Harga minyak Amerika Serikat jatuh tajam setelah berhasil naik ke atas $116. Dalam waktu kurang dari dua jam, harga minyak mentah AS turun sekitar $15 per barel, memicu volatilitas di berbagai pasar global dan memicu likuidasi besar di pasar kripto.
Penurunan tersebut terjadi setelah muncul laporan bahwa negara-negara G7 mempertimbangkan pelepasan hingga 400 juta barel minyak dari cadangan strategis. Tambahan pasokan dalam jumlah besar ini langsung menekan harga minyak di pasar energi.
Di saat yang sama, gejolak tersebut memicu likuidasi besar pada perdagangan derivatif kripto.

Sumber Gambar: Kobeissiletter via Crypto.News
Baca juga berita terkait: Deretan Data Ekonomi AS Rilis Pekan Ini, Bitcoin di Ujung Tanduk?
Likuidasi Crypto Melonjak Lebih dari $225 Juta

Sumber Gambar: Crypto.News
Data pasar menunjukkan bahwa lebih dari $225 juta posisi trading kripto terlikuidasi dalam waktu singkat ketika volatilitas meningkat.
Rinciannya meliputi:
- Bitcoin sekitar $150 juta
- Ethereum sekitar $75 juta
- Sejumlah likuidasi tambahan terjadi pada altcoin seperti Solana, XRP, dan Dogecoin
Sebagian besar likuidasi berasal dari posisi long, yaitu trader yang sebelumnya bertaruh bahwa harga aset kripto akan naik. Ketika volatilitas makro meningkat secara tiba-tiba, banyak posisi leveraged kehilangan margin dan ditutup otomatis oleh sistem exchange.
Lonjakan likuidasi ini menunjukkan bagaimana perubahan cepat di pasar komoditas dapat berdampak langsung pada perdagangan kripto yang menggunakan leverage.
Harga Bitcoin Tetap Bertahan di Sekitar $67.000
Meski terjadi likuidasi besar di pasar derivatif, harga Bitcoin tidak mengalami penurunan tajam.
Harga Bitcoin sendiri sempat turun menuju $67.000 sebelum kembali pulih dan diperdagangkan di sekitar $67.500.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar spot kripto masih relatif stabil di tengah gejolak makro.
Stabilitas tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar kripto melihat peristiwa ini sebagai kejadian spesifik di pasar energi, bukan perubahan besar dalam sentimen risiko global.
Baca selanjutnya: Willy Woo: Bitcoin Bisa Turun ke $45.000, Bahkan $30.000 Jika Krisis Global
Gejolak Dimulai dari Pergerakan Ekstrem di Pasar Minyak
Sebelum penurunan tajam terjadi, harga minyak bahkan sempat melonjak hingga sekitar 30% pada hari yang sama.
Namun setelah laporan mengenai kemungkinan pelepasan cadangan minyak G7 muncul, pasar langsung berbalik arah dengan cepat.
The Kobeissi Letter menyebut pergerakan ini sebagai salah satu reversal intraday terbesar di pasar minyak tahun ini.
Harga minyak akhirnya turun menuju kisaran $100 per barel, menghapus lebih dari setengah kenaikan yang terjadi sebelumnya pada hari tersebut.
Kesimpulan
Penurunan harga minyak AS sebesar $15 dalam waktu kurang dari dua jam menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar dapat berubah ketika muncul kebijakan energi berskala besar seperti rencana pelepasan cadangan minyak oleh negara-negara G7.
Dampaknya langsung terasa di pasar kripto melalui likuidasi lebih dari $225 juta di perdagangan derivatif, meskipun harga Bitcoin sendiri tetap bergerak stabil di sekitar $67.000–$67.500.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa volatilitas makro masih mampu memicu tekanan di pasar leverage kripto, namun sejauh ini belum mengubah struktur harga Bitcoin secara signifikan.
FAQ
- Mengapa harga minyak bisa berdampak pada pasar kripto?
Harga minyak sering mencerminkan kondisi ekonomi global dan stabilitas geopolitik. Ketika harga energi bergerak ekstrem, investor biasanya menyesuaikan posisi mereka di berbagai aset berisiko, termasuk kripto. - Apa yang dimaksud likuidasi dalam trading kripto?
Likuidasi terjadi ketika posisi trading dengan leverage tidak lagi memiliki margin yang cukup untuk menahan kerugian. Sistem exchange akan menutup posisi tersebut secara otomatis untuk mencegah kerugian lebih besar. - Mengapa posisi long paling banyak terkena likuidasi?
Posisi long berarti trader memperkirakan harga akan naik. Ketika pasar bergerak berlawanan arah atau volatilitas meningkat drastis, posisi tersebut bisa dengan cepat kehilangan margin dan dilikuidasi. - Apakah penurunan harga minyak selalu mempengaruhi Bitcoin?
Tidak selalu. Dampaknya bergantung pada apakah perubahan harga minyak memicu perubahan sentimen risiko global. Dalam beberapa situasi, Bitcoin bereaksi kuat, tetapi dalam kasus lain pasar kripto tetap stabil. - Mengapa Bitcoin tetap stabil meskipun likuidasi besar terjadi?
Likuidasi biasanya terjadi di pasar derivatif yang menggunakan leverage tinggi. Jika permintaan dan penawaran di pasar spot tetap seimbang, harga Bitcoin dapat bertahan di kisaran yang sama meskipun likuidasi meningkat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Crypto.News – Will crypto markets react as US oil prices crash $15 in two hours ?, diakses pada 9 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum,






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


