Mantan eksekutif Goldman Sachs dan investor makro, Raoul Pal, menyebut Bitcoin berpotensi masuk fase percepatan harga yang ia istilahkan sebagai “Banana Zone”, dengan kemungkinan reprice menuju $140.000.
Ia menilai pergerakan tersebut lebih ditentukan oleh dinamika likuiditas global ketimbang sentimen jangka pendek.
Menurutnya, jika hubungan historis antara likuiditas dan harga kembali selaras, kenaikan menuju $140.000 berarti potensi lonjakan sekitar 106% dari level saat ini.
Likuiditas Global dan Celah Harga
The Banana Zone is very, very close…https://t.co/TuJkjlbAab ? pic.twitter.com/aeedMGQdCd
— Raoul Pal (@RaoulGMI) September 20, 2024
Pal menilai Bitcoin masih diperdagangkan di bawah nilai yang mencerminkan likuiditas global. Dalam siklus sebelumnya, ketika likuiditas naik sementara harga tertinggal, penyesuaian biasanya terjadi cepat dan agresif.
Ia menyoroti potensi pelonggaran aturan perbankan seperti ESLR, penurunan Treasury General Account (TGA) yang bisa mengalirkan dana kembali ke pasar, pelemahan dolar AS, serta ekspansi neraca China.
Menurut model likuiditasnya, jika pola historis berulang, harga Bitcoin seharusnya mendekati $140.000.
Indikator Ekonomi dan Hambatan Struktural
Pal juga memantau indikator siklus bisnis seperti ISM (Institute for Supply Management). Dalam analisanya, kondisi finansial biasanya memimpin ISM sekitar sembilan bulan.
Jika ISM menguat, itu menandakan ekspektasi pertumbuhan ekonomi membaik. Stimulus fiskal, insentif pajak investasi, belanja modal untuk pusat data dan energi, serta potensi pelonggaran suku bunga dapat mempercepat dinamika tersebut.

Sumber: TradingView
Namun, harga Bitcoin sempat tertahan akibat peristiwa likuidasi besar pada 10 Oktober. Deleveraging paksa dan gangguan likuiditas membuat harga turun lebih dalam dari yang didukung fundamental.
Area $100.000 disebut sebagai hambatan psikologis dan struktural karena banyak posisi opsi terkonsentrasi di level tersebut. Selama tekanan opsi bertahan, pergerakan ke atas cenderung tertahan.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Masuk Zona Extreme Fear, Sinyal Bottom Seperti Era Covid?
Apa Itu Banana Zone?

Chart banana zone | Sumber: x.com/@VentureCoinist
Istilah Banana Zone menggambarkan fase akhir siklus kripto ketika harga bergerak non-linear dan melonjak cepat akibat kombinasi likuiditas meningkat, pertumbuhan ekonomi membaik, dan arus modal masuk.
Sebelum fase ini dimulai, pasar biasanya melewati periode konsolidasi untuk menyerap volatilitas sebelumnya. Jika tekanan struktural mereda dan likuiditas terus membaik, ruang untuk pergerakan tajam terbuka lebih lebar.
Kesimpulan
Proyeksi menuju $140.000 didasarkan pada asumsi bahwa likuiditas global akan terus menguat dan hubungan historis dengan harga Bitcoin kembali selaras.
Jika kondisi makro mendukung dan hambatan di area $100.000 terlewati, fase percepatan seperti yang disebut “Banana Zone” berpotensi terjadi.
Namun, arah akhir tetap bergantung pada perkembangan kebijakan moneter, stabilitas ekonomi global, dan respons pelaku pasar terhadap dinamika tersebut.
FAQ
- Apa itu Banana Zone dalam pasar kripto?
Banana Zone adalah fase percepatan harga yang tajam di akhir siklus kripto, biasanya dipicu oleh lonjakan likuiditas dan arus modal masuk. - Mengapa likuiditas global penting bagi Bitcoin?
Bitcoin sering bergerak sejalan dengan ekspansi likuiditas karena lebih banyak dana tersedia untuk aset berisiko. - Apa itu ESLR?
Enhanced Supplementary Leverage Ratio adalah aturan perbankan yang membatasi rasio leverage. Perubahannya bisa meningkatkan kapasitas likuiditas. - Mengapa level $100.000 dianggap krusial?
Karena menjadi level psikologis dan titik konsentrasi posisi opsi yang dapat menahan kenaikan harga. - Apakah target $140.000 pasti tercapai?
Proyeksi tersebut berbasis model likuiditas historis, tetapi tetap bergantung pada kondisi makro dan sentimen pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – Ex-Goldman Sachs Insider Forecasts $140,000 Bitcoin Rally— Here’s Why, diakses pada 23 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
