Pay.
Contohnya, jika pengguna meminta agen membeli jaket di bawah $200, sistem memverifikasi harga, memasukkan ke keranjang, lalu memproses pembayaran setelah persetujuan.
Alternatifnya, agen dapat menyelesaikan pembayaran otomatis dalam parameter yang telah disetujui sebelumnya.
Model ini memanfaatkan kredensial yang sudah ada seperti kartu dan alamat pengguna. Namun, penggunaannya masih terbatas pada merchant dalam ekosistem yang telah diverifikasi.
Crypto Tawarkan Model Tanpa Perantara
Di sisi lain, ekosistem crypto mengembangkan pendekatan berbasis protokol terbuka. Dua standar utama yang muncul adalah ERC-8004 dan x402.

Sumber: Tiger Research
ERC-8004 berfungsi sebagai identitas agen berbasis NFT yang memuat tiga komponen: Identity, Reputation, dan Validation. Identitas ini memungkinkan agen saling memverifikasi sebelum bertransaksi.
x402 berperan sebagai jalur pembayaran crypto-native menggunakan smart contract. Jika kondisi tertentu terpenuhi, transaksi dapat dieksekusi otomatis tanpa intervensi manusia.
Dalam skenario agen-ke-agen, dana dapat dikunci dalam escrow smart contract hingga pengiriman dikonfirmasi. Setelah itu, pembayaran dilepas dan reputasi kedua agen diperbarui secara on-chain.
Model ini bersifat permissionless dan interoperabel. Namun, tidak ada otoritas pusat yang menanggung risiko jika terjadi kesalahan.
Baca juga: Laporan Baru: Fraud Kripto Berbasis AI Meledak 500% dalam Setahun
Pertarungan Arsitektur: Tertutup vs Terbuka

Sumber: Tiger Research
Big Tech mengutamakan perlindungan konsumen dan stabilitas dengan membatasi partisipasi marketplace. Crypto menekankan kedaulatan pengguna dan eksekusi tanpa perantara.
Ekosistem tertutup meningkatkan kontrol, tetapi membatasi interoperabilitas. Sebaliknya, protokol terbuka memungkinkan agen bertransaksi lintas platform, termasuk untuk mikrotransaksi seperti pembayaran $0,01 per konten digital.
Pertanyaan ke depan adalah apakah pembayaran agen akan dikendalikan platform atau dijalankan melalui protokol terbuka. Jalur paling realistis kemungkinan interoperabilitas antara keduanya.
Kesimpulan
Baik Big Tech maupun crypto menargetkan hal yang sama: perdagangan agen AI secara otonom.
Perbedaannya terletak pada arsitektur, apakah sistem tertutup berbasis platform atau protokol terbuka berbasis blockchain yang akan menjadi fondasi pembayaran di era AI.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
1. Apa itu AI agent payment infrastructure?
Infrastruktur yang memungkinkan agen AI melakukan transaksi otomatis tanpa campur tangan manusia.
2. Apa fungsi ERC-8004 dalam pembayaran agen AI?
ERC-8004 berfungsi sebagai identitas on-chain berbasis NFT yang menyimpan reputasi dan validasi agen.
3. Bagaimana x402 bekerja?
x402 memungkinkan pembayaran otomatis melalui smart contract, termasuk escrow dan penyelesaian berbasis kondisi.
4. Apa perbedaan Google AP2 dan model crypto?
AP2 berjalan dalam ekosistem tertutup berbasis platform, sedangkan crypto menggunakan protokol terbuka tanpa perantara.
5. Kenapa pembayaran agen AI penting untuk masa depan?
Karena otomatisasi penuh membutuhkan kemampuan transaksi mandiri agar agen bisa menjalankan tugas end-to-end tanpa persetujuan manual.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Artificial intelligence (AI)





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
