Harga Bitcoin (BTC) masih relatif stabil meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat. Namun analis memperingatkan bahwa kondisi ini bisa berubah jika konflik meluas atau kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi lebih ketat.
Laporan pasar Wintermute yang diunggah di X menyebutkan bahwa eskalasi konflik atau sikap hawkish dari Federal Reserve berpotensi menekan pasar kripto yang saat ini berada dalam fase menunggu arah.
Bitcoin Bertahan di Tengah Gejolak Pasar

Sumber: x.com/@wintermute_t
Ketegangan di Timur Tengah memicu lonjakan harga energi. Data menunjukkan harga minyak Brent melonjak sekitar 26% pada minggu kedua konflik karena kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.
Di tengah tekanan pada berbagai aset global, Bitcoin justru naik tipis sekitar 0,4%. Pada Selasa (10/3), Bitcoin diperdagangkan di kisaran $70.000 hingga $71.500.
Menurut Wintermute, kondisi ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin kadang dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, meski peran tersebut masih diperdebatkan.
Baca juga: Selat Hormuz Memanas, Harga Bitcoin Tergelincir Lagi di Bawah US$70.000
Pasar Derivatif Tunjukkan Sikap Hati-hati
Meski harga stabil, investor kripto belum sepenuhnya optimistis. Indeks volatilitas Bitcoin (DVOL) masih berada di kisaran 60, menunjukkan pasar tetap waspada terhadap pergerakan besar.
Pasar opsi juga menunjukkan permintaan perlindungan downside masih tinggi. Sementara itu, leverage di pasar kripto diperkirakan sekitar $60 miliar, lebih rendah dibanding puncak siklus sebelumnya.
Menurut laporan tersebut, kondisi ini membuat tekanan likuidasi besar relatif lebih kecil dibanding fase bull market sebelumnya.
Risiko Bearish Masih Ada
Perhatian pasar kini tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Investor menunggu sinyal terkait inflasi dan arah kebijakan suku bunga.
Wintermute menilai dua faktor utama dapat memicu tekanan pada Bitcoin:
- Eskalasi konflik Timur Tengah yang dapat mendorong inflasi energi
- Perubahan sikap The Fed menjadi lebih hawkish
Jika kedua faktor tersebut terjadi bersamaan, prospek Bitcoin berpotensi berubah menjadi bearish dalam jangka pendek.
Kesimpulan
Bitcoin menunjukkan ketahanan di tengah gejolak geopolitik global. Namun stabilitas harga saat ini lebih mencerminkan fase menunggu kepastian, bukan tanda bahwa risiko pasar telah hilang.
Jika konflik energi semakin meluas atau kebijakan moneter menjadi lebih ketat, tekanan terhadap Bitcoin dan pasar kripto bisa kembali meningkat.
FAQ
1. Mengapa konflik Timur Tengah mempengaruhi harga Bitcoin?
Konflik geopolitik dapat memicu lonjakan harga energi dan inflasi global, yang sering membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti kripto.
2. Apa hubungan harga minyak dengan Bitcoin?
Lonjakan harga minyak dapat meningkatkan inflasi dan memengaruhi kebijakan suku bunga. Kondisi ini sering berdampak pada pergerakan aset berisiko termasuk Bitcoin.
3. Apa yang dimaksud kebijakan hawkish dari The Fed?
Kebijakan hawkish berarti bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi, yang biasanya menekan pasar saham dan kripto.
4. Apa itu DVOL dalam pasar kripto?
DVOL adalah indeks volatilitas opsi Bitcoin yang menunjukkan ekspektasi pergerakan harga BTC di masa depan berdasarkan pasar derivatif.
5. Apakah Bitcoin bisa menjadi lindung nilai terhadap inflasi?
Sebagian analis melihat Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi peran tersebut masih diperdebatkan karena volatilitasnya yang tinggi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Bitcoin.com – War Escalation or Hawkish Fed Pivot Could Turn Bitcoin Outlook Bearish, diakses pada 11 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
