Harga Bitcoin (BTC) sempat menunjukkan tanda pemulihan setelah melonjak di atas level $74.000 pada Kamis, namun reli tersebut tidak bertahan lama.
Sejumlah analis menilai kenaikan itu hanya bersifat sementara karena indikator fundamental dan teknikal masih menunjukkan pasar berada dalam fase bearish.
Data dari TradingView menunjukkan Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan di kisaran $74.000.

Sumber Gambar: TradingView
Namun momentum tersebut segera melemah dan harga kembali turun lebih dari $3.000 hingga berada di bawah $71.000 pada perdagangan Jumat pagi (6/3).
Pergerakan ini memperkuat pandangan bahwa reli yang terjadi kemungkinan hanyalah relief rally, yakni kenaikan jangka pendek yang muncul di tengah tren penurunan yang lebih besar.
Indikator pasar masih menunjukkan kondisi bearish
Perusahaan analitik on-chain CryptoQuant menilai kondisi pasar Bitcoin masih jauh dari fase bullish. Hal ini tercermin dari indikator mereka yang disebut Bull Score Index.
“Bitcoin masih berada dalam pasar bearish meskipun terjadi reli baru-baru ini,” tulis CryptoQuant.

Sumber Gambar: CryptoQuant
Indeks tersebut saat ini berada di level 10 dari 100, yang menunjukkan kondisi pasar masih berada jauh di wilayah bearish. Indikator ini menggabungkan berbagai metrik fundamental dan teknikal untuk mengukur kesehatan pasar Bitcoin secara keseluruhan.
Menurut CryptoQuant, meskipun harga sempat mengalami kenaikan, sebagian besar indikator utama belum menunjukkan perubahan tren yang signifikan.
Kondisi tersebut membuat banyak analis menilai bahwa reli terbaru belum cukup kuat untuk menandai dimulainya siklus bull market baru.
Baca juga berita terkait: Benarkah Koreksi Bitcoin Sudah Berakhir atau Hanya Bear Trap?
Reli didorong minat beli dan arus dana ETF
Meski demikian, reli singkat yang terjadi bukan tanpa alasan. Beberapa faktor sempat mendorong kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir.
Direktur LVRG Research, Nick Ruck, mengatakan reli tersebut dipicu oleh meningkatnya minat risiko di pasar serta arus dana masuk ke produk ETF Bitcoin.
“dinamika bear market yang masih berlangsung memperkuat sikap hati-hati karena sinyal makro yang lebih lemah, seperti perlambatan yang diperkirakan pada nonfarm payrolls Februari, membuat kripto tetap rentan terhadap tekanan penurunan baru,” tegas Nick Ruck.
Selain itu, indikator Coinbase Premium juga menunjukkan perubahan positif. Indikator ini mengukur perbedaan harga Bitcoin antara Coinbase dan bursa global lainnya, yang sering digunakan untuk melihat minat beli dari investor Amerika Serikat.
Data terbaru menunjukkan indikator tersebut berbalik dari wilayah negatif pada awal Februari menjadi positif untuk pertama kalinya sejak Oktober. Perubahan ini mengindikasikan meningkatnya permintaan dari investor berbasis di AS.
Tekanan makro dan momentum pasar masih menjadi hambatan
Namun kenaikan tersebut segera menghadapi hambatan. Harga Bitcoin kembali melemah karena momentum pasar yang mulai memudar serta ketidakpastian kondisi makroekonomi.
Nick Ruck menjelaskan bahwa pasar kripto masih sangat sensitif terhadap sinyal ekonomi global. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah potensi perlambatan data tenaga kerja Amerika Serikat, khususnya laporan nonfarm payrolls Februari.
Sinyal ekonomi yang lebih lemah dapat memicu sikap hati-hati dari investor dan menekan aset berisiko, termasuk kripto.
Karena itu, meskipun likuiditas pasar sempat mendukung reli jangka pendek, kondisi pasar secara keseluruhan masih memperlihatkan dinamika bear market.
Baca juga berita terbaru: Perang AS-Iran Bisa Berlangsung hingga September, Pasar Kripto Ikut Waspada
Beberapa indikator mulai menunjukkan perubahan momentum
Di tengah sentimen bearish yang masih kuat, sejumlah analis juga melihat tanda awal perubahan momentum.

Sumber Gambar: X.com/swissblock
Perusahaan analitik SwissBlock menyebut bahwa momentum negatif Bitcoin mulai mereda. Dalam analisis terbaru, mereka menyatakan pasar kemungkinan mulai keluar dari fase tekanan negatif yang paling dalam.
“Ujian berikutnya cukup jelas: apakah momentum bisa bertahan dan berkonsolidasi di atas level +0,5. Level +0,5 ini sering dianggap sebagai batas penting, titik di mana pasar mulai beralih dari sikap hati-hati menuju fase ekspansi,” tulis SwissBlock.
Perubahan seperti ini dalam beberapa siklus sebelumnya sering menjadi awal transisi menuju fase pasar yang lebih stabil.
Meski demikian, analis menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa tren bullish baru telah dimulai.
Kesimpulan
Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan dinamika pasar yang masih rapuh.
Kenaikan singkat hingga $74.000 memberikan sinyal pemulihan sementara, namun penurunan kembali ke bawah $71.000 menegaskan bahwa tekanan bearish masih mendominasi.
Indikator fundamental, teknikal, serta kondisi makroekonomi global masih menjadi faktor penentu arah pasar dalam jangka pendek. Selama indikator utama belum menunjukkan perubahan signifikan, reli seperti ini berpotensi tetap bersifat sementara.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan relief rally dalam pasar kripto?
Relief rally adalah kenaikan harga sementara yang terjadi setelah periode penurunan panjang. Kenaikan ini biasanya dipicu oleh berkurangnya tekanan jual atau munculnya sentimen positif jangka pendek, tetapi belum tentu menandakan perubahan tren menjadi bullish. - Mengapa analis masih menyebut Bitcoin berada dalam bear market?
Beberapa indikator pasar seperti Bull Score Index dari CryptoQuant masih berada di level sangat rendah. Hal ini menunjukkan sebagian besar indikator fundamental dan teknikal masih mengarah pada tren penurunan yang dominan. - Apa itu Bull Score Index yang digunakan untuk menganalisis Bitcoin?
Bull Score Index adalah indikator komposit yang menggabungkan berbagai metrik fundamental dan teknikal untuk menilai kesehatan pasar Bitcoin. Nilai yang rendah biasanya menunjukkan pasar berada dalam fase bearish. - Apa arti indikator Coinbase Premium bagi harga Bitcoin?
Coinbase Premium menunjukkan perbedaan harga Bitcoin antara bursa Coinbase dan bursa global lainnya. Jika indikator ini positif, biasanya menandakan adanya permintaan kuat dari investor Amerika Serikat. - Faktor apa saja yang bisa mempengaruhi harga Bitcoin dalam waktu dekat?
Harga Bitcoin sering dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti arus dana ETF, kondisi makroekonomi global, kebijakan suku bunga, data ekonomi Amerika Serikat, serta sentimen investor terhadap aset berisiko seperti kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Bitcoin relief rally faces headwinds as bear market persists: analysts, diakses pada 6 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


