Peluang CLARITY Act menjadi undang-undang di Amerika Serikat terus menurun setelah Presiden Donald Trump mengungkap pendapatan dari bisnis kripto senilai sekitar US$1,4 miliar dalam laporan kekayaan terbarunya.
Pengungkapan tersebut memicu kembali perdebatan mengenai potensi konflik kepentingan, di tengah proses pembahasan RUU yang memang sudah menghadapi berbagai hambatan di Senat.

Ssumber Gambar: X.com
Berdasarkan data Polymarket, peluang CLARITY Act disahkan pada 2026 turun menjadi 39%, level terendah sejak kontrak prediksi tersebut diperdagangkan.
Sementara itu, Kalshi memperkirakan peluang pengesahan berada di kisaran 36% hingga 44%, mencerminkan meningkatnya keraguan pasar terhadap nasib regulasi tersebut.

Sumber Gambar: Kalshi
Baca juga berita terkait: Whale Borong 3 Altcoin Ini Saat Memasuki Juli 2026, Ada Favorit Baru?
Peluang CLARITY Act Tertekan Sejumlah Faktor
Turunnya peluang pengesahan CLARITY Act tidak hanya dipicu oleh laporan kekayaan Trump, tetapi juga oleh semakin sempitnya jadwal pembahasan di Senat AS menjelang masa reses serta belum adanya kesepakatan politik terkait isi RUU.
Perusahaan investasi aset digital Galaxy Digital bahkan memangkas estimasi peluang pengesahan menjadi 50%, dengan alasan padatnya agenda Senat dan belum adanya jadwal pemungutan suara.
Di Kalshi, peluang RUU tersebut lolos pada Juli hanya diperkirakan 0,1%, sementara untuk Agustus berada di kisaran 13%.
Di sisi lain, laporan kekayaan yang dirilis U.S. Office of Government Ethics (OGE) semakin memperkuat kekhawatiran sejumlah anggota Partai Demokrat mengenai potensi konflik kepentingan.
Trump Laporkan Pendapatan Kripto Senilai US$1,4 Miliar

Sumber Gambar: CoinGape
Melansir dari CoinGape, Dokumen OGE menunjukkan Donald Trump memperoleh sekitar US$1,4 miliar dari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan aset digital sepanjang 2025.
Pendapatan tersebut berasal dari beberapa sumber, di antaranya:
- Lebih dari US$635 juta dari perjanjian lisensi yang berkaitan dengan meme coin TRUMP.
- Lebih dari US$236 juta dari penjualan token World Liberty Financial (WLFI).
- Sekitar US$65,6 juta dari penjualan ekuitas WLFI.
- Hampir US$197 juta dari penjualan kepemilikan stablecoin USD1.
- Kepemilikan Bitcoin (BTC) senilai lebih dari US$50 juta.
- Kepemilikan Ethereum (ETH) senilai hampir US$25 juta.
- Pendapatan tambahan dari NFT serta proyek aset digital lainnya.
Besarnya eksposur tersebut membuat Senator Elizabeth Warren dan sejumlah anggota Demokrat kembali mendorong aturan etika yang lebih ketat bagi pejabat publik yang memiliki kepentingan di industri kripto.
“Undang-undang kripto yang akan dibahas di Senat harus menghentikan Presiden dan keluarganya untuk terus mengambil keuntungan dari kripto,” tulis Warren di X.
Sebelumnya, usulan untuk membatasi presiden, wakil presiden, dan anggota Kongres menjalankan bisnis kripto saat menjabat gagal memperoleh dukungan yang cukup di Senat.
Baca berita lainnya: Roadmap Bitcoin Q3 2026: Juli Bullish, Agustus Merah, Target US$39.000
Regulasi Kripto AS Masih Dibayangi Ketidakpastian
CLARITY Act dipandang sebagai salah satu RUU paling penting bagi industri aset digital karena bertujuan memberikan kepastian regulasi, termasuk memperjelas pembagian kewenangan pengawasan antara SEC dan CFTC.
Namun, dengan peluang pengesahan yang terus menurun dan proses legislasi yang belum menunjukkan perkembangan berarti, ketidakpastian regulasi diperkirakan masih akan membayangi industri kripto di Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Meski demikian, angka yang ditampilkan Polymarket maupun Kalshi hanyalah proyeksi pasar, bukan hasil pemungutan suara resmi. Peluang CLARITY Act masih dapat berubah seiring perkembangan pembahasan di Kongres.
Kesimpulan
Pengungkapan pendapatan kripto Donald Trump senilai sekitar US$1,4 miliar menjadi faktor baru yang memperumit pembahasan CLARITY Act di tengah padatnya agenda Senat dan meningkatnya sorotan terhadap isu konflik kepentingan.
Selama belum ada kepastian politik di Kongres, arah regulasi kripto di Amerika Serikat masih akan menjadi perhatian utama pelaku industri dan investor.
FAQ
- Apa itu CLARITY Act?
CLARITY Act adalah rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kepastian regulasi bagi aset kripto, termasuk memperjelas pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC. - Mengapa peluang CLARITY Act turun?
Prediction market menilai peluang pengesahan melemah karena pembahasan di Senat berjalan lambat, jadwal legislasi semakin sempit, dan muncul kekhawatiran konflik kepentingan setelah Donald Trump mengungkap pendapatan kriptonya. - Apa itu prediction market seperti Polymarket dan Kalshi?
Prediction market adalah platform tempat pengguna memperkirakan peluang suatu peristiwa terjadi menggunakan mekanisme pasar. Angka yang ditampilkan mencerminkan ekspektasi pelaku pasar, bukan keputusan resmi pemerintah. - Mengapa laporan kekayaan Donald Trump menjadi sorotan?
Karena laporan tersebut menunjukkan Trump memiliki pendapatan dan aset kripto dalam jumlah besar. Hal ini memunculkan perdebatan mengenai potensi konflik kepentingan saat pemerintah dan Kongres membahas regulasi yang dapat memengaruhi industri kripto. - Apa dampak jika CLARITY Act terus tertunda?
Penundaan dapat memperpanjang ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat. Bagi perusahaan dan investor aset digital, kondisi ini berpotensi membuat keputusan bisnis maupun investasi lebih berhati-hati hingga ada kepastian hukum.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Donald Trump, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
