Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak dalam tren melemah setelah koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Di tengah harapan sebagian investor akan pemulihan cepat, founedr dari Lyn Alden Investment Strategy, Lyn Alden justru menilai reli kilat seperti pola V-shape kecil kemungkinannya terjadi.
Berbicara dalam Bitcoin Investor Week 2026 di New York, Alden menjelaskan bahwa secara historis Bitcoin jarang membentuk dasar harga berbentuk huruf V.
Artinya, setelah jatuh tajam, harga biasanya tidak langsung melonjak kembali, melainkan bergerak datar dalam waktu cukup lama sebelum menemukan arah baru.
Apa Itu Pola V-shape?
Pola V-shape adalah kondisi ketika harga suatu aset turun sangat tajam dalam waktu singkat, lalu langsung melonjak kembali dengan kecepatan yang hampir sama.
Jika dilihat di grafik, pergerakan ini membentuk huruf “V” yang curam.
Dalam konteks Bitcoin, pola ini biasanya terjadi saat ada dorongan likuiditas besar atau sentimen positif mendadak yang membuat pembeli masuk secara agresif.
Contohnya pernah terlihat pada periode stimulus besar saat pandemi, ketika harga sempat jatuh lalu pulih dengan cepat.
Mengapa Bitcoin Jarang Pulih Cepat?
Menurut Alden dikutip dari Yahoo! Finance, pemulihan cepat biasanya terjadi saat ada stimulus besar, seperti pada periode pandemi Covid-19 ketika likuiditas global meningkat drastis.
Saat ini, ia tidak melihat adanya katalis stimulus serupa yang dapat mendorong lonjakan mendadak.
“Saya tidak berharap pemulihan cepat karena saya tidak melihat adanya stimulus besar dalam waktu dekat. Jadi menurut saya, prosesnya memang akan membutuhkan waktu,” ungkapnya.
Ia menilai proses pembentukan dasar harga lebih sering terjadi secara bertahap. Harga akan bergerak sideways, kemudian kepemilikan berpindah dari investor jangka pendek ke pemegang jangka panjang yang lebih sabar.
Kelompok ini sering disebut sebagai “diamond hand holders”, yaitu investor yang memahami nilai asetnya dan tidak mudah menjual saat harga turun.
Dengan suplai Bitcoin yang terbatas dan kapitalisasi pasar yang relatif lebih kecil dibanding aset tradisional, masuknya pembeli jangka panjang dalam jumlah moderat saja sudah cukup untuk membentuk lantai harga.
Baca juga: Loss Hanya 40%, Bitcoin (BTC) Dinilai Belum Masuk Fase Bear Market
Risiko Tekanan Lanjutan Masih Ada

Harga Bitcoin hari ini (16/02) | Sumber: TradingView
Alden juga mengingatkan bahwa tidak ada jaminan harga telah mencapai titik terendah. Pada November lalu, Bitcoin sempat terlihat stabil selama sekitar dua bulan sebelum kembali turun.
Artinya, risiko penurunan lanjutan tetap ada. Namun tanpa tekanan jual ekstrem atau kepanikan besar, skenario yang lebih mungkin adalah fase konsolidasi panjang.
Ia menambahkan bahwa reli besar biasanya muncul setelah fase harga rendah berlangsung cukup lama.
Ketika koin telah berpindah ke tangan yang lebih kuat dan tidak likuid, hanya dibutuhkan arus permintaan baru yang relatif kecil untuk mendorong harga naik.
Baca juga: Michael Saylor Kasih Kode Beli Bitcoin (BTC) Lagi Saat Market Nyungsep
Faktor Berita Bukan Penentu Utama
Terkait potensi katalis berita, Alden menyebut kemungkinan adanya pembeli besar tak terduga, seperti entitas berdaulat. Namun ia tidak memasukkan skenario tersebut ke dalam proyeksi utamanya.
Pendekatan yang lebih realistis, menurutnya, adalah mengasumsikan tidak ada kejutan besar. Jika kejutan positif datang, pasar akan bereaksi dengan sendirinya.
Kesimpulan
Pernyataan Lyn Alden mempertegas bahwa pemulihan Bitcoin kemungkinan tidak akan berbentuk lonjakan tajam dalam waktu singkat.
Tanpa stimulus besar dan di tengah kondisi makro yang belum longgar, pasar cenderung membentuk dasar secara perlahan.
Bagi investor, artinya ekspektasi perlu disesuaikan. Alih-alih menunggu rebound cepat, fase konsolidasi panjang bisa menjadi bagian alami dari siklus harga Bitcoin sebelum potensi kenaikan berikutnya.
FAQ
1. Apa itu pola V-shape dalam harga Bitcoin?
Pola V-shape adalah pemulihan harga yang sangat cepat setelah penurunan tajam, membentuk grafik seperti huruf V.
2. Mengapa analis tidak mengharapkan recovery cepat?
Karena saat ini tidak ada stimulus likuiditas besar seperti pada periode pandemi yang mendorong reli instan.
3. Apa yang dimaksud dengan diamond hand holders?
Istilah untuk investor jangka panjang yang tetap memegang Bitcoin meski harga turun.
4. Apakah Bitcoin sudah mencapai titik terendah?
Belum ada kepastian. Analis menyebut risiko penurunan lanjutan masih ada.
5. Apa yang biasanya memicu reli besar Bitcoin?
Biasanya kombinasi likuiditas global yang meningkat, arus permintaan baru, dan perpindahan koin ke pemegang jangka panjang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Yahoo! Finance – Why bitcoin investors shouldn’t expect a ‘rapid recovery’, diakses pada 16 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
