Sebuah laporan terbaru dari Quantus berjudul The State of Quantum memperingatkan bahwa ancaman komputer quantum terhadap Bitcoin mungkin datang lebih cepat dari yang selama ini diperkirakan.
Laporan tersebut menyoroti kemajuan signifikan yang dicapai perusahaan teknologi seperti Google, IBM, dan Quantinuum sepanjang 2024 hingga 2026 dalam bidang hardware quantum dan koreksi kesalahan.
Meski belum ada komputer quantum yang mampu membobol Bitcoin saat ini, para peneliti menilai jarak menuju kemampuan tersebut semakin pendek dibanding perkiraan sebelumnya.
Ancaman Quantum ke Bitcoin Tak Lagi Sekadar Teori
Perhatian terhadap ancaman komputer quantum meningkat setelah sejumlah terobosan dari Google, IBM, dan Quantinuum sepanjang 2024 hingga 2026.
Laporan Quantus menyoroti penelitian Google Quantum AI pada Maret 2026 lalu.
Algoritma Shor diperkirakan dapat menyerang sistem kriptografi Bitcoin dengan kebutuhan kurang dari 500.000 physical qubits dalam kondisi tertentu.
Meski angka tersebut masih jauh dari kemampuan perangkat yang ada saat ini, banyak peneliti mulai melihat ancaman quantum sebagai isu yang perlu dipersiapkan sejak sekarang.
Baca juga: Bitcoin Dekati US$70.000, Buy the Dip atau Tunggu Harga Lebih Murah?
Jutaan Bitcoin Lama Bisa Jadi Target
Laporan tersebut juga mengangkat risiko yang dikenal sebagai “harvest now, crack later.”
Dalam skenario ini, pihak tertentu dapat mengumpulkan data blockchain saat ini dan menunggu hingga komputer quantum yang cukup kuat tersedia di masa depan.

Sumber: Quantus
Quantus memperkirakan sekitar 2,3 juta hingga 3,7 juta Bitcoin berada dalam dompet yang kemungkinan sudah tidak dapat diakses pemiliknya.
Salah satunya, termasuk aset yang sering dikaitkan dengan Satoshi Nakamoto.
Karena tidak bisa dipindahkan ke sistem keamanan baru, dompet-dompet tersebut dinilai berpotensi menjadi target utama serangan quantum.
Industri Mulai Bersiap Hadapi Era Post-Quantum
Laporan itu mencatat sejumlah perusahaan teknologi telah mulai menerapkan standar post-quantum cryptography untuk mengantisipasi perkembangan komputer quantum.
Namun, migrasi di jaringan Bitcoin dinilai jauh lebih kompleks dibanding sistem terpusat karena membutuhkan koordinasi komunitas global dan perubahan teknis yang sangat besar.
Kriptografer Stanford Dan Boneh bahkan mengingatkan bahwa migrasi yang dilakukan terlalu cepat bisa memunculkan bug atau celah keamanan baru yang justru lebih berbahaya daripada ancaman quantum saat ini.
Meski demikian, sebagian besar peneliti sepakat bahwa persiapan tidak boleh ditunda terlalu lama, mengingat kemajuan teknologi quantum terus berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Kesimpulan
Laporan Quantus tidak menyatakan Bitcoin bisa diretas hari ini. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan ancaman komputer quantum tidak lagi dianggap sekadar teori jangka panjang.
Bagi industri crypto, tantangan terbesarnya kini bukan hanya menjaga keamanan saat ini.
Tetapi juga memastikan Bitcoin dan blockchain siap menghadapi era komputasi quantum ketika teknologi tersebut benar-benar matang.
FAQ
1. Apakah komputer quantum bisa meretas Bitcoin sekarang?
Belum. Saat ini belum ada komputer quantum yang memiliki kemampuan untuk membobol sistem keamanan Bitcoin.
2. Apa yang dimaksud post-quantum cryptography?
Teknologi enkripsi generasi baru yang dirancang untuk tetap aman terhadap serangan komputer quantum.
3. Mengapa dompet Bitcoin lama dianggap lebih berisiko?
Karena banyak dompet lama tidak lagi bisa diakses pemiliknya sehingga tidak dapat dipindahkan ke sistem keamanan baru.
4. Apa itu “harvest now, crack later”?
Strategi mengumpulkan data terenkripsi saat ini untuk dibuka di masa depan ketika teknologi quantum sudah cukup kuat.
5. Apakah ancaman quantum hanya berdampak pada Bitcoin?
Tidak. Sebagian besar sistem kriptografi modern, termasuk banyak blockchain dan layanan digital, juga menghadapi tantangan serupa.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi
Crypto News – Quantum computing threat to Bitcoin may arrive sooner than expected: report, diakses pada 29 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
