Harga Bitcoin (BTC) turun ke kisaran US$68.800 di kuartal pertama 2026 dan bergerak di bawah level psikologis US$70.000. Penurunan ini terjadi di tengah arus keluar dana dari ETF spot serta aksi deleveraging oleh investor institusi.
Meski Bitcoin terkoreksi, tidak seluruh pasar kripto bergerak searah. Data year-to-date (YTD) menunjukkan sejumlah altcoin justru mencatatkan kenaikan signifikan sejak awal tahun, dengan beberapa aset melonjak lebih dari 70% di tengah tekanan pada BTC.
Bitcoin Tertekan oleh Faktor Institusi
Tekanan terhadap Bitcoin pada 2026 tidak dipicu satu peristiwa ekstrem. Koreksi kali ini lebih banyak dipengaruhi faktor struktural di level institusi.
Strategi basis trade yang sebelumnya menguntungkan mulai kehilangan daya tarik. Selisih imbal hasil antara ETF spot dan kontrak futures menyempit, membuat hedge fund menutup posisi. Yield yang sebelumnya berada di kisaran 17% turun hingga di bawah 5%, memicu aksi unwind besar-besaran.
Di sisi lain, ETF spot Bitcoin mencatat arus keluar bersih lebih dari US$3 miliar sepanjang Januari 2026. Setelah sepanjang 2025 dipenuhi inflow, pergeseran ini menjadi sinyal rotasi modal.
Fenomena negative Coinbase premium juga muncul sepanjang Februari. Bitcoin diperdagangkan lebih murah di Coinbase dibanding bursa offshore, yang sering diartikan sebagai indikasi tekanan jual dari investor institusi berbasis Amerika Serikat.
Kombinasi faktor tersebut membuat sebagian analis menyebut fase ini sebagai “hard reset” pasar kripto 2026.
Baca juga berita terkait: Loss Hanya 40%, Bitcoin (BTC) Dinilai Belum Masuk Fase Bear Market
10 Crypto yang Tetap Naik YTD
Di tengah dominasi sentimen negatif, data menunjukkan ada aset yang mampu mencatat performa positif sejak awal tahun.
Melansir dari CryptoTicker, berikut daftar 10 crypto dengan kenaikan YTD signifikan:
1. Kite (KITE) — +151,56% YTD
KITE adalah Layer-1 yang dirancang untuk infrastruktur ekonomi AI agent. Momentum peluncuran dan narasi AI mendorong lonjakan harga.
2. Pippin (PIPPIN) — +78,27% YTD
PIPPIN merupakan AI autonomous agent berbasis Solana (SOL) yang menggabungkan eksperimen teknologi dengan kultur komunitas.
3. Stable (STABLE) — +67,88% YTD
Ekosistem pembayaran stablecoin dengan fokus settlement berbasis USDT.
4. LayerZero (ZRO) — +42,40% YTD
ZRO adalah rotokol interoperabilitas lintas blockchain yang memungkinkan transfer pesan dan aset antar jaringan.
5. Decred (DCR) — +41,84% YTD
Kripto dengan mekanisme hybrid PoW dan PoS serta tata kelola berbasis voting komunitas.
6. Humanity Protocol (H) — +40,05% YTD
Jaringan identitas terdesentralisasi dengan pendekatan biometrik untuk proof of humanity.
7. Morpho (MORPHO) — +24,86% YTD
Protokol lending DeFi yang meningkatkan efisiensi pencocokan pinjaman dan likuiditas.
8. Hyperliquid (HYPE) — +21,54% YTD
Layer-1 yang mendukung perdagangan perpetual futures berbasis decentralized exchange.
9. PAX Gold (PAXG) — +16,23% YTD
PAXG merupakan token berbasis emas fisik, masing-masing mewakili satu troy ounce emas.
10. Tether Gold (XAUt) — +15,61% YTD
Sama dengan PAXG, XAUt juga merupakan Token emas digital dengan cadangan fisik di vault Swiss.
Daftar ini memperlihatkan bahwa pelemahan Bitcoin tidak selalu identik dengan koreksi merata di seluruh pasar.
Baca selanjutnya: Deretan 14 Altcoin Paling Banyak Dicari, Token Kecil Ikut Viral
Rotasi ke AI dan Aset Defensif
Sebagian besar aset dengan kenaikan tertinggi pada 2026 berasal dari sektor artificial intelligence (AI) dan decentralized identity.
Proyek yang mengusung AI agent serta infrastruktur identitas digital mencatat lonjakan harga seiring meningkatnya minat pasar terhadap teknologi tersebut.
Di sisi lain, token berbasis emas seperti PAXG dan XAUt ikut menguat. Karena didukung emas fisik, token ini kerap dipilih sebagai instrumen lindung nilai saat sentimen risiko meningkat.
Kesimpulan
Tekanan terhadap Bitcoin di awal 2026 menandai fase koreksi yang dipicu faktor institusional, mulai dari arus keluar ETF hingga deleveraging hedge fund. Harga BTC yang turun di bawah US$70.000 menjadi refleksi perubahan sentimen jangka pendek.
Namun data YTD memperlihatkan dinamika berbeda di level sektor. Sejumlah crypto bertema AI, decentralized identity, hingga token berbasis emas tetap mencatat kenaikan signifikan.
Pasar 2026 bergerak lebih selektif. Koreksi Bitcoin tidak otomatis berarti seluruh altcoin kehilangan momentum. Di tengah volatilitas, arus modal cenderung mengarah pada proyek dengan katalis yang jelas dan narasi yang relevan.
FAQ
- Mengapa Bitcoin turun di awal 2026?
Bitcoin melemah akibat kombinasi deleveraging institusi, arus keluar ETF spot lebih dari US$3 miliar, serta penyempitan spread basis trade antara ETF dan futures. - Apa arti YTD dalam laporan kripto?
YTD atau year-to-date adalah persentase perubahan harga aset sejak awal tahun hingga tanggal tertentu. Angka ini digunakan untuk mengukur kinerja tahunan berjalan. - Mengapa beberapa altcoin bisa naik saat Bitcoin turun?
Dalam fase rotasi sektor, investor memindahkan modal ke proyek dengan narasi atau katalis tertentu. Hal ini bisa membuat altcoin tertentu mengalami decoupling dari pergerakan Bitcoin. - Apa yang dimaksud hard reset pasar kripto 2026?
Istilah hard reset merujuk pada koreksi struktural besar setelah periode euforia. Penurunan dipicu mekanisme pasar dan penyesuaian posisi institusi, bukan satu peristiwa tunggal. - Apa itu negative Coinbase premium?
Negative Coinbase premium terjadi ketika harga Bitcoin di Coinbase lebih rendah dibanding bursa global lain. Kondisi ini sering dianggap sebagai indikasi tekanan jual dari investor institusi AS. - Mengapa token emas seperti PAXG dan XAUt ikut naik?
Token berbasis emas cenderung mengikuti harga emas fisik. Saat pasar bergejolak, sebagian investor mencari eksposur ke aset defensif seperti emas melalui tokenisasi blockchain.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


