Co-founder BitMEX, Arthur Hayes, kembali melontarkan pandangan tajam soal geopolitik dan dampaknya ke pasar kripto.
Dalam esai terbarunya, Hayes menilai konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran bisa mendorong Federal Reserve (The Fed) melonggarkan kebijakan moneternya.
“Sebagai seorang “crypto bro”, saya memakai pendekatan sederhana: Semakin lama Trump terlibat dalam proyek nation-building Iran yang mahal, semakin besar kemungkinan The Fed menurunkan harga uang dan menambah jumlah uang beredar untuk mendukung petualangan tersebut,” tulis Hayes.
Jika hal itu terjadi, likuiditas global berpotensi meningkat dan menjadi katalis baru bagi kenaikan Bitcoin.
Pernyataan ini muncul di tengah kondisi pasar kripto yang masih tertekan. Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$66.200, turun hampir 30% secara tahunan dan sekitar 47% dari rekor tertinggi US$126.000 yang tercapai pada Oktober 2025.
Penurunan berlangsung selama lima bulan berturut-turut, sementara indeks Fear and Greed bertahan di zona extreme fear.
Pola 40 Tahun: Perang di Timur Tengah dan Pelonggaran The Fed
Hayes membangun argumennya berdasarkan pola historis sejak 1985. Ia menyebut setiap presiden AS dalam empat dekade terakhir pernah meluncurkan aksi militer di Timur Tengah, baik berupa serangan rudal maupun operasi skala penuh.
Setelah itu, The Fed cenderung mengambil langkah pelonggaran moneter. Beberapa contoh yang ia soroti:
- Perang Teluk 1990 di era George H.W. Bush. The Fed awalnya menahan suku bunga, tetapi kemudian memangkasnya pada pertemuan November dan Desember 1990 meski inflasi akibat lonjakan harga minyak masih tinggi.
- Serangan 11 September 2001. Ketua The Fed saat itu, Alan Greenspan, memangkas suku bunga darurat sebesar 50 basis poin untuk meredam tekanan pasar.
- Perang Irak dan Afghanistan yang diikuti periode pelonggaran berkepanjangan.
- Lonjakan pasukan di Afghanistan tahun 2009 di era Obama, ketika suku bunga sudah berada di level nol dan program quantitative easing berjalan.
Menurut Hayes, jika konflik Iran meningkat dan berubah menjadi keterlibatan militer besar, pemerintah AS kemungkinan membutuhkan belanja fiskal tambahan.
Dalam skenario itu, The Fed berpotensi memberi dukungan lewat penurunan suku bunga atau ekspansi likuiditas.
Ia juga menampilkan data bahwa anggaran untuk Departemen Urusan Veteran AS meningkat dua kali lebih cepat dibandingkan total belanja federal sejak 1985. Pada saat yang sama, effective Fed Funds Rate cenderung turun setelah keterlibatan militer besar.
Baca juga berita terbaru: Rangkuman Perang AS – Iran & Dampaknya pada Harga Emas, Minyak, dan Kripto
Konflik Iran dan Skenario Kebijakan Moneter
Hayes menilai perubahan rezim di Iran telah lama menjadi isu bipartisan di Washington sejak 1979. Jika eskalasi benar-benar terjadi, dukungan politik terhadap pelonggaran moneter dinilai lebih mudah terbentuk.
Namun, belum ada kepastian bahwa kebijakan tersebut akan segera diambil. Ketidakpastian masih tinggi, terutama terkait durasi konflik dan besarnya komitmen fiskal pemerintah AS.
Dalam konteks pasar, suku bunga yang lebih rendah biasanya mendorong pergeseran dana ke aset berisiko seperti saham dan kripto. Peningkatan jumlah uang beredar atau quantitative easing juga sering dikaitkan dengan reli aset digital karena dorongan likuiditas.
Tunggu Rate Cut, Jangan Terburu-Buru
Meski memiliki pandangan bullish jangka panjang, Hayes mengingatkan investor agar tidak berspekulasi terlalu cepat.
Ia menyarankan menunggu konfirmasi nyata dari The Fed, seperti pemangkasan suku bunga atau sinyal kuat pelonggaran kebijakan, sebelum menambah eksposur pada harga Bitcoin (BTC) dan sejumlah altcoin pilihan.
“Waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin dan altcoin berkualitas adalah segera setelah The Fed benar-benar memangkas suku bunga atau mencetak uang untuk mendukung tujuan pemerintah di Iran,” jelas Hayes.
Ia menekankan bahwa belum jelas seberapa jauh pemerintah AS akan mengalokasikan dana untuk konflik tersebut. Karena itu, pendekatan wait and see dinilai lebih rasional dalam kondisi pasar yang masih rapuh.
“Saat ini belum jelas berapa lama Trump akan terus menggelontorkan miliaran atau triliunan dolar untuk membentuk ulang politik Iran. Juga belum jelas berapa banyak tekanan geopolitik dan pasar yang bisa ia toleransi. Langkah paling bijak adalah menunggu dan melihat,” tulisnya.
Tekanan terhadap harga Bitcoin saat ini mencerminkan kombinasi sentimen risk-off global, koreksi tajam dari level puncak, serta belum munculnya katalis makro baru.
Baca berita selanjutnya: Konflik Iran vs AS Membara, Apakah Harga Bitcoin Akan Ikut Terseret?
Dampak ke Harga Bitcoin: Antara Ketakutan dan Likuiditas
Dalam beberapa siklus sebelumnya, pelonggaran moneter menjadi bahan bakar reli aset berisiko.
Penurunan suku bunga menekan imbal hasil obligasi, sementara quantitative easing memperbesar neraca bank sentral dan meningkatkan jumlah uang beredar.
Bitcoin sering diposisikan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat. Dalam fase ekspansi likuiditas, narasi tersebut biasanya menguat.
Namun untuk saat ini, harga US$66.200 menunjukkan pasar masih menunggu sinyal kebijakan yang konkret. Selama The Fed mempertahankan sikap ketat, volatilitas berpotensi tetap tinggi.
Kesimpulan
Pernyataan Arthur Hayes menempatkan konflik Iran sebagai variabel makro yang bisa mengubah arah kebijakan moneter AS. Jika sejarah kembali berulang dan The Fed benar-benar memangkas suku bunga atau memperluas likuiditas, pasar kripto berpotensi merespons positif.
Namun hingga ada keputusan resmi dari bank sentral, pergerakan Bitcoin masih sangat bergantung pada sentimen global dan dinamika geopolitik. Untuk saat ini, pasar berada di persimpangan antara tekanan ketakutan dan harapan akan kembalinya likuiditas.
FAQ
- Mengapa konflik Iran bisa berdampak pada kebijakan suku bunga The Fed?
Konflik militer besar biasanya meningkatkan belanja pemerintah dan menciptakan tekanan ekonomi. Untuk menjaga stabilitas pasar, The Fed dapat menurunkan suku bunga atau menambah likuiditas melalui pelonggaran moneter. - Apa hubungan antara rate cut dan kenaikan harga Bitcoin?
Penurunan suku bunga membuat biaya pinjaman lebih murah dan mendorong investor mencari imbal hasil lebih tinggi di aset berisiko seperti saham dan kripto. Likuiditas yang meningkat sering kali mendukung kenaikan harga Bitcoin. - Apa itu quantitative easing dan bagaimana pengaruhnya ke pasar kripto?
Quantitative easing adalah kebijakan pembelian aset oleh bank sentral untuk menambah jumlah uang beredar. Kebijakan ini dapat melemahkan nilai mata uang dan meningkatkan minat terhadap aset alternatif seperti Bitcoin. - Apakah Bitcoin selalu naik saat terjadi perang?
Tidak selalu. Dampak awal perang sering memicu sentimen risk-off dan tekanan jual. Kenaikan biasanya terjadi jika diikuti pelonggaran moneter atau stimulus besar yang meningkatkan likuiditas. - Apakah sekarang waktu yang tepat membeli Bitcoin menurut Arthur Hayes?
Hayes menyarankan menunggu konfirmasi nyata berupa pemangkasan suku bunga atau kebijakan cetak uang sebelum menambah eksposur. Ia menilai pendekatan hati-hati lebih bijak dalam kondisi pasar yang masih lemah. - Bagaimana posisi harga Bitcoin saat ini dibandingkan ATH?
Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$66.200, turun sekitar 47% dari rekor tertinggi US$126.000 pada Oktober 2025, serta mencatat penurunan selama lima bulan berturut-turut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – Arthur Hayes Says Iran Conflict Could Trigger Fed Easing, Boost Bitcoin, diakses pada 2 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Arthur Hayes






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


